My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 134



Seakan tak pernah kapok bagi diri Alifa setelah kejadian dirinya memfitnah seorang pramusaji yang berakhir dirinya harus berurusan kembali dengan mantan atasannya sekaligus pria yang pernah ada di hatinya.


Entah dia merindukan suasana restonya atau dia tertarik pada berbagai macam tumbuhan bunga yang menarik perhatiannya sejak dia pertama menginjakkan kaki di resto dengan pemiliknya ternyata adalah mantan atasannya itu.


Aisha alifa dengan perut sedikit buncit karena sekarang dia tengah mengandung anaknya berusia 5 bulan.Dia datang kembali bersama dengan suami siaganya,berharap bisa menghirup aroma yang keluar dari setiap tumbuhan bunga yang ada di luar resto.Tepatnya berada di belakang dengan pepohonan dan gazebo menghiasi tumbuhan bunga yang berjajar rapih dan beraneka ragam.


Alifa yang sejatinya memang menyukai tanaman bunga mawar dengan berbagai macam warna, seakan terhipnotis akan pesona taman resto yang begitu tertata indah dan rapih, sekaligus mengingatkan dia akan masa lalunya bersama dengan Deon.Dulu,dia pernah menemani Deon keluar kota dengan membawa oleh-oleh.


Tanaman bunga mawar dan beberapa tanaman herbal menjadi oleh-oleh mereka sepulang dari luar kota.


Tanaman resto ini,pula di desain dan di tata dengan sempurna seperti kita tengah menikmati menu makanan di sebuah pedesaan dengan pepohonan nya yang menjulang tinggi,angin sepoi-sepoi,suara burung saling bersahutan dan berbagai tanaman dari tanaman herbal sampai dengan tanaman bunga.


Taman resto ini berhasil menyingkirkan ego dan melupakan masalahnya yang terjadi 2 bulan yang lalu.Cerdik,itu pikiran Alifa terhadap pemilik resto yang ternyata memang dia terinspirasi dari suasana pedesaan yang tentram dan menyejukkan.


Akmal,meski dengan berat hati dia menemani ngidam istrinya yang tak bisa dia bujuk dengan batang mewah.Tapi,Akmal tak mungkin menginginkan calon bayinya lahir ileran,bukan.


Alifa nampak antusias menikmati suasana tanaman resto yang memanjakan mata dengan keindahan di setiap bunga yang tertanam begitu cantiknya.Senada dengan dress yang dia gunakan.Dress sepanjang mata kaki dengan warna peach dan jilbab berwarna senada, Begitu pun dengan Akmal.Dia menggenakan kemeja putih dan jas sewarna dengan Alifa,nampak begitu serasi dan elegan kedua calon orang tua ini.


Apalagi Alifa,aura keibuannya begitu terpancar diantara berbagai jenis tanaman bunga mawar dengan aneka warna bak pelangi di antara awan-awan hitam setelah air hujan terus-menerus turun seperti air mata yang tak pernah berbohong dan berkhianat.


Alifa,terus mengoceh tentang kenangan nya selama berada di luar kota bersama dengan mantan atasannya, sekaligus pria yang pernah menguasai tahta hatinya.


"Disini ternyata ada menu makanan ikan gurame,nasi liwet,dan berbagai macam hidangan pedesaan.Hmmmmm....Bikin kangen suasana pedesaan deh".Kata Alifa dengan antusiasnya.


Saking antusiasnya dia sampai senyum-senyum sendiri,kala membayangkan keindahan dan kenikmatan dari hidangan menu pedesaan yang begitu memanjakan lidahnya.


Dengan bertopang dagu,Akmal menganggukkan kepala pura-pura paham dan ikut ke dalam suasana yang di ciptakan sendiri oleh istri tercintanya.


"Tau gak?,aku dan dia itu pernah berkunjung ke suatu wisata alam yang ternyata dia adalah investor terbesar dari wisata tersebut dan_".Cerita Alifa terhenti kala Akmal menempelkan jari telunjuknya di bibir alifa agar dia berhenti berbicara.


Alifa menoleh kearah Akmal yang bergeleng-geleng kepala, seakan kecewa padanya.


"Jangan pernah membicarakan laki-laki lain di hadapan suami mu sendiri,Aisha alifa".Kata Akmal dengan lembut, menasehati Alifa.Dia menurunkan kembali jari telunjuknya,menatap istrinya dengan penuh damba.


Mendapatkan tatapan manis seperti itu membuat Alifa malu sendiri,dia palingkan wajahnya dari hadapan Akmal.


"Maaf".Kata Alifa,bersemu merah.


Saat itulah,pramusaji yang mengantarkan. hidangan makanan pesanan nya datang menghampiri mejanya dengan sedikit kasar menurunkan baki ke mejanya hingga terdengar jelas bunyinya.


"Selamat di nikmati mbak,mas".Ucap si pramusaji dengan ketusnya.


Alifa,menoleh kearah pramusaji yang dengan tidak sopan nya dia menurunkan baki itu dengan kasar dan ucapan nya yang ketus.


Deg


Alangkah terkejutnya Alifa saat menyadari pramusaji yang membawa nampan berisi menu makanan pesanan nya.


"Tunggu, mbak".Teriak Alifa,sembari berdiri.