
Renata, memutuskan untuk keluar rumah mencari angin segar untuk menjernihkan pikiran nya yang kusut dan hatinya mulai di goyahkan oleh perasaan aneh yang selama ini dengan susah payah dia hindari.
Angin segar ternyata bukan lagi menyegarkan tubuhnya tetapi sudah masuk ke dalam untuk memberikan penyakit untuk tubuh ringkih renata.
Dia duduk di kursi plastik yang berada di luar rumah nya,sembari menatap cahaya bintang yang berkedip seakan memperolok dirinya.
"Jangan sampai,aku menjilat ludah ku sendiri".Gumam renata.
Tak jauh berbeda dengan Deon yang kembali berada diatas balkonnya untuk sekedar mengisap cerutunya seiring dengan pikirannya yang kusut dan hati yang tak karuan.Renata,jelas dia wanita sederhana yang mampu merebut perhatian nya,dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis sederhana dan malang.
Yah,Deon memang mencintai renata bukan Alifa seperti dugaan mommy danita.Tadi siang menang dia sempat menyanggah perasaannya pada Renata semata-mata untuk melindungi diri sendiri dari mommy nya yang selalu ikut campur dengan masalah percintaannya.
Deon,menghisap cerutunya dengan secara perlahan dan menikmati setiap asap cerutu yang seakan mengurangi beban masalahnya.
"Huh"Deon, mengeluarkan asap cerutu ke udara, membentuk huruf 'O' lalu kemudian asap itu mulai menghilang terbawa angin malam pembawa penyakit.
Deon,juga sama seperti Renata tak bisa memejamkan matanya kendati angin malam terus berhembus menusuk setiap inci permukaan kulitnya.
"Renata,sulit untuk mendapatkan mu.Kenapa re?".Tanya Deon,pada angin yang berhembus.
"Srttt".Deon kembali menghisap cerutu nya,yang memberikan sedikit ketenangan dan mengurangi beban masalahnya.
Sayup-sayup ucapan Alifa,begitu terngiang-ngiang dalam pikirannya.Benar,kata Alifa dia terlalu lemah dalam urusan percintaan,dia tak mau mengambil resiko dan dia tak bersikap gentleman yang dia lakukan menghindar dan menghindar terus tanpa mau menghadapi langsung masalah nya.
Alifa, sendiri juga pergi tanpa di cari apalagi di perjuangkan.Beberapa kali Alifa menasehatinya agar terus berjuang sampai dia mendapatkan cinta dari wanita yang dia cintai.
Deon,membuang puntung cerutu ke lantai dan menginjak nya begitu kuatnya seakan beban masalahnya hilang dari pikiran dan hatinya.
"Semoga tak ada lagi keraguan di hati ku.Renata,aku pastikan kau mau menerima cinta ku apapun dan bagaimanapun caranya".Gumam Deon, berbicara dengan antusiasnya tanpa takut akan penolakan dari renata.
Deon,kembali masuk ke dalam kamarnya yang menyatu dengan balkon rumah mewah nya.Menghempaskan tubuh nya di kasur berukuran king size, berharap esok hari dia mendapatkan kebahagiaan dan juga mendapatkan cinta yang selama ini dia harapkan.
......................
Deon,terbangun oleh cahaya mentari yang menerobos masuk melalui celah jendela yang menyilaukan matanya,memaksa matanya terbuka di kala kantuk mulai menyerangnya.
Deon,bangun dari tidurnya dengan beribu harapan dan juga tujuan.Semalam pikiran dan hatinya sudah plong, begitu dia telah menghancurkan kenangan demi kenangan bersama dengan wanita di masa lalunya.
Motivasi dan nasehat dari sang mantan menjadi acuan bagi Deon untuk mengejar cintanya yang lama telah hilang kini datang kembali dengan situasi dan kondisi berbeda.
Renata nya yang dulu pernah dia hancurkan kehidupan nya dan renata nya yang malang telah menderita sekian lama.
Kini,Deon telah menatap hari dengan tujuan dan harapan yang pasti,mengejar dan memperjuangkan cintanya kembali belajar dari masa lalunya.
Tak ada lagi yang bisa menghalangi jalannya, tekadnya sudah bulat dan dia sudah siap melangkah.
Bahkan Deon,bangun tidur pun dengan semangat yang membara tak seperti kemarin-kemarin yang tak bergairah seperti tak mendapatkan semangat dari ayang nya.