My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 23



"Renata Kusuma". Panggil seorang pengunjung,menelisik dari nama yang terpampang di depan dada renata.


Renata, menghampiri salah satu pengunjung yang memanggilnya.Tak menaruh curiga sedikitpun,pada orang yang memanggilnya.


"Yah".


"Renata Kusuma,nama kamu seperti nama adik dari pelakor perusak rumah tangga orang tua ku".


"Maaf,anda siapa?".Tak terima rasa nya Renata di tuduh sebagai pelakor,perusak rumah tangga orang lain padahal dia sendiri tidak tau menahu tentang pengunjung wanita dengan seorang pria tampan.


Pria di sebelah nya,terlihat mengusap lengan wanitanya.Memberikan ketenangan pada wanita nya, seperti dia mengingat dengan betul rasa sakit yang di sebabkan oleh wanita bernama renata Kusuma.


"Sayang, namanya aja yang sama tapi orang nya berbedakan.Jangan banyak berpikiran aneh-aneh".Kata si pria, menenangkan wanitanya.


Wanita itu pula,terlihat mengatur napasnya.Mencoba untuk menenangkan diri,yang sepertinya dia sedang mengandung.Hormon di dalam tubuhnya cepat berubah,itu pula yang mempengaruhi pikiran dan perasaannya.


"Mbak".Panggil,wanita itu."Maafkan saya,yang sudah menuduh mbak".Sesal wanita itu, matanya berlinang air mata.


Sekali lagi,Renata hanya memberikan ulasan senyuman manisnya.Bukan masalah baginya, mendapatkan tuduhan seperti itu.Dia sadar, wanita yang ada di hadapannya sedang mengandung, perasaannya menjadi sensitif.


"Alifa, sayang". Laki-laki itu menggenggam tangan wanitanya."Minta maaf secara baik-baik sayang".Ucap lembut sang pria.


Wanita yang bernama Alifa itu,berdiri memperhatikan penampilan renata dari atas kepala hingga ke bawah.'Cantik',itu kata pertama yang dia lihat dari diri renata,kendati wajahnya terlihat datar.Tak terusik dengan panggilan dia yang menyebutkan sebagai adik pelakor.


"Maafkan aku, renata Kusuma".Ucap wanita itu,sembari mengulurkan tangan kanannya.


Renata, tersenyum manis."Gak papa,mbak".Sahut renata,balas menjabat tangan wanita yang bernama alifa.


"Renata Kusuma, seperti yang Ada di nametag ku".Balas ramah renata,melepas jabatan tangan nya.


"Renata".


Interaksi kedua wanita ini harus terhenti,kala renata mendapatkan sebuah panggilan dari rekan kerjanya.Memanggilnya untuk melakukan pekerjaannya.


"Maaf".Pamit Renata,sembari berlalu pergi.


Mata Alifa,membuntuti renata yang pergi dari hadapannya hanya dengan satu kata.'Maaf' hanya itu saja,tak seperti pramusaji yang lainnya.


"Sudah sayang".Pria itu kembali menenangkan pikiran dan hati istrinya yang berubah menjadi sensitif karena sedang mengandung buah hati mereka yang akan menginjak 3 bulan.


"Namanya sama yah?".Alifa membeo,teringat dengan nama adik pelakor orang tuanya.


Pria itu menggandeng tangan wanitanya,menyuruh duduk kembali sembari mengelus perut wanitanya dengan lembut.


Hormon ibu hamil yang berubah drastis tentu,di perlukan suami yang siap siaga dan perhatian terhadap istrinya yang sedang mengandung.


Pikiran wanita itu masih mengarah pada renata,nama yang sama dengan adik dari wanita penghancur rumah tangga orang tuanya.


Nama itu dia ketahui saat pramusaji cantik itu tengah menata makanan pesanan mereka.Ekor matanya menangkap nametag pramusaji itu tanpa berkedip.


Seingatnya, wanita itu di penjara tapi dia tak ingat kurun waktu hukuman nya berapa lama.Rasa penasaran dan masih trauma,belum lagi hormon nya yang berubah mendorong wanita itu untuk bertanya lebih lanjut.


Ternyata dugaannya salah.Nama yang sama,tak berarti orang nya sama.Wanita itu memang tak mengetahui nama belakang dari wanita yang di curigai.