
"Bodoh dan cinta, keduanya hanya berbeda tipis".Sahut Bram,tak sengaja mendengar gumaman Deon.
Deon, mengarahkan pandangannya kearah Bram.Kali ini telinga dan pikirannya sudah kembali normal, sehingga dia mampu mendengar ucapan Bram.
"Maksud?".
Bram, menghentikan mobilnya ke pinggiran jalan sebelumnya dia sudah melihat-lihat dulu situasi sebelum memarkirkan mobilnya.
"Siapa yang pak bos maksud?".Tanya Bram,berbalik badan menghadap deon.
Deon,merubah posisi duduknya menjadi dekat dengan Bram bak sepasang kekasih sedang memadu kasih di dalam mobil.
"Mommy ku.Mommy ku dulu_".Deon tak bisa menahan perasaan sendiri,cerita masala lalu mommy nya dia ceritakan pada bawahannya.
Tak apa,berbagi cerita dengan orang lain apalagi itu bawahan kita.Toh,dia adalah orang yang bisa di percaya dan dapat menyimpan rahasia.
Deon tak segan-segan bercerita pada Bram, supir pribadi sekaligus asistennya mengenai masa lalu dari mommy nya dan kegoblok an nya dalam mempertahankan daddy-nya yang berkali-kali berselingkuh dan main tangan.
"So, laki-laki seperti itu harusnya jangan di pertahankan bukan?".Tanya Deon, mengakhiri cerita nya.
Sedari tadi,Bram mendengarkan keseluruhan cerita Deon sambil manggut-manggut dan bahkan sampai menahan napasnya agar dia bisa mengerti dan memahami keseluruhan cerita deon.
Satu yang baru dia tau mengenai masalah kehidupan bosnya ini,dan ini adalah momen langka bagi deon bisa bercerita masalah pribadinya pada orang lain.
Satu hal yang dia tau pula ternyata kehidupan pribadi Deon tak seperti semulus jalanan.Cerita hidupnya penuh dengan lika-liku semulus dan seluruh apapun jalanan pasti kita akan menjumpai jalanan yang berliku,penuh dengan tikungan,tanjakan,turunan dan jalanan berbatu bahkan berlubang.
"Dengarkan baik-baik pak".Pinta Bram."Cinta boleh,goblok jangan.Satu yang pasti,bila cinta perjuangan,bila tidak jangan di paksa.Cinta bukan paksaan bukan pula kebodohan.Ingat, cinta dan bodoh itu bedanya tipis".Jelas Bram,mendadak dia menjadi pakar cinta entah ilmu darimana.
Deon dengan polosnya malah manggut-manggut,menyetujui ucapan Bram.Dia sandarkan kepalanya pada sandaran kursi.Dapat dia pahami penjelasan Bram, seakan mengingatkan dia pada tujuan semulanya, berpura-pura menjadi karyawan rendahan hanya untuk mendapatkan hati seorang Renata Kusuma.
"Bram,cepat putar balik".Pinta Deon.
Bram sampai melongo,tak percaya pasalnya mereka hampir sudah dekat dengan apartemen mereka.Mendadak tuannya malah menginginkan putar balik,tak memikirkan rasa lelah orang lain.
"Sekarang?".
"Tahun depan,yah sekarang lah".Gertak Deon, kesal.
Berharap itu hanya lelucon, ternyata emang benar adanya.Mau tak mau Bram harus mengikuti titah paduka prabu Siliwangi dengan hanya menunjuk saja,semua tunduk dan patuh terhadap perintah nya.
Bram,memutar balikkan stir kemudi,sesuai arahan dan keinginan tuannya.Baru saja singa jantan itu jinak,sekarang malah mendadak menjadi beringas kembali ke setelan awal nya.
Deon,tak hanya berdiam diri saja.Sudah cukup waktunya bersenang-senang,sudah cukup pula dia istirahat sejenak.Dia mengambil laptop nya yang tak jauh dari sisinya, mengerjakan sesuatu di balik layar berbentuk persegi panjang ini dengan logo apel habis di gigit.
Ada beberapa pesan notifikasi masuk ke email termasuk dari pak Budi,manager cabang resto double D.Dalam pesan nya pak Budi beramah tamah dan menyetujui ajakan jamu malam nya.
"Hah, penjilat sekali".Gumam Deon, menatap jijik.