
Renata, berjalan gontai menuju ruangan bersalin Alifa.Bagaimana tidak,sedang sang suami mendapatkan tamparan keras tepat di sampingnya dan kilat kemarahan begitu jelas terlihat dari mata Daddy David.
Meski tadi dia enggan meninggalkan Deon seorang diri bersama dengan laki-laki pengecut.Tapi,Deon terus meyakinkan dirinya bahwa dia pasti akan baik-baik saja.
Renata,yang sudah sampai di luar ruangan bersalin Alifa, terlihat ragu untuk masuk ke dalam.Ragu, melangkah menanti kabar dari sang suami yang keberadaannya belum terlihat.
"Semoga dia baik-baik saja".Do'a renata.
Klek
Handle pintu di buka oleh orang dalam, menampakkan sesosok pria dengan perawakan tinggi tegap berwajah rupawan.Dia terlihat kaget,tapi sedetik kemudian dia tersenyum seolah menyambut kedatangan renata.
Dia adalah Muhammad Akmal Al-Hussein, suaminya Alifa yang kebetulan keluar ruangan hendak membeli sesuatu.
"Renata". Kata nya,sembari menghampiri Renata yang diam mematung."Dimana Deon?,kau kesini sendiri?".Tanya nya lagi,sembari celingak-celinguk kesana-kemari mencari keberadaan Deon.
"Suami ku hendak membeli sesuatu".Sahut Renata,menepis segala kecurigaan dan kekhawatiran Akmal.
"Oh".Akmal hanya beroh ria, menimpali ucapan Renata yang terlihat ragu.
Akmal,menuntun Renata masuk ke ruangan bersalin Alifa.Tamu nya yang berdiri mematung dengan tatapan kosong,entah apa yang terjadi.Tapi,Renata seperti orang linglung,tanpa arah dan tujuan.
"Sayang,ada Renata".Ucap Akmal,sembari melangkah menghampiri Alifa yang tengah bermain-main dengan tangan si kecil.
Alifa,menoleh kearah sumber suara.Benar kata Akmal,ada Renata yang datang sendiri dengan membawa parcel buah-buahan dan tatapan nya yang kosong.
Alifa,menoleh kearah Akmal.Bermaksud bertanya lewat tatapan matanya tentang apa yang sekiranya sudah terjadi pada Renata yang melangkah seperti orang linglung.
Akmal, mengedikan bahunya.Dia juga sama seperti Alifa,tidak tau apa yang sudah terjadi pada renata.
"Huh...Huh..Huh.."Deon,mengatur napasnya yang tersengal akibat berlari dan hatinya yang tak karuan akibat memikirkan keadaan renata.
Klek
Deon, membuka handle pintu ruangan bersalin Alifa setelah di rasa dia sudah cukup menenangkan diri.
Deg
Deon, terkejut bukan main dengan apa yang di lihat nya.Renata,tengah memangku seorang bayi munggil yang tertidur dalam dekapannya.Bayi yang di prediksi berjenis kelamin laki-laki itu, terlihat terlelap tidur dalam dekapan renata.
"Sayang".Teriak Deon, khawatir.
Renata,menoleh pada suara yang tak lain dan tak bukan adalah Deon,yang berjalan menghampirinya.
"Deon".Sahut renata.
"Bayi siapa ini,re?'.
"Bayi aku,Deon".Sahut seorang perempuan yang terbaring lemah di atas kasur tengah bermain-main dengan seorang bayi munggil.
"Kamu melahirkan anak kembar?".Deon,membeo.Jelas dia terlihat tak fokus dengan cara jalan dan bicara nya dia.
Alifa,tersenyum."Bukankah suami ku sudah mengatakan nya dan mungkin Renata juga sudah mengatakan nya".Sahut Alifa,sembari menoleh kearah Deon.
"Aku sudah mengatakan nya sayang".Kata Renata,menyentuh pundak Deon."Aku sudah memberitahu mu,tadi pagi.Alufa, melahirkan sepasang bayi kembar yang di beri nama La-Nina dan El-Nino".Jelas Renata, menepuk-nepuk punggung Deon agar tersadar.