
Lelah seharian melakukan rangkaian acara yang tak sempat terpikir oleh Renata akan seribet dan secapek ini.Dia yang udah segar dengan handuk diatas kepalanya,tak pelak dia langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur berukuran king size dan empuk di gunakan.
Deon, bergeleng-geleng kepala melihat tingkah laku istrinya,yang sehabis mandi langsung tiduran tanpa memperdulikan keberadaan suaminya.
"Cepek yah?".Tanya Deon lembut sembari ikut duduk di pinggiran kasur.
Renata, menganggukkan kepala tanpa menoleh kearah Deon yang tersenyum jahil hendak membuka piyama tidur Renata yang begitu seksi dan kurang bahan.
Plak
Tangan Renata,menepis tangan Deon yang hendak membuka piyama nya.Padahal kemolekan tubuh Renata yang terbungkus kain kurang bahan itu telah menggoda hasrat nya.
"Sakit,sayang".Deon mengaduh kesakitan,tak pernah terpikirkan dia mendapatkan penolakan dari itu istrinya sendiri.
Mendengar Deon mengaduh kesakitan,Renata bangun dari tidurnya.Menghampiri Deon,yang tertunduk sembari memegang tangan nya,seolah meminta perhatian renata.
"Pelan juga,masa iya terasa sakit?".Ledek Renata, melihat tangan Deon yang terkena tepisan tangan nya.
Deon,menarik tangan Renata yang hendak melihat tangan nya.Deon,dekap tubuh Renata dalam pelukannya.Istrinya ini memang menggemaskan untuk diri Deon yang selama 3 tahun tak di jumpai nya.
"Pakaian yang kamu kenakan telah membangunkan kehidupan yang ada di bawah ini,sayang".Kata Deon,sembari menunjuk kearah bawah pangkal pahanya.
Renata,ikut melihat apa yang di tunjuk oleh Deon.Seketika Renata,mendorong dada bidang Deon dan mencoba menjauhkan diri dari Deon.
"Dasar laki-laki,mesum".Umpat renata,sembari berlari menjauh dari Deon.
"Haha...Haha..Haha".Deon,tertawa terbahak-bahak dengan tingkah laku istrinya yang polos.
"Tunggu sayang,kau harus bertanggungjawab atas bangunan junior ku". Teriak Deon,sembari mengejar Renata yang menjauhkan diri dari dirinya.
"Gak Sudi ".Balas teriak Deon.
...****************...
Renata,mencoba membuka matanya yang terasa berat dan lengket, seakan tak ingin bangun dari tidurnya.
"Sepagi ini,siapa yang menelpon hingga berkali-kali?".Gerutu Renata,sembari mengucek matanya dan mencoba mengumpulkan nyawanya yang terbang kesana-kemari di buai oleh mimpi indah.
Suara dering telpon itu berasal dari ponsel milik suaminya yang di letakkan di atas nakas dekat suaminya tidur.
Renata,tahu untuk mengambil ponsel yang terus berdering.Teringat,akan kejadian semalam yang kesuciannya hampir terengut oleh suaminya sendiri.
Gleg..Gleg .Gleg..
Susah payah,Renata menelan salivanya.Takut-takut Deon tiba-tiba bangun dan menyerang nya kembali setelah semalam dia gagal merenggut kesuciannya.
"Harus hati-hati dalam bertindak".Gumam renata.
Tangan Renata berusaha menggapai ponsel yang ada di nakas,susah payah Renata mengambilnya yang melewati tubuh suaminya yang terlelap tidur.
Hati-hati sekali Renata dalam bertindak, tangan nya menarik-ulur ke depan dan ke belakang, tubuhnya sengaja dia condongkan ke depan,agar tangan nya sampai.
Berhasil,Renata berhasil mengambil ponsel suaminya yang terus berdering menganggu aktivitas tidur mereka meski harus di lewati dengan susah payah.
Ponsel Deon sudah ada di tangan renata.Dia pun langsung menggeser tombol 'terima' untuk mengangkat telpon yang masuk dan dengan nada dering nya yang tak pernah berhenti.
"Hello".
"(.....)".
"Apa?".Saking terkejutnya hingga tanpa sadar Renata berteriak kencang sampai-sampai Deon pun terbangun oleh suara teriakan istrinya.
"Ada apa?".Tanya Deon,panik hingga dia celingak-celinguk kesana-kemari dan terperangah kaget bukan main.