
Keheningan kembali terjadi di suasana malam yang sepi dan sunyi,ada ketegangan diantara mereka berdua.Rania,masih enggan untuk bercerita lebih jelas,sedang Renata menanti cerita Rania dengan sabar.
Kata-kata Rania yang menyatakan pria itu mencintainya,jelas tak bisa di sanggah karena dia pun sudah mengetahuinya langsung dari orang nya.Hanya,bagi Renata tak mudah menerima cinta pria yang sudah membuat hidup nya menderita,apalagi di hatinya masih ada bayang-bayang masa lalunya.
Renata, bukan wanita bodoh.Dia tau,alasan Deon menanam bunga mawar dengan berbagai jenis warna dan tanaman herbal,dia tau hanya dengan antusiasnya Deon bercerita walau sedikit,tapi bermakna dalam.Sekilas,tapi memiliki makna yang dalam.
Kedua kakak beradik ini,diam saling pandang tapi dalam pikirannya sibuk menari-mari memikirkan sesuatu yang tak mungkin bisa di tebak apalagi di ketahui oleh orang terdekatnya.
Rania, dengan rasa takut dan cemasnya sedang Renata masih terpaku memikirkan perasaan Deon.Yah, perasaannya yang menyatakan rasa cinta terhadapnya,dan perasaan dirinya sendiri.
Bagaimana lah dia mau menerima cinta Deon,sedang tak ada kata'maaf'dan penyesalan dari Deon terhadapnya atas apa yang dia lakukan terhadap hidupnya.
"Tidur dek,ini sudah malam tak baik untuk kesehatan".Kata Renata,memecah keheningan diantara mereka.
Rania,tak menggubris ucapan Renata.Dia,masih sibuk dengan pikirannya sendiri, merangkai kata-kata yang tepat untuk memulai cerita nya.
Cerita yang mungkin akan mengungkap tabir misteri atas kepergian dan kepulangan nya secara mendadak,ingin rasanya dia berterus terang saja.
"Kalau sudah tau,kenapa kakak tidak menerima cintanya saja?". Celetuk Rania,mengawali pembicaraan.
Renata, melemparkan tatapan tajam nya kepada sang adik dia tau betul dengan penderitaan yang di sebabkan oleh pria yang sama yang telah menculiknya,tapi dia pula yang menyarankan dia untuk menerima cinta dari laki-laki tak bertanggungjawab, menurutnya.
"Ups ".Rania,menutup mulutnya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Renata, buru-buru dia membaringkan tubuhnya membelakangi kakaknya.
Renata,juga ikut membaringkan tubuhnya di samping Rania dengan membelakangi Rania pula.Kedua kakak beradik ini seperti sedang bermusuhan saja,tidur saling membelakangi.
Renata,tak bisa memejamkan matanya begitu saja kendati rasa lelah menyerang tubuhnya, kata-kata Rania telah berhasil menggoyakkan hati dan pikirannya.
Deon, mencintainya.Yah,dia mencintai sebabnya dia rela menjadi karyawan rendahan dia rela menculik adiknya dan sederhana kisahnya yang tak semua dia tau.
Renata mencintai Deon?,terlalu dini menurutnya menilai seseorang hanya dengan sebuah kata dan cerita yang di ceritakan oleh orang lain bukan berdasarkan apa yang dia lihat dan dengarkan.
Resah gelisah,diri renata sampai-sampai dia tidak kunjung memejamkan matanya,tidur pun berguling-guling tak karuan.
"Aku mencintai mu".
"Dia mencintai mu,kak".
Kata demi kata yang di lontarkan oleh Rania dan Deon terus menari-nari dalam pikirannya, menggoyahkan hatinya yang sudah menanamkan kebencian untuk Deon yang selama 3 tahun terakhir ini telah terpatri dalam hatinya.
"Sialan".Gerutu Renata,tak kunjung memejamkan matanya.Alhasil dia bangun dari tidurnya.
Memejamkan mata pun tak kunjung terpejam,tidur pun masih di hantui kata-kata Rania dan Deon.Cinta memang bulshitt dan racun bagi diri renata.