
Proses lamaran yang di lakukan dengan cepat dan penuh dengan kejutan belum lagi ada intrik drama di dalamnya.Namun,acara itu menemui sebuah jalan kebahagiaan dan suratan takdir yang telah mereka jemput dengan cara mereka masing-masing.
Renata,tak henti-hentinya tersenyum bahagia, senyuman yang dulu pernah sempat ada namun meredup di kala Deon menghancurkan kehidupan nya dengan cara yang sadis dan kejam.
Rania,meski sempat menentang di awal karena dia takut sang kakak akan terluka untuk kesekian kalinya,tapi akhirnya dia bisa tersenyum bahagia kala Deon menepis segala prasangka buruknya tentang dirinya.
"Aku berjanji akan menjaga,melindungi Renata".
"Gak sekalian mengayomi?".Tanya Rania,mencoba berkelakar di tengah situasi tegang.
Deon, hanya bisa tersenyum tau betul apa yang di rasakan oleh rania.Dia juga menjadi korban atas keegoisannya sendiri dalam mendapatkan cinta dan hati renata.
Malam ini,Deon menyambangi rumah sewa mereka untuk sekedar melepas rindu dan berbasa-basi.Tapi, ternyata acara romantis dirinya dengan Renata harus terganggu dengan raut wajah Rania yang tak bersahabat.Karenanya Deon memutuskan untuk berbicara berdua dengan Rania,yang masih menaruh curiga.
Di bawah cahaya bulan bintang ini, semua praduga negatif dan ketegangan yang sempat terjadi akhirnya bisa mencair juga.
Rania, mempercayai Renata di tangan seorang Deon Wilson yang nyaris membuat Renata bunuh diri karena depresi.
"Lagi ngobrol apa?, kayaknya seru banget?".Kata Renata,sembari menyimpan nampan berisi kudapan.
Deon dan Rania,saling pandang takut Renata mendengar ucapan mereka,apalagi Rania sempat mengutarakan kekhawatirannya.
"Iya,kami sedang membicarakan pernikahan mu kak".Kilah Rania,sembari berjalan menghampiri Renata dan mengandeng tangan nya.
...****************...
Persiapan pernikahan berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,tak ada kendala apapun yang mungkin akan mempengaruhi acara sakral mereka.Perdebatan dan saling salah paham tak terjadi untuk persiapan pernikahan Deon dan renata, keduanya saling mengutarakan pemikiran dan keinginan mereka masing-masing.Seperti Renata yang menginginkan pak Budi sebagai wali nikahnya setelah ayahnya tiada beberapa waktu yang lalu.
Deon,yang sempat membenci pak Budi harus menurunkan ego nya agar pernikahan mereka bisa berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan wanita yang di cintainya.
Deon pun harus kembali bersabar dan merendahkan dirinya kala keinginan demi keinginan Renata terkadang bertentangan dengan keinginan dirinya.
Satu,yang terlupa.Daddy David juga harus ikut andil dalam menyaksikan acara sakral mereka, lagi-lagi itu bertentangan dengan duri Deon dan mommy danita.Sekali lagi Deon harus bersabar.
"Aku belum pernah melihat Daddy mu,apa boleh aku bertemu dengannya?". Permintaan Renata di suatu malam yang romantis,harus di hancurkan oleh keinginannya yang jelas itu hampir membuat mereka bertengkar.
Di mintai permintaan seperti itu membuat Deon terdiam sesaat, memikirkan cara untuk menolaknya tapi dia tak kuasa untuk menolaknya apalagi harus sampai acara sakral mereka Batak hanya karena masalah sepele.
"Baik,jika itu yang kamu minta akan aku usahakan".Kata Deon, menenangkan diri Renata yang sudah cemas akan Jawaban dirinya.
Renata, tersenyum kala Deon menyanggupi semua keinginannya tanpa membantah apalagi drama-drama lainnya yang sering terjadi jelang pernikahan.
"Terimakasih".Ucap Renata,tersipu malu pada deon yang ikut tersenyum begitu manisnya.