My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 151



Deon,yang semalam sudah mengadakan meeting dadakan di tengah malam buta dengan agenda permasalahan ekonomi yang akan di hadapi tahun depan.


Wacana tentang resesi global akibat dampak dari pandemi tahun lalu.Tak sedikit perusahaan yang tutup dan berpindah ke daerah yang UMR nya kecil di karena ekonomi yang kembali terombang-ambing.


Wacana itulah yang menjadi pokok permasalahan yang harus segera di tangani secepat mungkin agar tak terjadi PHK besar-besaran apalagi sampai gulung tikar.


Pikiran Deon,sudah tercurahkan malam tadi hingga selesai meeting pada pukul 2 dini hari.Perdebatan yang alot dengan agenda berat terjadi disana.Pagi ini, pikiran nya kembali di sibukkan dengan keberadaan Rania yang belum juga di temukan.


Mangsanya yang akan memuluskan rencananya malah kabur dengan begitu mudahnya.


Pikiran yang kacau, istirahat yang kurang dan sekarang dirinya harus di hadapkan pada beberapa persoalan dan permasalahan di dunia bisnis membuat Deon menjadi uring-uringan sendiri.


Sedari tadi dia terus mondar-mandir di depan pintu masuk resto.Dia memang tak pulang ke apartemen nya,tapi pulang ke resto nya.Tempat sang wanita pujaan hatinya bekerja.


"Apa si tengil,Rania sudah bertemu dengan renata?,apa dia sudah bercerita dengan Renata?, bagaimana ini,hancur sudah rencana ku?". Khawatir dan resah jelas menyerang diri Deon.


Deon,terus mondar-mandir di depan pintu restonya.Jelas terlihat di wajahnya kegelisahan dan kekhawatiran di wajahnya.Satpam jaga pun, terlihat kebingungan dengan raut wajah bos nya.


"Kenapa bos kita,terus mondar-mandir di depan pintu?"".Tanya satpam jaga pada teman di sebelahnya.


Yang di tanya terlihat mengedikan bahu nya."Mana aku tau,mungkin ada masalah kali". Jawabnya,acuh tak acuh.


Satpam yang satu terlihat jengkel dengan jawaban temannya."Iya aku tau ada masalah tapi masalah apa,ferguso". Hardiknya dengan begitu kesalnya.


Tak hanya satu jaga saja yang terlihat kebingungan dengan tingkah laku big boss mereka tapi karyawan resto itu yang datang paling awal saja merasa heran dengan pemandangan yang tersaji di depan mereka,apalagi dia adalah seorang big boss akan sangat tidak etis jika bersikap seperti sedang ada masalah dan memang benar adanya begitu.


"Yah,tapi aku berharap itu tidak berhubungan dengan pekerjaan kita apapun itu masalah".Timpal rekan kerjanya.


Pembicaraan mereka harus terhenti di kala Renata datang menghampiri mereka dengan pertanyaan yang tak jauh berbeda dengan mereka.


"Ngapain big boss ada di depan pintu?,apa ada masalah?".Celetuk renata.


Kedua rekan kerjanya,menoleh kearah renata.Pramusaji pendiam namun rajin dan cekatan dalam bekerja.


"Seperti memang begitu,karena dari tadi dia terus mondar-mandir gelisah".Jawab si cleaning servis.


"Mungkin,tapi semoga masalah bukan yang bersangkutan dengan pekerjaan ".Harap Renata,di angguki oleh kedua rekan kerjanya.


Mereka memutuskan untuk menemui big boss mereka bukan bermaksud bertanya tentang sikapnya yang sedari tadi terus mondar-mandir seperti orang linglung tapi karena mereka kesana untuk bekerja.


"Pagi pak bos".Ucap kedua rekan Renata


Deon,yang sedari tadi berjalan mondar-mandir terkejut dengan suara sapaan dari arah belakangnya.


Deg


Begitu dia menoleh,dia kembali di kejutkan oleh kehadiran Renata diantara dua pria yang tak lain dan tak bukan merupakan karyawan nya.


Deon,tak menjawab ucap salam dari kedua pria yang mengucapkan sapaan kepadanya, melainkan fokusnya pada Renata.Yah, renata.Wanita yang dia cintai, setelah Alifa.Berharap dia mampu menggeser Alifa di tahta tertinggi hatinya.