My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 181



Deon,menyusuri setiap ruangan resto nya tanpa tertinggal satu ruangan pun sampai ke toilet pun dia cari.Dia rela menunggu di luar hanya ingin menemukan Renata,tapi sampai menit ke-15 orang yang di cari tak menampakkan batang hidungnya.


Tak hanya sampai disitu,tapi Deon rela menyusuri setiap tempat rahasia dan mungkin menurutnya berbahaya.Tak ada,tak ada keberadaan Renata di ruangan mana pun.


Perut yang sudah mulai keroncongan dan tubuh basah kuyup karena tetesan keringat membasahi kemeja mahalnya.


Deon,tak berputus asa begitu saja.Dia hampir sudah berada di ujung atas kesabarannya saatnya dia untuk mengutarakan perasaannya terhadap renata sebelum semua terlambat,sebelum kisah kasih tak sampai itu bernasib sama seperti dulu.


Deon,tentu tak bisa menyia-nyiakan kesempatan yang ada walau harus bersusah payah dalam menemukan wanita pujaan hatinya.


Tanpa Deon sadari,Renata tengah duduk selonjoran sembari menikmati hembusan angin yang menyejukkan tubuh nya.


Dimana lagi,selain di taman resto.Tempat yang tak mungkin terpikirkan oleh Deon yang tengah berusaha menghapus kenangan dulu.


Sengaja,Renata pergi kesana.Taman Bustan yang di penuhi oleh berbagai macam jenis tumbuhan herbal dan bunga mawar dengan berbagai warna seakan menjadi candu bagi Renata belum lagi disana terdapat pohon rindang dan angin yang berhembus menyejukkan tubuhnya.


"Kenapa gak sedari dulu,aku kesini?".Gumam Renata, menyesali waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk berdiam diri.


Dulu,memang Renata tak pernah berkunjung ke taman resto yang menyilaukan mata dan mampu menghipnotis seseorang lewat bunga mawar yang tumbuh dengan lebatnya.


Bagaimana lah Renata, sempat mampir ke taman resto sedang waktunya dia habiskan berceloteh dengan sang paman,Budi Kusuma Atmaja.Sekarang paman nya tak ada untuk menemani hari-hari nya.


"Dengan Renata Kusuma?".Tanya seorang wanita,menganggu istirahat dan ketenangan renata.


Renata, mendongakkan wajahnya merasa ada yang memanggil namanya dan memang ada.Seorang wanita cantik,berkulit putih,mata sipit,berjilbab, berpakaian syar'i dan tengah mengandung mungkin usia kandungannya sekitar 5-6 bulanan.


"Yah saya".Sahut Renata,sembari bangkit berdiri.


"Sangat kebetulan sekali kita bertemu disini".Kata si wanita itu, mengulurkan tangannya.


Renata,menoleh kearah tangan yang terulur."Salam kenal,nyonya Al-Hussein".Sapa renata,sembari berjabat tangan dengan wanita yang tengah mengandung itu.


"Adakah waktu untuk ku berbicara dengan mu?".Pinta wanita itu dengan sopan nya.


Renata, mengangguk.Masih ada banyak waktu untuk dia dan wanita yang tengah mengandung ini untuk berbicara sebelum pada akhirnya Renata harus kembali bekerja.


Renata, menunjukkan jalan pada wanita yang sedang mengandung itu menuju tempat yang aman dan nyaman untuk mereka menghabiskan waktu mengobrol atau sekedar berbasa-basi, sesuatu yang sebelumnya jarang di lakukan oleh renata.Tapi,demi wanita hamil ini dia rela menuruti keinginan nya.


"Terimakasih Renata kau mau menyempatkan waktu untuk ku bisa mengobrol dengan mu".Kata si wanita itu,sembari berjalan di belakang Renata yang mendahului dia.


Renata, hanya tersenyum di balik tubuhnya yang tak bisa melihat secara langsung wanita bertubuh buncit itu.Tak apa baginya hanya sekedar m ngobrol saja daripada dia harus di ganggu oleh kedua predator,Alek dan Fahri.