
"Hah,dua cowok buaya lagi beraksi".Gumam Deon, menyaksikan perdebatan kedua pria demi mendapatkan perhatian renata.
Sedang Renata,terlihat ogah-ogahan mendengar perdebatan kedua pria yang seperti anak kecil sedang berebut mainan.Keduanya sama-sama terlihat keras,tak mau mengalah.
Entah angin darimana,Deon melangkah dengan beraninya.Masa bodoh dengan perdebatan kedua pria idola kaum hawa.Dia menyeret paksa tangan Renata,menjauh dari kedua pria yang masih asyik berdebat.
"Playboy kelas kakap,dia gak bisa di rayu dengan rayuan gombal mu yang basi itu".
"Dia juga ogah jalan sama pebinor kayak loe".
Sibuk dan asyik saling berdebat hingga tak menyadari mangsanya telah di bawa kabur oleh pria yang tak di duga nya.
Karyawan baru bin culun itu secara diam-diam telah membawa Renata pergi dengan cara jalan mengendap-endap seperti maling yang takut ketahuan oleh pemilik rumah nya.
Hati-hati sekali deon membawa Renata pergi.Renata pun tak menolak ajakan Deon yang menyeret tangan nya,menjauh dari kedua bocil yang asyik memperebutkan mainan baru mereka.
"Apa kamu sudah terbiasa dengan perlakuan mereka berdua?".Tanya Deon,begitu mereka sudah berada jauh dari kedua pria yang saling berebut perhatian renata.
Bukannya menjawab,dia malah menoleh sebentar pada kedua pria yang sudah di tinggalkan nya demi seorang pria yang baru di kenalnya.
"Aku yang bertanya,bukan mereka ".
"Aku tau".Sahut Renata,menoleh pada Deon."Aku tau dan terima kasih karena kau sudah membebaskan ku dari dua predator pemangsa wanita ".Jelas Renata.
Deon menghentikan langkah kakinya."Jadi apa jawaban mu?".
Renata juga ikut menghentikan langkah kakinya,ulasan senyum dia berikan pada karyawan barunya."Sudah biasa atau enggaknya itu bukan urusan kamu".Kata Renata ketus sembari berlalu pergi.
"Wanita itu, rupanya sudah berada jauh berbeda dari dulu".Ucap Deon, melangkah kaki menyusul renata yang berjalan dengan cepatnya.
Renata,memang sudah terbiasa berjalan cepat bak gadis tomboi tak seperti anak gadis kebanyakan yang berjalan anggun bak model yang berjalan diatas catwalk.
"Re, sebaiknya kamu pulang bareng sama aku aja daripada pulang bareng dengan biaya darat".
"Daripada sama pebinor,ntar kamu kena imbasnya".
Bagai kucing jantan yang tak sengaja bertemu, keduanya saling menjatuhkan dengan kata-kata murahan mereka dengan tatapan tak bersahabat.
Tak ada jawaban dari renata,tidak pula terdengar napasnya.Alek, penasaran dengan Renata yang sedari tadi berdiam diri tak menjawab pertanyaannya atau pertanyaan Fahri.
"Re".Panggil Alek,menoleh pada arah Renata yang setau nya berdiri tak jauh dari dirinya.
Tapi, begitu dia menoleh.Alangkah terkejutnya dia saat di dapati nya Renata sudah tidak ada di sekitarnya.
"Renata".Teriak Alek, mengedarkan pandangannya ke segala penjuru arah.Tak ada,tak ada sosok renata dimana pun.
Begitu pun dengan Fahri,dia juga ikut membantu mencari renata sama seperti Alek yang sekarang saja dia seperti orang linglung.Berjalan kesana-kemari sembari meneriakkan nama renata.
"Renata..Renata..Renata".
Baik Alek dan Fahri di buat kalang kabut hanya demi menemukan seorang renata Kusuma yang hilang di tempat, tanpa jejak dan tanpa pemberitahuan.
"Renata...Dimana kau?".Teriak Alek.
"Renata sayang, jangan pergi tinggalkan aku.Aku tak sanggup hidup sendiri".Teriak Fahri.
Mendengar teriakkan Fahri.Alek merasa jijik mendengar kata 'sayang' dari mulut Fahri padahal dia bukan siapa-siapa nya renata.
"Sayang,mata mu sayang".Gertak Alek sembari melempar sendal kearah kepala fahri.
"Bangsat, sialan loh".Sentak Fahri.