
Kedua cowok ganteng antara atasan dan bawahan, keduanya hanya saling berdiam diri sibuk dengan pikirannya masing-masing yang bertolak belakang sembari hari berganti menjadi malam, cahaya mentari tergantikan oleh cahaya rembulan,dan waktu terus bergulir dengan begitu cepatnya.
Malam ini,Deon memiliki serangkaian acara dan beberapa agenda yang harus dia jalankan terutama mengenai misinya dalam menaklukkan hati seorang Renata Kusuma yang sulit di dapatkan setelah dia memutuskan untuk membongkar indentitas nya di hadapan pak Budi.
Andai kata,waktu bisa di ulang kembali akan dia lebih sabar menghadapi pak Budi dengan segala tuduhan demi tuduhan yang melukai hatinya dan telah menyulut emosi nya.
Kepalang sudah terbongkar,mau tidak mau Deon harus menanggung resikonya,mengubah rencana awalnya yang hancur karena ulahnya sendiri.
Dalam diamnya,Deon sudah memikirkan rencana licik menjerat pak Budi dengan kekuatan uang nya dan kekuasaan yang di milikinya.Perjuangan dan pengorbanannya belum lah berakhir sampai disitu,masih ada jalan menuju Roma,masih banyak cara untuk mendapatkan hati wanitanya.
"Akan aku pastikan kau bertekuk lutut di hadapan ku,pak Budi.Dan untuk Renata, jangan terlalu angkuh dengan sikap diam mu"Geram Deon.
Waktu yang dia nanti-nanti kan akhirnya datang juga.Senyum seringai sedari tadi terus menghiasi bibir Deon,tak sabar rasanya dia menjalankan aksinya,berjuang sekali lagi demi seorang wanita yang dulu kehidupan nya pernah dia hancurkan.
Para tamu undangan jamuan malam,datang silih berganti dengan pakaian formal mereka begitu rapi dan menunjukkan kharismanya,mengingat ini adalah undangan jamuan malam dari big bos mereka,pemilik perusahaan bisnis raksasa yang menggurita di kancah internasional dan berada di urutan pertama, mengalahkan mr.smith.
Pakaian yang di kenakan seakan menunjukkan jabatan dan posisi mereka dalam sebuah perusahaan maupun resto, bahkan pak Budi sampai berdecak kagum melihat jajaran direksi dan para manager kesemuanya menampilkan pakaian mereka dengan sebaik mungkin.
"Wow, rasanya aku tak pernah menyesal menghadiri undangan jamuan malam ini".Ucap pak Budi,sembari matanya terus memandang kearah tamu yang datang silih berganti.
Pak Budi yang sebelumnya tidak pernah sekalipun mendapatkan undangan jamuan malam ini Fandi suguhkan pada pemandangan yang tak biasa di matanya, membuat nya tak henti-henti berdecak kagum mengagumi penampilan mereka.
Sekali lagi dia di buat kagum dengan hidangan makan malam yang begitu mewah dan menggiurkan.Baru juga sampai pemandangan demi pemandangan tersaji di depan matanya,di depan matanya pula begitu banyak hidangan mewah dengan pramusaji dan waiters nya silih berganti datang memenuhi meja makan dengan tamu undangan tak lebih dan tak kurang berkisar 50 orang.
Meja yang di sediakan pun memerlukan 25 meja dengan kapasitas orang 4 orang setiap mejanya.Seperti informasi yang dia dengar resto itu sengaja di sewa oleh big bos mereka hanya demi memuliakan tamu nya yang merupakan anak buahnya.
"Ah pantas dia menjadi big bos di usia muda.Toh,dia ternyata dermawan dan tak pelit"Puji pak Budi,masih menatap terpana pada tamu undangan begitu pun dengan menu hidangan yang begitu menggiurkan,menggoda seleranya.