My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 162



Sepanjang hari,di habiskan oleh Renata dengan melamun, tatapan kosong dan juga pikiran nya melanglang buana entah kemana seperti rasa benci dan marahnya dia terhadap Deon.


Tadi, pipinya memang bersemu merah hanya sekilas dan mungkin itu tidak di lihat oleh Deon yang berdiri cukup dekat dengannya hingga nyaris pipinya bertabrakan langsung dengan dada bidang Deon.


Harum parfum beraroma minta,begitu jelas masih tercium memenuhi rongga hidung renata, harumnya begitu awet seperti ingin membawa terbang dirinya ke atas nirwana.


"Hus,sadar Renata".Renata,berusaha mengingatkan dirinya dari lamunan tentang Deon,tentang perasaan nya yang berputar haluan.


Renata,yang kali ini tengah beristirahat sambil menikmati tumbuhan bunga dengan berbagai jenis dan warna yang memanjakan Indra penglihatan.Duduk selonjoran di bawah pohon rindang,yang sengaja di tata untuk menambah kesan Astri dan alam nya.


Semilir angin,berhembus menyapa tubuhnya memberikan kesejukan dan kesegaran alami.


Renata,menutup matanya sembari menikmati semilir angin dan juga harum semerbak dari berbagai macam jenis tumbuhan bunga-bungaan.


Tanaman ini, sangat cocok untuk mereka yang ingin menyendiri dan juga merenungkan diri.Renata,akui pemilik ide tanaman buatan ini sangat cerdik.Cerdik karena dia mampu mencari peluang dengan menyediakan tanaman buatan dengan jenis tanaman dan juga pohon rindang di tengah panasnya ibu kota.


"Hah.."Perlahan tapi pasti Renata membuka matanya,seiring dengan hembusan angin yang terasa kencang menyapa tubuh nya.


Renata,di kejutkan oleh sesosok laki-laki yang menatapnya tanpa berkedip.Berdiri,sembari menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya,tersenyum ramah dan amat manis di lihat oleh dirinya.


"De-Deon".Gumam Renata, seakan tak mempercayai orang yang berdiri di hadapannya.


Merasa terpanggil,Deon melangkah menghampiri renata.Ikut duduk selonjoran di samping Renata sembari menikmati semilir angin yang menyegarkan tubuhnya.


"Indah bukan?".Tanya Deon,membuka keheningan.


"Tanya dong, siapa pemiliknya?".Goda Deon, dengan terus bertanya sembari menatap wajah cantik renata dari arah samping nya.


"Siapa?".


"Aku.Aku lah yang merancang dan memiliki ide ini,hebat bukan".Begitu antusias nya Deon, memberitahu Renata hingga matanya berbinar.


"CK".Renata berdecih,terlihat meremehkan Deon yang dengan bangganya mengakui kehebatan nya.


Renata,memilih mengabaikan keberadaan Deon yang tepat berada di sampingnya.Masih terpana akan berbagi macam jenis bunga berwarna-warni memenuhi kornea matanya dan angin yang menambah kesan indah dan sejuk.Amat asri seperti kita tengah berada di pedesaan dengan suasana alamnya yang indah dan memukau.


Sedang Deon,dia tak henti-hentinya menatap wajah ayu Renata yang begitu menikmati semilir angin hingga matanya merem-melek saking merasakan kesejukan alam pedesaan yang sengaja dia rancang.


"Sengaja,aku membuat untuk orang yang ingin menyendiri dan merenung.Mengingatkan ku pada suasana pedesaan dan\_".Penjelasan Deon terhenti saat tanpa sengaja pemikirannya mengarah pada Alifa.Wanita yang dulu ada dan menguasai tahta tertinggi hatinya.


Renata,menoleh kearah Deon.Dia sendiri yang memutuskan bercerita,dia juga yang berhenti bercerita.Aneh, sangat aneh yang di rasa oleh renata.


"Kalau bercerita jangan setengah-setengah, lanjutkan tanpa di sembunyikan apalagi membuat orang lain penasaran". Nasehat renata.


'Kamu gak akan pernah tau, bagaimana sakitnya hati ini di saat kau berjuang untuk melupakannya apalagi berusaha untuk mencari penggantinya '.Ucap batin Deon.


Renata,menyentuh bahu Deon."Lah kok malah ngelamun".Protes Renata, mendapati Deon yang tengah melamun dengan pandangan mengarah ke depan.