My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 108



Di depan sana Deon, tersenyum kala dirinya tak menemukan keberadaan Renata diantara beberapa karyawan resto nya.Senyuman penuh arti menghiasi bibir manisnya.


Yah,sedari tadi bahkan sejak semalam Deon sudah memikirkan dengan baik dan matang akan sesi pengenalan dirinya sebagai big boss mereka sekaligus memberikan sebuah peringatan kepada mereka akan sikap mereka terhadap karyawan baru,agar mereka tak seenaknya dan semena-mena dalam bertindak.


Deon,yang tadi berpenampilan sebagai karyawan culun seperti awal dia masuk, secara perlahan dia mulai membuka kedoknya di hadapan karyawan resto nya walau pada awalnya banyak yang mencibir bahkan tak menghiraukan teriakan nya yang meminta mereka berkumpul.


Apalagi Alek dan Fahri,kedua predator itu tentu memandang dengan sinis dan juga menentang perintah Deon.


"Cuih".Alek bahkan berani meludah di depan Deon.


Tapi,Deon tak membalas perlakuan Alek.Fokusnya adalah membuka jati dirinya dan juga memberikan sedikit peringatan pada Alek dan Fahri.


"Kalian mungkin hanya mengenal saya sebagai Noel Arga Winata".


"Yah,si karyawan culun yang berani menentang gue".Sahut Alek dengan tatapan sinis nya.


Deon, tersenyum."Yah, terserah apa yang anda bicarakan dan apapun pendapat anda.Whatever". Skakmat Deon.


Semakin dongkol saja diri Alek, mendengar ucapan pria yang ada di depannya.Udah culun,belagu pula.Begitu pikiran nya.


Deon, tanpa basa-basi mulai membuka wig nya,membuka tompel pipinya yang terbuat dari lakban, merapihkan pakaiannya,dan juga rambutnya.Dia bongkar jati dirinya,di hadapan semua karyawan resto nya.


Tatapan penuh memuja dari karyawati tertuju untuk diri pria yang ada di depan mereka.Begitu tampan dan juga berkharisma.


Alek yang tadinya cuek bebek dan merendahkan Noel, sekarang dia menatap Noel dengan tatapan tak percaya dan membelalakkan mata saking terkejutnya bahkan mulutnya sampai menganga lebar.


"Tak mungkin".Sanggah Fahri, bergeleng-geleng kepala tak percaya."Aku sedang tidak bermimpi kan?".


Fahri dan Alek,saling pandang.Jika memang benar begitu,bisa jadi karir mereka tamat hati ini pula.


"Tamat riwayat ku".Kata Fahri dan Alek serempak,seraya mengusap wajah mereka.


Di saat itulah,pintu terbuka dari arah luar.Dengan spontan semua karyawan di resto itu,menatap kearah pintu yang terbuka.Antara penasaran dan juga ingin mengalihkan perhatian mereka.


Orang yang datang, adalah seorang perempuan dengan penampilan acak-acakan dan juga napas beratnya begitu terdengar tak beraturan.Seotang wanita yang tak asing lagi bagi mereka,siapa lagi kalau bukan si pramusaji pendiam.


"Tumben si pramusaji pendiam itu,datang terlambat?".kata Sarah, sekaligus merasa senang.


Renata,merasa risih mendapatkan tatapan dari seluruh karyawan,apalagi sedang berkumpul di ruang tengah.Hatinya cemas,takut dia melewatkan acara penting dan mungkin bisa mempengaruhi pekerjaan nya.


Renata, menghampiri Alek yang tak jauh dari dirinya."Apa yang terjadi?'.


Alek hendak membuka mulutnya,tapi terhenti oleh suara tepukan tangan di sertai oleh hentakan sepatu yang begitu terdengar beraturan dan berkharisma.


"Puk..Puk...Puk".Suara tepukan tangan itu semakin dekat kearahnya, memunculkan seorang pria berperawakan tinggi tegap dan berwajah rupawan.


"Ada yang datang terlambat, rupanya". Sindirnya,semakin keras saja tepukan tangan nya.Pria itu lalu menghentikan tepukan tangannya,dan semakin melangkah menghampiri renata.


"Kau datang terlambat dengan kondisi pakaian yang tak beraturan.Kau habis di kejar anjing komplek mana lagi atau sudah berapa hantu yang mengejar mu di pagi buta ini".Sindir pria itu,sembari tertawa.


Tawa renyahnya,telah mengundang karyawan nya untuk ikut menertawakan penampilan renata dan keterlambatan Renata.


"Haha ..Haha..Haha".