My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 53



Deon,duduk terlebih dahulu menghadap dua kursi yang saling berdekatan,tepat dimana Alifa dan Akmal akan melakukan konferensi pers untuk membantah pernyataan nya tentang Renata Kusuma di sertai dengan beberapa bukti sanggahan untuk menguatkan argumen nya.Sementara yang terduga,sedang asyik bercanda.


Yah,Alifa dan Akmal selalu berkomunikasi dengan janin yang ada dalam rahim Alifa.Mengajak buah hatinya berkomunikasi dan menjawab sendiri pertanyaan nya.


"Dede utun, jangan menyusahkan ummi yah bantu dia untuk tetap sabar dan ikhlas". Begitu kira-kira isi ucapan Akmal pada calon buah hatinya,dengan mendekatkan bibirnya di perut sang istri.


"Iya Abi".Ucapan Akmal di jawab sendiri oleh Alifa,calon ibu dari calon anaknya.


Alifa dan Akmal saling tertawa satu sama lain,tak memperdulikan Deon yang terus mengamati keluarga bahagia mereka yang tengah menantikan calon buah hati mereka yang sudah lama di nantikan.


"Keluarga kecil yang bahagia".Gumam Deon, sembari menyilangkan tangan di depan dadanya."Tapi,sayang hasil merebut".Ledek Deon, menatap sinis pada kedua manusia yang telah menorehkan luka di hatinya.


Setelah di rasa kedua nya cukup untuk mengajak calon buah hati mereka berkomunikasi.Alifa dan Akmal berjalan menuju kursi masing-masing setelah tadi dia meminta map dan berkas-berkas bukti penguat sanggahan pada Arumi,asisten Alifa.


"Terimakasih,Arumi".Tak lupa Alifa mengucapkan sepatah kata ungkapan rasa terimakasih nya pada asisten setianya yang sama-sama tengah mengandung.


Arumi,asisten Alifa pada akhirnya menikah dengan Brian,asisten dari Akmal.Takdir memang tak ada yang tau, terbukti dengan Arumi dan Brian yang menikah melalui peranan atasan mereka masing-masing.


Tanpa basa-basi Alifa dan Akmal menjelaskan dan beberapa kali mereka meminta untuk tidak menghujat seorang pramusaji biasa,bernama renata Kusuma karena semua pernyataan nya tidak benar.


Alifa dan Akmal menjelaskannya secara singkat,padat dan jelas.Mengingat waktu sudah menunjukkan larut malam,tak baik untuk kesehatan ibu hamil.


Yah,mau tak mau Alifa harus menuruti perintah Deon setelah dia menyadari pernyataannya telah menimbulkan fitnah untuk pramusaji biasa yang tengah berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah ibu kota.


"Terimakasih Alifa,walau kau sudah menyakiti hati ku tapi aku bangga pada mu".Kata pujian terlontar dari bibir Deon,tapi hanya berupa gumaman kecil.


"Kepada netizen dan masyarakat di seluruh Indonesia,atas nama Aisha alifa saya pribadi memohon maaf untuk yang se besar-besaran nya dan saya harap Jangan menghujat apalagi membenci pramusaji yang bernama Renata Kusuma karena Renata Kusuma yang saya maksud berbeda dengan renata Kusuma ,pramusaji di resto double D".Pinta Alifa,sebelum dia mengakhiri konferensi pers nya.


Alifa bangkit berdiri di pegangin oleh Akmal dengan begitu mesranya.Akmal memperlakukan Alifa bagai ratu.


"Kau bisa memperlakukan wanita mu dengan cara yang terhormat dan memperlakukan nya seperti ratu.Begitu pun dengan aku".Kata Deon, menginterupsi langkah kaki Alifa dan Akmal.


Alifa dan Akmal,menoleh kearah Deon."Yah,aku percaya".Sahut Alifa,kembali melanjutkan langkah kakinya.


"Hah,sombong sekali".Kata Deon, merendahkan.


Alifa bukannya dia tidak ingin berbicara panjang lebar dengan Deon,tapi lagi hormon kehamilan nya membuat dia cepat merasa lelah.


"Ada hubungan apa dia dengan pramusaji bernama renata Kusuma?".Tanya Alifa.


"Kekasih,mungkin".Jawab Akmal, ogah-ogahan memberi tanggapan.


"Mungkin juga kali yah,aku tau dia laki-laki yang gak mudah jatuh cinta tapi sekali nya cinta akan menjadi cinta mati".Jelas Alifa.


Tanpa dia sadari,Akmal memberenggut sebal.Istrinya memuji pria lain di hadapannya."Tak memikirkan perasaan suami".Gumam Akmal,pelan.