
Sebenarnya ada cinta segitiga diantara mereka.Dimana,Sarah mencintai Alek,tapi Alek mencintai renata sedang Renata tidak menaruh hati pada Alek.Baginya tak ada cinta di dunia ini selain cinta pertama nya dari sang ayah dan tak ada pria sehebat dan setampan ayahnya.
Renata,memilih abai terhadap urusan percintaan yang sementara bisa membawa kita terbang keatas nirwana,menembus lapisan langit ke tujuh.Namun,bisa menjatuhkan kita ke dasar bumi sekaligus.
Tak ada cinta baginya, sikap nya yang pendiam dan cuek tak ada yang mampu menaklukkan nya termasuk Alek,si playboy kelas kakap sekaligus raja gombal.
Dia saja tak mampu menembus benteng pertahanan renata apalagi Deon alias noel yang hanya mengandalkan kekuatan uang untuk mendapatkan semua yang dia inginkan.
Seharian penuh Renata habiskan untuk bekerja,bekerja dan bekerja barulah pada pukul 21:00 dia bisa bernapas dengan lega, rutinitas nya telah berakhir.Pulang adalah hal yang di nanti-nanti nya,melepas penat dan rindu pada orang rumah.
Seperti biasa,Renata pulang dengan berjalan kaki tak peduli jarak yang di tempuh lumayan jauh,tak peduli malam hari, sendirian, perempuan pula.Dia sudah terbiasa,kendati tak sedikit rekan kerjanya yang menawarinya tumpangan.
Alek misalnya,dia tak pernah absen dalam menawari Renata sebuah tumpangan tak peduli niat baiknya selalu mendapatkan sebuah penolakan.Seperti saat ini,dia harus kembali menelan kekecewaannya kala renata menolak tawarannya.
"Re,kenapa sih kamu selalu menolak ajakan ku?".
"karena dia tau,mana orang yang benar mana yang tidak".Bukan Renata yang menjawab pertanyaan Alek, melainkan Fahri.
"Selalu aja ada si kutu kupret".Ledek Alek.Dia beralih menatap renata."Kamu jangan dengerin dia,mending pulang bareng aku aja,di luar bahaya".
"Lebih bahaya pulang bareng sama buaya darat". Lagi-lagi Fahri yang menjawab.
Renata, terkekeh.Benar apa yang di katakan oleh Fahri.Kedua pria di hadapannya ini memang benar-benar bahaya,yang satu playboy,yang satu perebut bini orang.
"Mending kamu,pulang sama aku aja".Ajak Fahri, menawarkan diri.
Fahri,memegang kepalanya yang di timpuk oleh Alek."Seenaknya aja tuh mulut".Gertak Fahri.
Kedua pria ini masih saja berdebat, memperebutkan tumpangan gratis untuk Renata si pramusaji pendiam dengan benteng pertahanan nya yang masih kokoh.Sekokoh semen tiga roda.
Sedang Renata,asyik menonton perdebatan diantara kedua laki-laki yang sama-sama bahayanya seperti menonton acara debat panjang di acara mata Najwa dengan antusias.
Alek dan Fahri, keduanya sama-sama saling menjelekkan, mengatakan tentang kelebihan mereka dengan menjatuhkan lawannya sendiri.Tanpa mereka sadari perdebatan mereka di saksikan oleh si culun karyawan baru dan juga Sarah.
Sarah yang menaruh hati pada Alek.Sontak saja,dia terbakar api cemburu karena laki-laki yang dia suka tengah memperebutkan seorang wanita pendiam dan tak menarik.
"Apa istimewanya renata di bandingkan dengan aku?".Gertak Sarah, mengepalkan tangannya.
Semakin dia perhatian,semakin sakit hati rasanya melihat Renata di perebutkan oleh dua cowok ganteng idola karyawan dan pelanggan.
"Lama-lama gue jadi mati rasa".Omel Sarah sembari berlalu pergi.Meninggalkan debat panjang diantara kedua cogan hanya untuk mendapatkan hati seorang pramusaji pendiam.
....
***Hi guys, jangan lupa like,komen,vote dan beri hadiah setelah membaca..
Terimakasih***