
Dengkuran yang sengaja di keraskan adalah cara Rania untuk mengelabui Renata agar dia lepas dari pertanyaan demi pertanyaan yang sudah pasti akan di lontarkan oleh Renata terhadapnya.
Rania,berbalik badan,menghadap Renata yang sudah terlelap tidur hanya dengan hitungan menit saja.Rania,tatap lekat-lekat wajah Renata yang terlelap tidur.
Cukup lama Rania,menatap wajah lelah sang kakak,ada alasan khusus yang membuatnya sampai sekarang enggan untuk bercerita terus terang.
Rania,usap pipi Renata secara perlahan sembari meneteskan air matanya.Bukan dia tak ingin bercerita terus terang,hanya dia belum siap.
"Maaf kak,maafkan aku yang selama ini terus merepotkan mu dengan tingkah laku ku sendiri.Maaf".Rania,begitu menyesal terus-menerus merepotkan sang kakak.
Rania,kembali mengusap pipi Renata lagi, seakan dia ingin menguatkan jiwa sang kakak yang rapuh dan lemah.
"Maaf".
"Jangan terus minta maaf dek".Sahut Renata,sembari membuka matanya dan tangan nya menepis tangan Rania yang mengusap pipinya.
Refleks,Rania mundur terkejut dengan Renata yang tiba-tiba membuka matanya padahal setahunya Renata sudah terlelap tidur.
"Jangan minta maaf dek,aku tau dalang di balik penculikan mu".Renata,bangun dari tidurnya yang tadi hanya pura-pura saja untuk mengelabui Rania.
Merasa di bohongi oleh sang kakak dengan pura-pura tidur,dia malah berbalik badan memunggungi Renata yang terduduk,meminta penjelasan darinya.
Dia,belum siap bercerita dengan Renata,belum siap menerima reaksi dari Renata,apalagi itu sampai membebaninya.
Renata,paham dengan apa yang di lakukan oleh Rania.Dia menghampiri Rania yang pura-pura tertidur sembari membelakanginya.Di usapnya puncak kepala Rania dengan penuh sayang.
Dulu,dia juga pernah berada di posisi Rania hanya yang membedakannya dia tak bisa bercerita pada siapapun dan hanya bisa menyimpan rapat-rapat masalah seorang diri.
Masalah nya lebih besar dari Rania,itu pula yang membuat Renata memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri walau gagal.Di gagalkan oleh pria yang telah membuatnya hancur dan menderita.
Renata,mengusap puncak kepala Rania tiada hentinya seakan menina bobokan adik kesayangannya sekaligus satu-satunya,harta yang paling berharga yang tersisa dan amanah yang harus dia jaga.
Rania,masih meneteskan air matanya.Dia juga tau permasalahan sang kakak jauh kendati Renata tak pernah bercerita kepada nya.Justru dia tau cerita nya dari pria yang telah menculiknya yang di sinyalir dia juga yang membuat kakak hidup menderita.
Cinta, katanya cinta yang mendasari pria itu menculiknya.Cinta yang besar untuk sang kakak,tapi dia pula yang menghancurkan kehidupan wanita yang dia cintai.
"Dia,mencintai mu kak".Lama bungkam seribu bahasa, akhirnya Rania mau membuka mulutnya.
Rania, bangun dari tidurnya duduk di samping Renata yang menatapnya tanpa berkedip.
"Dia,mencintai mu kak".Kata Rania,lagi sembari menggenggam tangan Renata.
"Aku tau,dek.Aku tau"Sahut Renata,balas mengenggam tangan Rania."Aku tau,untuk itu aku ingin mendengar cerita dari mu".
Diam,itu yang di lakukan oleh Rania.Dia masih belum berani bercerita, hanya sedetail kata saja yang bisa dia ucapkan tanpa mau berterus terang.
Cinta pria itu unik, cintanya pada sang kakak di tempuh dengan jalan ekstrem dan unik berbeda dengan kisah cinta dari orang kebanyakan.