
Deon,yang kepalang emosi dan kesal akibat Renata yang tak mengerti dengan kebutuhan biologisnya padahal dia sangat ingin menjamah tubuh Renata yang belum sempat dia rasakan.
Bak kesetanan Deon, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Tak peduli pada Renata yang menjerit ketakutan akibat ulah Deon yang mengemudi di batas kewajaran.
"Berhenti!".Seru Renata, berteriak ketakutan.
Deon,mana peduli dengan teriakan renata.Toh,dia juga tidak memperdulikan kebutuhan biologisnya.Hasrat yang tak tersalurkan membuat kepala nya seperti hendak meledak,dan emosi tak terkendali.
"Berhenti,aku mohon".Teriak Renata lagi,sembari menangis ketakutan.Rasanya dia seperti sedang berada di roller coaster dengan kecepatan tinggi dan jarak yang jauh.
"Diam,Renata".Gertak Deon.Untuk pertama kalinya,Deon menggertak istrinya.
Renata,semakin menangis tersedu-sedu di bentak dan di bawa berkendara dalam kecepatan tinggi.
"Shitt".Hal itu,malah membuat Deon menjadi kesal dan emosi pada istrinya sendiri.
Drama pernikahan yang baru di rasakan nya,membuat dia pusing tujuh keliling apalagi hasratnya yang tak tersalurkan menambah daftar penderitaan untuk diri Deon yang baru merasakan indahnya pernikahan.
Deon, memelankan laju kendaraannya.Tangis Renata, begitu mengkhawatirkan di dengar.Deon,merasa iba dan kasihan pada istrinya ini.
"Maaf".Gumam Deon,sembari memegang tangan Renata yang berkeringat dingin karena ketakutan.
"Maaf".Kata Deon, lagi.Kali ini dia menyempatkan diri untuk menoleh kearah Renata yang diam seribu bahasa, hanya terdengar suara Isak tangisnya saja.
Deon, menghentikan kendaraannya di bahu jalan.Khawatir terhadap keadaan Renata yang semakin terisak menangis,sembari menepis tangan nya di tangan renata.
"Maaf,re aku tak sengaja membentak mu".Sesal Deon.
Renata,tak menggubris permintaan maaf Deon.Hatinya masih terluka,tak menyangka pria yang baru kemarin sah menjadi suaminya tega membentak dirinya.
Deon, merangkul tubuh Renata dalam dekapan nya.Setaunya wanita akan luluh dengan pelukan dan perlakuan manis.
'Shitt,cengeng bener nih hati.Baru di peluk aja udah luluh'.Kata batin Renata,merutuki dirinya sendiri yang mudah luluh dan terperdaya dengan yang namanya 'cinta'.
Perlahan tangan Renata terangkat,memeluk tubuh Deon yang tak sepenuhnya dapat dia peluk oleh tangan kecilnya.
Dalam hati,Deon tersenyum.Renata, akhirnya luluh juga dengan perlakuan manisnya padahal tadi dia sudah merasa was-was jikalau Renata terus merajuk bak anak gadis yang tak di belikan es krim.
"Maaf sayang,tadi aku emosi sesaat.Lagisn itu cuman bercanda saja".
"Bercanda juga harus ada batasan nya".Timpal Renata,sembari melepaskan pelukannya."Ada saat nya harus bercanda dan ada saat nya harus serius Deon.Lagian manusia tidak sama,punya kepribadian yang berbeda".Jelas Renata.
Deon, hanya manggut-manggut saja.Membantah pun percuma,mungkin itu juga akan memicu pertengkaran mereka lagi.
Deon, melajukan mobilnya kembali.Hubungannya kembali membaik dan ini justru menjadi tolok ukur dirinya agar tak gegabah dalam berucap dan bertingkah laku.
...****************...
Hari demi hari terus mereka lewati bersama,ada begitu banyak momen yang berharga dalam hidup mereka,tak terasa waktu begitu cepat dan si kembar La-Nina dan El-Nino kini telah beranjak 3 bulan.Tapi, tanda-tanda kehamilan Renata belum juga terlihat.
Sebagai informasi,Alek akhirnya menikahi Sarah dan Fahri ternyata menikahi seorang wanita yang berprofesi sebagai ustadzah,jauh dari petualangan cintanya yang terus mengarah pada bibir orang.
Daddy David,kini telah menuai karma nya.Dimana dia, secara perlahan mengalami kehancuran dalam hidupnya.Dia menjadi gelandangan dan hidup terlunta-lunta di jalanan tanpa ada yang mengasihinya.
Rania,kini masuk kelas 3 SMA, akhir dari sekolah menengah atas nya dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan harapan Renata dan juga almarhum ayahnya.
Akmal dan Deon berteman baik dan menjalani kerja sama yang baik pula.Itulah akhir dari perjalanan cinta Deon yang berawal dari patah hati hingga pada akhirnya dia bisa menemukan cinta sejatinya dengan jalan yang berliku dan penuh dengan tantangan.
**TAMAT**