
Interaksi Deon dan Alifa terbilang cepat dan singkat bagi dirinya yang masih merindukan sosok wanita di masa lalunya,wanita yang terus menghantui pikiran nya selama lebih dari 3 tahun ini.
Deon,yang sudah tak merasa ada kepentingan lagi di taman buatan rancangannya.Dia beranjak pergi menuju ke dalam resto,mengecek persediaan barang atau sekedar memantau pekerjaan karyawan nya.Tapi, langkah kakinya terhenti di kala ekor matanya tak sengaja menangkap sosok wanita paruh baya yang tak asing lagi bagi dirinya
"Sedang apa mommy ku disini?".Tanya Deon pada diri sendiri,sembari menghampiri mommy danita yang duduk sendirian di pojok resto.
Mommy danita,yang rindu terhadap putranya dan ingin bertemu dengan sesegera mungkin malah di kejutkan oleh interaksi putranya dengan wanita yang sudah bersuami,belum lagi karyawan putranya seakan menampakkan kesombongan.Menambah rasa terkejut dirinya,yang sebelumnya dia tidak tau apa-apa.
Lamunannya mengarah pada kejadian pada 3 tahun yang lalu, perjodohan sang putra dengan putri konglomerat ternyata hanya menimbulkan luka di hati dan awal dari kehancuran rumah tangga nya yang dengan susah payah dia pertahankan.
Tak dapat dia pungkiri,ini semua atas kecerobohannya sendiri.Seandainya dia tak memaksa Deon untuk menerima perjodohan atas usul mantan suaminya,mungkin cerita nya tidak akan seperti ini.Nyatanya,semua sudah terlambat untuk di sesali apalagi harus mengulang kembali cerita yang hidup yang terlanjur berakhir.
Setetes air mata membasahi pipi mommy danita yang masih terlihat aura kecantikannya di umurnya yang tak lagi muda.Rasa sesal itu terus menghantui dirinya.
"Mom".Ucap seseorang sembari menepuk pundak mommy danita.
Mommy danita, buru-buru menghapus jejak air mata yang menetes tanpa permisi.Dia memutar tubuhnya,menghadap pria yang memanggilnya.
"Anak ku,Deon".Sahut mommy danita,seraya berdiri memeluk tubuh sang putra yang dia rindukan.
Deon,balas memeluk tubuh mommy danita kendati dirinya di Landa kebingungan atas kehadiran mommy nya yang tiba-tiba ada di resto nya tanpa pemberitahuan.
Deon,mengelus punggung mommy danita dengan lembut.Dia juga sama merindukan mommy nya yang sudah 2, bulan ini tak bertemu, berkomunikasi pun tidak.
"I Miss you too my son"Sahut mommy danita,sembari mengeratkan rangkulan tangannya seakan tak ingin berpisah lagi dengan sang putra.
Mommy danita dan Deon saling melepas rindu di bawah tatapan para pelanggan dan juga pramusaji, waiters dan seluruh orang yang ada di resto.Tak terkecuali, renata.
Yah,Renata dapat melihat adegan mesra antara anak dan ibunya ini dengan begitu jelas dan dekat,sebab dirinya tak berada jauh diantara keduanya.
Dalam hati,dia juga menginginkan hal yang serupa yang terjadi antara Deon dan mommy nya.Sesuatu,yang langka pula di lihat oleh dirinya yang terlanjur membenci Deon Wilson.
"Kebaikan mu tertutup oleh keburukan mu sendiri".Gumam renata sembari berlalu pergi,muak dengan adegan antara anak dan ibu yang terkesan di buat-buat.
Berbeda dengan pemikiran pelanggan yang lain, mereka merasa terharu melihat kedekatan antara ibu dan anak bahkan mereka tak risih saling melepaskan kerinduan diantara mereka berdua di hadapan orang banyak.
"Aw...So sweet"Ucap pelanggan sembari menyilangkan kedua tangannya ke udara,terbaru dan hatinya meleyot melihat kedekatan antara ibu dan anak ini.
Deon dan mommy danita, melepaskan pelukan mereka.Deon, menghapus jejak air mata mommy danita begitu pun dengan mommy danita menghapus jejak air mata Deon.
"Anak laki-laki mommy satu-satunya hak boleh menangis".Kata mommy danita,sembari terus menghapus jejak air mata Deon.
Deon,bergeleng kepala."Gak mom".Sahut Deon,tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya, seakan ada rasa sakit di dalam hatinya.