My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 41



Geram,itu yang di rasakan oleh noel.Di hari pertamanya dia bekerja,ralat.Di hari pertamanya dia menyamar sebagai karyawan rendahan,dia mendapatkan hinaan dari manager sombong nya dan juga dari wanita yang dia cintai.


Dia tidak sakit hati pada hinaan yang terlontar dari wanita nya,dia justru merasa senang bisa menghibur wanitanya yang di balut dengan penghinaan.


Justru dia merasa sakit hati kala dia mendapatkan teguran dan hinaan dari pak Budi tentang kebodohan dan keteledorannya.


"Silahkan kau tertawa sepuasnya".Gumam noel.Mengepalkan tangan.


"Karena kau adalah karyawan baru dan juga tidak bisa berbahasa Inggris,mari aku tunjukkan dimana letak toilet nya".Kata pak Budi sembari menuntun noel,mengikuti arah langkah kakinya.


Dengan terpaksa,noel menyeret kakinya mengikuti langkah kaki pak Budi walau hatinya merasa dongkol.Saat ini dia lebih memilih mengalah,mengikuti permainan yang dia ciptakan sendiri.


"Kau bisa menghina dan merendahkan ku,tapi tunggu.Tunggu sampai wanita ku mau menerima ku dan ku pastikan jabatan mu ,ku turunkan ".Gerutu noel.


Beruntung,pak Budi tidak mendengar ocehan noel,apalagi renata yang sudah jauh tertinggal.


"Disini,anak baru".Kata pak Budi sembari menunjuk toilet laki-laki.


Noel terdiam, dengan arah telunjuk pak Budi yang menunjuk toilet laki-laki.Tidak mengucapkan sepatah katapun apalagi masuk ke dalam.Toh,dia tidak ingin membuang hajatnya.


"Kenapa diam?, masuk ".


Noel,malah menyelonong pergi.Tak mengindahkan perintah pak Budi apalagi pak Budi menatap noel dengan tatapan tajam.


"Wey,anak baru".Teriak pak Budi.


"Sombong sekali tuh anak ".Omel pak Budi."Penampilan nya aja kayak culun aslinya kayak preman pasar.Diam-dism menghanyutkan ".Pak Budi terus menceracau,mengomentari penampilan dan sikap karyawan barunya yang tidak sopan.


Bahkan dia sudah menandai karyawan baru nya, di daftar buku hitam sebagai calon karyawan yang harus di depak dengan sesegera mungkin.


Sikap sombong dan tak tau diri dari karyawan baru tidak bisa lagi di toleransi,hanya tinggal menunggu sekali,dua kali lagi untuk mendepak si songong,anak baru.


Pak Budi berjalan dengan membawa amarah yang besar untuk si anak baru tapi sudah berlagak sombong,tak seperti karyawan baru yang lainnya.Sikapnya seperti pemilik resto saja.


"Andai aku bertemu dengan si bos,akan aku adukan sikap dia pada si bos".


"Pemimpin yang baik adalah dia yang mau menyelesaikan masalah internal dalam suatu perusahaan tanpa mengadu pada bos nya".Celetuk renata,tak sengaja mendengar ocehan pak Budi.


Pak Budi mendelik sebal."Yah,andai ini perusahaan,nyata nya ini resto bukan perusahaan ".Sahut pak Budi,sinis.


Renata,tersenyum.Biasanya dia selalu menghindar, bahkan tak berani menimpali ucapan pak Budi.Entah angin darimana hingga dia ingin sekali berkomentar, menyuarakan pendapatnya.


"Masa hanya gara-gara sikap dari anak baru,udah membuat nyali bapak ciut".Ledek renata.


"Kamu,kayak yang gak tau aku aja.Unggahan video tentang kamu aja,aku diam.Gak berani bertindak".Skakmat pak budi.


"Itu karena bapak tau, unggahan video itu tidak benar dan hanya fitnah belaka".Jawab Renata, dengan yakin nya.


Pak Budi terdiam,memang benar apa yang di katakan oleh renata.Pramusaji pendiam nya ini memang jarang bersuara,sekali nya bersuara langsung menjatuhkan mental lawan bicaranya.