My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 28



"Kak".


Renata dengan sigap mendekati Rania yang tertunduk seakan ingin mengungkapkan sebuah rahasia terbesarnya.


"Yah,dek".


Rania, mengangkat kepalanya."Berjanjilah setelah ini kakak tidak akan pernah menyerah dalam menjalani hidup".


"Maksud kamu apa dek?".


"Berjanjilah untuk mengangkat wajah mu,menatap kerasnya dunia dengan berbagai fitnah yang silih berganti datang menghampiri mu dan mungkin menghampiri kita berdua".


"Dek". Renata,memeluk rania,ucapan rania seakan mengisyaratkan banyak hal yang sedang dan mungkin sudah terjadi."Berbicaralah,terus terang dengan kakak sebab kamu adalah adik ku satu-satunya,harta yang paling berharga".Jelas renata,semakin mengeratkan pelukannya.


Rania,tak kuasa menahan air mata yang sejak tadi sudah berjatuhan.Bukan dia yang tidak kuat, melainkan dia menangisi nasib kakaknya dan keluarganya sendiri.


Kemalangan demi Kemalang seperti tak pernah usai silih berganti datang bak air hujan yang tertiup angin.Selalu ada dan mengikuti mereka,kemana pun dan dimana pun mereka berada.


"Tuhan, maafkan aku yang suka mengeluh tapi bolehkah aku mengeluh untuk sekarang".Gumam rania.


Renata melepaskan pelukannya."Kamu ngomong apa dek?,gak boleh ngomong seperti itu?".


Rania,semakin terisak menangis.Kali ini dia tidak bisa berpura-pura tegar menghadapi masalah hidupnya yang terasa berat,terutama untuk sang kakak.


Lelah berpura-pura tidak mengetahui apa-apa tentang masalah hidup kakaknya padahal dia tau dengan betul sekiranya apa saja yang dialami oleh kakaknya,beban hidupnya termasuk tanggung jawab nya terhadap kehidupan adiknya.


Renata,mengusap punggung rania."Sudah dek,bukankah aku hanya bertanya keadaan mu?".


"Kenapa aku terus yang di tanya?".Saking emosinya,tak sadar rania sampai berdiri."Kenapa aku terus yang di tanya?, kenapa, bagaimana,apa,siapa?,sedang kakak?".Rania menjeda ucapannya,dia palingkan mukanya ke sembarang arah.


Renata,menatap rania tak percaya sekaligus tak mengerti dengan sikap adiknya.Tiba-tiba menangis, sekarang malah terlihat marah.


"Sebenarnya kamu kenapa dek?".


"Kau bisa lihat sendiri."Ucap rania ketus.


Renata, menangkap layar ponsel yang di lemparkan oleh rania kepadanya.Mengklik unggahan video yang sempat di lihat oleh rania.


Renata kira video apa, ternyata itu adalah video yang di unggah tadi siang dengan video yang setengah nya aja belum ada.


"Kamu percaya dengan unggahan video ini?".


"Gak".


"Lalu, kenapa kamu harus semarah itu pada kakak?".


Rania,duduk di samping renata."Karena aku tau kakak sudah di fitnah dan lihat". Rania merebut ponsel nya yang ada di tangan renata."Lihat,banyak komen julid tertuju pada kakak,tanpa mau mencari tau kebenarannya bahkan tega memfitnah kakak".


"Biarkan saja anjing terus menggonggong".


"Maksud".


Renata, tersenyum manis."Semakin di balas,akan semakin menjadi.Lebih baik diam, daripada membalas.Itu justru akan menjadi keuntungan bagi mereka".Jelas renata.


"Ta_".


"Sudahlah rania, jangan terlalu diambil hati apalagi di pikirkan.Sudah malam,kau cepat tidur".Perintah Renata.


Sebenarnya Rania masih ingin melayangkan protes terhadap unggahan video tentang kakak nya yang dia tau itu hanya fitnah belaka.Tapi,demi melihat wajah lelah Renata, rasanya rania tidak ingin lagi banyak berdebat.


Ini pula yang membuat rania marah.Renata terlalu baik,diam ketika di fitnah padahal dia punya kesempatan untuk membalas bahkan membuktikan unggahan video itu hanya fitnah belaka.


"Ini yang aku benci dari mu, renata ".Kata Rania, sembari membaringkan tubuhnya diatas tikar lusuh.


Renata tersenyum."Dan ini pula yang aku benci dari mu,Rania".