
Rania,membalas pelukan renata.Rasa sakit itu entah kenapa tiba-tiba menghilang di terpa angin lalu,di saat pelukan penuh sayang dan tulus memeluk tubuh ringkih nya membungkus rasa sakit dalam cinta dan ketulusan hati.
"Kakak, sebenarnya jatuh cinta sama siapa?". Pertanyaan itu kembali terlontar, menghancurkan suasana manis di pagi hari.
Renata, mengendurkan pelukannya.Dia menatap wajah Rania yang hampir mirip dengannya,wajah cantik yang di warisi oleh ibu mereka begitu terpahat dengan sempurna di wajah mereka yang ayu dan polos.
"Kalau aku memberitahu mu,apa kau akan terkejut?".Tanya renata, memastikan.
Rania, melepaskan pelukan Renata di tubuhnya memberikan jarak diantara keduanya.Dia,terlihat berpikir seolah itu adalah pertanyaan tersulit yang dia dapatkan dari Renata.
Rania, berpura-pura bingung tanpa tau jawabannya padahal dia dengan jelas terlihat menantikan jawaban dari sang kakak.
"Bagaimana yah?".Rania, berpura-pura bertanya pada diri sendiri,sengaja untuk memancing diri Renata yang susah bersikap terbuka padanya.
Renata, berharap-harap cemas menantikan jawaban dari Rania,tapi sang adik seperti terlihat sedang bermain-main dengannya.
Tanpa berkedip Renata menatap Rania,yang terlihat kebingungan yang di sengaja entah apa alasannya,dia tak tau secara pasti yang pasti sang adik sedang bermain-main dengannya.
"Aku mencintai pria yang sudah menghancurkan hidup ku dan juga yang telah menculik mu"Kata Renata, dengan lantangnya.
Rania, membelalakkan mata dan mulut terbuka.Terkejut."Yang benar kak?".Tanya Rania,tak Percaya.
Rania,menutup mulutnya yang semula terbuka lebar.Dia bergeleng-geleng seakan masih tak percaya, kakaknya malah dengan gamblang mengakui perasaannya pada orang yang telah menghancurkan hidupnya,kendati dia pun tau sang pria juga memiliki cinta yang besar terhadap kakaknya.Satu yang pasti,dia masih belum percaya semua ini terjadi pada kakaknya yang terkenal pendiam dan tertutup dengan masalah nya sendiri.
Rania, mendekati sang kakak yang berada di depannya membelakangi dirinya,dia peluk erat tubuh ringkih itu penuh dengan sayang.Selama ini dia selalu membebaninya dengan sejuta masalah yang tiada akhir dan berkesudahan.
Sang kakak jatuh cinta pada pria yang salah,bukan dia melarang hanya takut akan sebuah kehancuran yang mungkin akan terjadi untuk kesekian kalinya.
Renata,memegang tangan Rania yang ada di depan dadanya.Dia balas pelukan Rania, dengan genggaman tangannya.
"Aku bukan melarang mu untuk jatuh cinta pada siapapun,tanpa terkecuali itu Deon.Tapi,aku takut kau akan terluka".Ucap Rania, mengungkapkan rasa kekhawatiran nya terhadap renata.
Di elus-elusnya tangan Rania dengan penuh kelembutan,sadar betul dengan kekhawatiran Rania apalagi dia tau tabiat dari Deon Wilson,tau betul akan kehidupan nya dan juga permasalahannya.
"Aku tau dek,akan aku terima resikonya apapun itu".Sahut renata, melepaskan pelukan Rania lalu kemudian berbalik badan menghadap Rania yang tertunduk lesu.
Renata, mengenggam tangan Rania meyakinkan diri Rania yang ragu akan keputusannya apalagi jika sampai dirinya terlibat dalam hal percintaan yang lebih serius.
"Aku tau dan aku paham rasa khawatir mu dek,tapi aku juga bisa melindungi diri sendiri seperti aku melindungi diri ku,3 tahun yang lalu".Jelas Renata,menepis segala keraguan Rania.