My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 133



Renata kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda bahkan dia telat melakukan aktivitas nya hanya karena menunggu ucapan yang selama ini dia nanti-nantikan tapi nyatanya sampai sekarang dia tak kunjung mendapatkan nya.


Walau hatinya masih menyimpan rasa kesal sejak perdebatan itu di mulai,tapi dia tak mungkin mengabaikan pekerjaan nya.Pekerjaan yang dengan susah payah dia dapatkan meski harus mendapatkan bantuan dari pamannya.


Renata,ingin sekali berteriak sekencang mungkin agar rasa kesal di hatinya sedikit berkurang.Tapi, nyatanya tak bisa belum lagi tak ada tempat sepi nan nyaman untuk dirinya lebih leluasa berteriak sesuka hatinya.


Akibatnya Renata bekerja dengan memasang wajah masam.Cemberut bak anak gadis yang tengah mentruasi.Semua serba salah,semua di rasanya membuat dirinya kesal dan marah-marah tak jelas.


Yang menjadi korbannya tak lain dan tak bukan adalah kedua orang yang tak bersalah menjadi korban salah amuk dari si pramusaji pendiam.


Seperti saat ini,saat Alek meminta Renata untuk mengantarkan menu makanan yang sudah siap diantar menuju meja pelanggan.


"Re,tolong kamu antar makanan ini ke meja no .12 yah?".Pinta Alek, dengan lembutnya.


Renata, menatap tajam kearah Alek."Apa kamu gak lihat,aku baru aja mau duduk indah di suruh nganterin makanan?".Gertak Renata sembari melayangkan tatapan tajamnya.


Gleg..Gleg...Gleg...


Susah payah Alek,menelan salivanya.Tatapan tajam Renata yang tak biasa, membuatnya mati kutu bahkan merasa ketakutan.Renata, pramusaji pendiam nya tak pernah sedikitpun menatap tajam kepada dirinya.


"Re,maaf_".


"Percuma minta maaf,sudah terlanjur dan tak bisa di tarik lagi ucapan mu.Toh,ini juga tugas saya sendiri".Tak ada kelembutan dalam tutur kata renata,semua di landaskan karena emosi semata.


"Kalau kamu gak mau,aku bisa menyuruh pramusaji yang lain untuk menggantikan tugas kamu".Tawar Alek.


Renata,tak menggubris ucapan Alek.Dia malah melenggang pergi sambil membawa nampan berisi menu makanan pesanan siap antar walau sepanjang perjalanan renata memasang wajah cemberut.


Alek sendiri sampai melongo,tak percaya dengan sikap Renata yang tiba-tiba marah dan cemberut.Setiap katanya ngegas Mulu,tak ada lemah lembut nya.


Jika,bisa di lihat dan di dengar mungkin mahkluk tak kasat mata itu akan menjawab ucapan Alek.'Sembarangan menuduh kami,cewek loe kayak gitu karena ulah kalian sendiri 'Mungkin seperti itu ucapan mereka terhadap spekulasi Alek terhadap mereka.


Alek, mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah,takut jika di resto tempat nya bekerja memang ada jin penunggunya.


"Iiih..Serem"Katanya bergidik takut.


Renata,memang masih merasa kesal terhadap Deon yang dengan memasang wajah datar.Dirinya tak merasa bersalah atas apa yang dia lakukan terhadap gadis perantau yang mencoba mengubah nasib keluarga nya.Tapi,di hancurkan oleh si tuan kuasa atas dasar kekuatan uang yang dia miliki.


Renata, mencengkram ujung baki dengan kuat seakan melampiaskan segala kekesalan dan amarahnya yang tersimpan di dalam hati dan tak tersalurkan pada orang yang tepat.


Renata berjalan menuju meja no.12 sesuai dengan meja yang ada dalam pesanan,terdapat di luar resto dengan pemandangan menghadap taman resto yang di tumbuhi oleh berbagai macam jenis bunga.


"Selamat menikmati mbak,mas".Sentak renata,sembari menurunkan baki dengan kasar.


Renata,tak membutuhkan jawaban dari pelanggan nya.Kepalang sudah kesal di buat Deon,Renata tak segan melampiaskan nya pada pelanggan yang datang bahkan dia dengan kasar menurunkan dan menyodorkan baki berisi menu makanan pesanan mereka.


"Tunggu,mbak".Teriak si pelanggan wanita,yang tak percaya dengan sikap kasar dan tak sopan dari pramusaji yang membawa menu makanan pesanan nya.


Renata,mana mau mendengarkan.Hati dan pendengarannya sudah tertutup oleh kebencian dalam hati terhadap pemilik resto.


........


***Hi guys jangan lupa tinggalkan jejak dengan mengirim,hadiah,vote,like dan komen..


Terimakasih yang sudah mau membaca, terimakasih untuk dukungan nya dan maaf aku update nya gak banyak***....