
Dendam kesumat telat terpatri dalam hati Deon.Namun,saat ini dia harus bersabar terlebih dahulu sebab tujuannya belum lah tercapai,yaitu mendapatkan cinta Renata dan merebut poros hidupnya dengan pribadi pendiam sebagai benteng pertahanannya.
Sulit,jelas sulit bagi Deon untuk menebus benteng pertahanan yang terlalu kuat dan kokoh seperti semen tiga roda.Cinta nya yang mengalir deras, seperti Rucika yang mengaliri air hingga ke pelosok pedesaan.Namun terhalang,benteng yang menjulang tinggi.
Rela,dia menjadi karyawan rendahan di resto nya sendiri.Belum lah membuahkan hasil, Renata masih belum di taklukkan.
Dalam kesakitan nya pun dia masih memikirkan cara untuk bisa menaklukkan hati wanitanya.Berjuang sekuat tenaga seperti para pahlawan yang berjuang sampai titik penghabisan.Deon,punya semangat dan motivasi sendiri.
"Beruntung nya,kamu Renata.Di perebutkan oleh dua predator".
"Di perebutkan sama predator, beruntung?, apanya yang beruntung?".Sahut Bram,tak berkaca pada kejadian tadi.
Deon,tak menanggapi ucapan Bram bukan malas apalagi tidak ingin membalasnya, hanya situasi dan kondisinya tidak memungkinkan.
"Haha..Beruntung si bos sedang kesakitan, jadinya tak berani membalas ucapan ku".Gumam Bram, membatin.
Walau dari sisi hati yang lainnya dia merasa kasihan.Tapi,di lain sisi dia bersorak senang, kapan lagi bisa mengusili majikannya.Selain di saat dia sedang terbaring lemah.
Yah,salah satu kelemahan Deon adalah ketika dia sedang terbaring sakit,tidak bisa melawan dan hal itu malah di manfaatkan oleh bawahannya.Atasan yang malang.
........
Renata Kusuma, seperti biasa dia yang menyiapkan menu sarapan andalan mereka.Apalagi kalau bukan nasi goreng dan telur dadar.Tapi,kali ini dia ingin membuatkan menu sarapan yang berbeda dari hati sebelumnya.Omelet,adalah menu yang dia pilih.
Cukup praktis dan mudah di buatnya tanpa ribet apalagi harus menunggu lama.Semalam pak Budi mengajak Renata untuk berbelanja perabot rumah tangga,mengisi alat rumah tangga yang kosong bahkan tidak ada.
Renata, sempat menolaknya tapi pak Budi terus membujuk keponakan nya ini untuk sesekali berbelanja, menerima tawaran bantuan darinya dengan alasan Rania.
Yah,Rania yang menjadi kambing hitam dan alasan pak Budi untuk membujuk Renata karena dari dialah adalah kelemahan Renata.
Omelette,yang praktis dan menu pertama telah tersaji di hadapannya.Dia tersenyum senang,kala membayangkan wajah ceria dan gembira Rania.
"Apa yang aku suka?".Sahut Rania,menepuk bahu renata.
Renata yang tengah melamun,belum lagi dia belum siap dengan kehadiran Rania.Sontak saja,dia terlonjak kaget dengan kehadiran Rania yang tiba-tiba.
"Dek,kamu mengagetkan kakak saja".Renata mengelus dadanya.
"Hehe...Maaf".Rania hanya menyengir kuda,sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Melihat tingkah polos Rania.Renata mengacak-acak rambut Rania,gemas dengan tingkah laku adik satu-satunya ini.
"Mandi dulu,gih".Usir renata.
"Makan dulu aja".Kilah Rania."Baunya sangat sedap hingga membuat ku keroncongan,biarkan adik mu ini untuk menyantap sedikit omelette yang kakak buat".Rajuk Rania.
Renata, bergeleng-geleng kepala."Mandi dulu,biar tubuh kamu segar,habis itu baru deh sarapan".Jelas Renata,lembut menyentuh lengan rania.
Mendapatkan jawaban tak sesuai dengan ekspektasi nya.Rania menghentakkan kaki ke lantai,merajuk adalah andalan nya demi merayu sang kakak.
Tentu,Renata hapal betul dengan tabiat buruk adiknya yang bertingkah seperti anak kecil bila keinginan nya tak terpenuhi."Mandi dulu,adik ku sayang".Kata Renata, membalikkan tubuh rania menghadap kamar mandi.
"Iya,kakak ku yang pelit".Meski kesal keinginan nya tak terpenuhi,tapi dia tetap berjalan menuju kamar mandi.
"Dasar anak manja".Keluh Renata,bergeleng kepala.
.....
Hi guys, jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah setelah membaca... Terimakasih...