My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 58



Di bawah tatapan penasaran rekan kerja nya Renata dan Noel berjalan ke dalam resto dengan berjalan beriringan,tak biasanya Renata datang bersama seorang pria apalagi pria itu merupakan karyawan baru.


Tapi tidak dengan Sarah,dia tersenyum penuh kemenangan.Pramusaji pendiam yang menjadi primadona dan menjadi rebutan dua cowok ganteng, idamannya sekarang tak lagi datang sendirian.


"Ada yang lagi bermain-main di air yang keruh nih".Gumam Sarah,tersenyum lebar.


Sedang dua cowok yang tanpa sadar memperebutkan pramusaji pendiam itu saling pandang.Bertanya lewat tatapan tajam mereka.


"Ada yang kalah nih.Wajah tampan,di kenal sebagai penakluk wanita dengan rayuan gombalnya dan si playboy cap kapak di kalahkan oleh bocah ingusan,mana culun lagi".Sindir Fahri.


"Istri orang aja bisa dapet,giliran anak gadis kalah cepat sama bocah culun".Balas sindir Alek,tak mau kalah dengan fahri.


Kedua cowok ganteng ini,saling melemparkan tatapan tajam mereka.Tak terima di sindir, seperti menjatuhkan harga diri dan mental dirinya masing-masing.


Tapi,yang di perebutkan malah bersikap biasa aja.Cuek dan diam itu pribadinya, tepatnya berpura-pura tidak tau padahal dalam hati dia merasa terganggu.


Renata bukannya pendiam,tapi dia sedang menjalankan peranannya sebagai wanita pendiam.Itu lebih baik daripada sok akrab tapi tidak di hargai.


Renata,berjalan menuju ruang ganti pakaian.Mengganti pakaian nya ke pakaian tempur nya,masih saja dia di lihat dan bahkan di ikuti oleh Sarah.


Yah,Sarah dia dengan berani mengikuti langkah kaki Renata setelah Noel tak lagi mengikuti nya.Terpisah dengan ruangan mereka yang berbeda.


Saat Renata hendak mengambil bajunya di loker dengan sigap tangan Sarah mencegah tangan Renata mengambil pakaiannya di lokernya.


"Re,kenapa Noel bisa bareng sama kamu?,dia siapa nya kamu?,apa hubungannya kamu dengan dia?,apa kamu punya hubungan spesial dengan karyawan baru itu?".Sederet pertanyaan memberondong diri Renata yang tidak tau apa-apa.


"Re,jawab jujur apa hubungan mu dengan si culun itu?".Tanya Sarah, begitu antusiasnya dia bertanya sekaligus menanti jawaban yang pasti.


"Hoam".Renata menguap."Sudah bertanya nya?, apalagi yang ingin kamu tanyakan,.Tanyakan lah,aku siap mendengarkan".Tantang renata.


Sarah menyugar rambutnya yang pendek ke belakang."Udah itu aja pertanyaan aku,jawab lah ".


"Pertanyaan mana yang ingin kamu dengar?,sedang sudah daritadi kau terus memberondong aku dengan banyak pertanyaan receh mu itu ".Sindir renata.


Sarah, mengepalkan tangannya.Memang tak mudah berhadapan dengan manusia seperti Renata,sudah pendiam,semua dianggap serius pula.Tak ada kata bercanda dalam kamus hidupnya semua di tanggapi dengan serius.


"Re,aku tanya dan kau jawab".


Renata memutar bola matanya."Sudah aku bilang, pertanyaan mana yang ingin aku jawab?".Sengaja Renata memancing emosi Sarah, karena tak ada jawaban atas pertanyaan Sarah.


"Kau memang menyebalkan".Gertak Sarah sembari menghentakkan kaki ke lantai.


Renata,memilih pergi ke bilik untuk mengganti pakaian nya daripada terus meladeni ucapan Sarah apalagi harus menjawab pertanyaannya.


"Sudah tau menyebalkan,kenapa masih bertanya?".Kata Renata sembari berlalu pergi.


Sedang Sarah, menatap kepergian renata dengan tatapan tak percaya.Dia yang bertanya,malah seenaknya di tinggalkan begitu saja.


"Sombong sekali dia".Gerutu Sarah,sembari melengos pergi.