
Bram,kembali terdiam.Antara percaya dan tidak dengan fakta yang baru di dengar langsung dari tuannya.Samantha adalah mantan kekasihnya sekaligus pelakor.Ingstan demi ingatan terus menari-nari dalam pikiran Bram bagai benang kusut yang tak menemui jalan lurusnya.
Tak percaya jelas,sebab Samantha adalah sepupunya.Rasanyq dia seperti di kejar hantu di siang bolong.Sepupunya ternyata adalah seorang pelakor,perusak rumah tangga orang lain.
Ini pula yang menjadi alasan Bram mau bertahan di sisi Deon,selain dia ingin mengetahui seluk-beluk Deon tapi dia juga ingin mengetahui kebenarannya.
Fakta-fakta terbaru,dia dapatkan dari orangnya langsung tapi dia jelas tak mempercayainya begitu saja.Sebab cerita Deon dan Samantha berbeda jauh.
Kedua sisi memiliki versinya yang berbeda-beda,entah siapa yang harus dia percaya.Satu,yang pasti dia harus tetap bertahan di sisi Deon sebelum fakta itu semua dia dapatkan apapun dan bagaimanapun resiko.
Brak
Deon, menjatuhkan gelas ke lantai, menimbulkan bunyi yang agak keras, mengagetkan Bram yang sedari tadi terus melamun.Tak sadar,di depannya masih ada Deon yang juga memperhatikan nya.
"Apa yang terjadi?".Saking terkejutnya,tanpa sadar Bram bangkit berdiri sembari celingak-celinguk.
Deon,masih memperhatikan Bram.Setiap gerak-gerik nya, setiap tutur katanya.Asistennya menunjukkan gelagat aneh,tak seperti biasanya.Entah mungkin karena dia terlalu pandai, menyembunyikan masalah.
"Apa yang terjadi?".Panik dan terkejut, tanpa sadar dia mengulang pertanyaan nya lagi
"Apa yang terjadi?",yang terjadi adalah".Deon,ikut bangkit berdiri."Kau adalah sepupu Samantha".Tuduh Deon,sembari menunjuk Bram dengan jari telunjuknya.
Deg
Bram,menoleh kearah Deon.Susah payah dia menyembunyikan indentitas, secepat itu pula Deon mengetahui indentitas.
"Tau darimana kau?".
"Aku tidak bilang kamu sepupu Samantha,tapi sikap mu memang membenarkan praduga ku.Aku hanya menebak saja,Bram".Jelas Deon,duduk kembali di kursi kebesarannya.
Dia memainkan kursi nya dengan santainya,dia menyilangkan tangannya di depan perutnya.Menikmati permainan yang di ciptakan oleh saudara dekat Samantha,sekaligus menikmati kehancuran sandiwara nya akibat kecerobohan nya sendiri.
"Kau_"Tunjuk Bram."Kau yang telah mengkhianati sepupu ku dan kau yang telah menghancurkan karir sepupu ku,Deon Wilson".
Deon,menguap di depan Bram."Hoam..."Tak hanya sekali tapi sampai 3 kali dia terus mengulanginya.Merasa bosan,melihat permainan Bram yang sama seperti sepupunya.Tak beda jauh, keduanya hanya berbeda tipis saja.
"Ternyata gaya permainan mu tak jauh dengan sepupu mu itu,siapa namanya?,Samantha Samuel yah?".
Bram,masih menatap tajam kearah Deon.Jelas terlihat ada kilat kemarahan dan kebencian dari diri Bram.Dia memang bermaksud membalaskan dendam akan kehancuran karir saudara sepupunya akibat ulah Deon Wilson.
"Permainan mu tak beda jauh dengan si wanita ular itu".
"Tutup mulut mu,Deon Wilson".Gertak Bram, menggeplak meja dengan kerasnya."Namanya Samantha Samuel bukan wanita ular dan dia juga wanita terhormat".
"Terhormat karena merusak rumah tangga orang lain, apanya yang terhormat.Bram Bramasta?". Gertak balik Deon,masih duduk dengan santai nya tak terprovokasi.
Bram, semakin baik pitam.Seenaknya Deon menjelek-jelekkan keluarganya di hadapannya dirinya sendiri.Sebuah keluarga yang dia bela mati-matian hanya karena harga diri dan sebuah kehormatan keluarga.
"Deon Wilson".
"Bram Bramasta".