
Semakin pak Budi perhatian,semakin menunjukkan bahwa Noel.Karyawan barunya adalah pemilik dari resto yang bahkan dia sendiri tak tau wajah asli dari pemilik resto yang katanya super sibuk dengan bisnisnya yang menggurita.Maklum saja,dia waktu itu sedang giat-giatnya dalam merebut kekuasan mr.smith.Si pemegang saham dan si pemilik bisnis di kancah internasional Daan dalam percaturan politik bisnis.
Merasa penasaran membuat langkah pak Budi semakin dekat dengan Noel yang sedang mengecek kualitas kursi dan meja pelanggan.
"Sedang apa,kau".Gertak pak Budi,menyentuh pundak Deon.
Deon yang tengah serius mengecek kualitas kursi dan meja,tetiba di kejutkan dengan sentuhan tangan di pundak nya.
Dia menoleh ke belakang."Pak Budi".Ucap Deon, terlonjak kaget.
Pak Budi, mengerutkan keningnya.Tersenyum hambar, seakan mentertawakan diri Deon yang seperti pura-pura terkejut demi menutupi rasa bersalahnya.
"Gak usah, pura-pura kaget.Trik mu sudah terbaca, wahai perampok pemula".Sindir pak budi.
Tak terima dirinya di tuduh perampok di restonya sendiri, seperti jebakan Batman, seperti maling teriak maling saja pak Budi sedang dia tak tau betul pemilik resto yang bahkan dia menjadi manager pun atas saran beberapa karyawan nya.
Merasa tertantang dan di permalukan begitu saja, padahal dialah pemilik asli dari restonya sendiri.Dia bangkit berdiri, dengan membawa amarah yang memuncak.
"Pak Budi yang terhormat,apa anda tau siapa yang anda bilang perampok pemula itu?".Tanyanya, dengan kilat mata merah.Menandakan ada kemarahan dalam diri Deon.
"Haha..haha".Pak Budi tertawa terbahak-bahak, mendengar pertanyaan Noel seakan dia menantang."Kamu anak baru disini,udah menantang diriku". Katanya meremehkan.
Semakin tersulut emosi saja Deon dengan ucapan pak Budi,manager di cabang resto nya.Dia yang memiliki kedudukan rendah bila di bandingkan dengan dirinya seenaknya berucap seakan meremehkan.
Tak peduli akan indentitas nya yang susah payah dia sembunyikan,kepalang tanggung, dirinya sudah terlanjur emosi di buatnya.Dia seret paksa tangan pak Budi,beruntung belum ada pelanggan dan karyawan pun sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Pak Budi,tentu dia tak diam saja mendapati tangan nya di seret paksa oleh karyawan baru nya yang bahkan secara penampilan saja,tak pantas di pandang dan hanya karyawan rendahan.
"Lepaskan tangan mu, karyawan bodoh".Gertak pak Budi,berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan nya.
"Jangan harap".Sahut Deon.
"Berani-beraninya kau bersikap tak sopan,pada manager".
"Apa hak mu,melarang ku?,sedang jabatan mu hanya seorang manager.Kau sama seperti karyawan lainnya, mendapatkan gajih dari bos mu hanya kedudukan mu saja lebih tinggi dari karyawan lainnya,apalagi karyawan seperti ku".Skakmat Deon.
Pak Budi,diam seribu bahasa tak berusaha memberontak.Benar,apa yang di katakan oleh karyawan barunya.Dirinya juga sama seperti karyawan lainnya,tapi untuk karyawan baru seperti Noel itu tak pantas di lakukan.
"Aku memang sama seperti mu,tapi sikap mu sangat tak pantas".
Deon, tak menanggapi ucapan pak Budi.Dia semakin beringas dalam menyeret tangan pak Budi menuju ruangan kedap suara.Bahkan pak Budi saja, sampai menatap tak percaya saat karyawan baru nya menyeret tangan nya menuju ruangan rahasia.
"Kenapa,dia tau ruangan ini?,setau ku hanya ada aku, renata dan".
"Dan pemilik asli resto ini".Sahut Deon, menghentakkan tangan pak Budi.