My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 159



Sengaja,memang Deon menunduk pandangan nya dengan maksud agar kepalanya saling bertemu dengan kepala renata.Mendinginkan kepala Renata yang mendadak panas seperti orang demam.


Tapi,pada kenyataan nya kepala yang sempat panas malah semakin panas.Renata yang marah kembali di buat marah dengan tingkah laku Deon,yang tiba-tiba menubruk kepalanya dengan kepalanya sendiri.Amat sakit,dia rasakan hingga terasa pusing yang menjalar di kepalanya.


Renata,mundur beberapa langkah pusing begitu terasa di kepalanya yang terlanjur panas di sebabkan oleh Deon.


"Apa kau tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik?,apa kau tidak pernah belajar dari pengalaman?, penderitaan apa lagi yang ingin kau ciptakan untuk ku,Deon Wilson?".Gertak Renata.


Deon,yang sekarang lebih tenang daripada tadi.Dia,menatap Renata tanpa ekspresi,tak terpengaruh oleh amukan Renata yang terbalut oleh rentetan pertanyaan.


Membiarkan wanita mengomel di saat dirinya marah adalah cara yang terbaik untuk dirinya agar sang wanita bisa melepaskan kemarahannya.


"Selama 3 tahun ini aku berusaha menjauh dari mu,tapi kenapa kau selalu ada dalam bayang-bayang ku,kau selalu ada dalam ingatan ku.Semakin aku mengingat mu,semakin benci aku terhadap mu".Gerutu Renata,mengomel tiada hentinya.


Entah kerasukan setan apa Renata mengomel,merutuki Deon.Padahsl tadi dia rasanya ingin menimpuk tubuh Deon dengan batu besar,mencincang tubuhnya hingga tak berbentuk dan sederet aksi bejatnya yang hanya ada dalam benaknya tanpa bisa dia realisasikan.


Kenyataan,hanya berupa Omelan dan ocehan tak bermutu nya seakan itu bisa melampiaskan kemarahannya pada diri Deon.


Dugaan Deon benar,wanita pasti akan mengandalkan perasaannya daripada logikanya saat dia marah.Omelan dan ocehan Renata,dia tanggapi dengan telinga terbuka dan tatapan yang tak pernah lepas darinya.


Renata,yang periang mendadak pendiam,Renata yang peduli,mendadak acuh tak acuh dan Renata yang penyayang mendadak menjadi Renata yang pendendam.


Dapat dia pahami,karena dia sendiri lah yang menjadi dalang penyebab perubahan sikap Renata yang dulu dan sekarang.


Dapat,dia pahami kemarahan dan kebencian yang terpatri dalam hati Renata yang malang dengan nasib hidup yang bergantung pada dirinya.


Perlahan,Deon melangkahkan kaki menghampiri Renata yang terus mengoceh tak jelas termakan nafsu kemarahan terhadap dirinya.


Deon,tak menjawab pertanyaan renata.Dia terus melangkah maju hingga tubuhnya dan tubuh renata kembali dekat tanpa sekat.


Renata,yang meneteskan air mata sembari mengomel menyalahkan Deon atas Kemalang hidupnya,kini diam seribu bahasa.Tak di pungkiri oleh nya harum mint dari parfum Deon sangat menenangkan hatinya yang di Landa oleh kemarahan.


Wangi parfum beraroma mint itu sangat jelas tercium ,memenuhi rongga hidung Renata.


Cup


Tanpa basa-basi Deon,mengecup pipi kiri Renata dengan singkat dan pasti.Renata, sampai bersemu merah akibat kecupan Deon di pipi kirinya.


Cup


Tak cuma pipi kiri saja,namun pipi kanan pun mendapatkan gilirannya seakan ingin membagi rata kecupan bibir Deon di pipi Renata.


Renata, mengusap bekas kecupan bibir Deon di pipi kiri dan pipi kanan nya.Amat menjijikkan yang dia rasakan, pipinya memang sempat bersemu merah.Tapi,itu hanya sekilas saja,sebelum kemarahan dan kebencian kembali menguasai hatinya.


Plak


Renata,membalas kecupan bibir Deon di pipi kirinya dengan sebuah tamparan keras,hingga pipi Deon memerah.


Plak


Tak hanya sekali,Renata menampar pipi Deon di pipi yang satunya seakan membalas kecupan Deon di pipi kanan dan kirinya.


Deon,melongo mendapatkan sebuah balasan yang tak terduga dari wanita nya.Dia pikir Renata akan luluh dengan kecupannya, ternyata dia memang berbeda dengan wanita pada kebanyakan.