My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 111



Perdebatan diantara Renata dan Deon kembali terjadi.Saling menyalahkan dan tak terima di tuduh tanpa bukti.Renata dan Deon tak ubahnya seperti musuh bebuyutan yang tak sengaja bertemu.


Tak ada rasa cinta yang tersisa di hati Deon untuk Renata, begitu pun renata.Dia bahkan telah menasbihkan diri,membenci pria yang menghancurkan masa depannya.


Renata dan Deon,mereka kembali saling beradu pandang,saling diam sambil memperhatikan mimik muka mereka tak ubahnya seperti kucing yang sedang bertengkar.


Lama saling pandang,diantara keduanya tak menurunkan pandangan tajam mereka barang sekejap pun.Dwon, akhirnya menyerah juga, rasanya matanya sudah terasa perih dan gatal.Dia duduk diatas kursi kebesarannya, mengabaikan Renata yang terus memandang kearahnya.


Bahkan Deon,dia dengan santainya membuka laptopnya.Jari-jemarinya menari-nari diatas keyboard begitu lincah dan luwes.


Deon,terlihat fokus menatap layar laptop tak terganggu sama sekali dengan tatapan tajam Renata yang masih bertahan dan tetap akan mempertahankannya walau apapun yang terjadi.


"Apa mata mu gak merasa perih?".Tanya Deon,tanpa menoleh sedikitpun.


Renata,duduk diatas kursi nya.Dia tak menampik dia merasakan pegal di kakinya dan matanya memang terasa perih.


Deon,menoleh sekilas pada Renata yang terlelap kelelahan."Udah tau capek,masih ngotot".Gumam deon.


Deon tengah fokus dengan laptopnya sedang Renata masih setia menunggu Deon.Toh,dia yang meminta dirinya masuk ke ruangan nya,tentu dia akan menunggu apa maksud dan tujuan dia yang sebenarnya.


"Masih betah disini?".


Renata,tak menjawab pertanyaan Deon.Baginya itu tak penting, pertanyaannya adalah pertanyaan anak TK.Tanpa di jawab pun sudah tau jawabannya.


"Dudu...Dudu...".Renata menyenandungkan lagu yang tak dia tau liriknya,bermaksud menyindir Deon.


Sindiran Renata tak mempan untuk Deon yang tengah fokus menatap layar laptopnya seperti sedang mengerjakan soal ulangan matematika.


Lagi-lagi Deon tak menggubris perkataan Renata dia tetap fokus tak terganggu dengan ocehan Renata.


Merasa penasaran dengan apa yang di kerjakan oleh Deon,renata bangkit berdiri menghampiri Deon yang tengah fokus menatap layar laptop nya.


"Hah,pantas dia tak terpengaruh".Gumam Renata,dia juga ikut menatap layar laptop Deon.


Yah,Deon tengah fokus memperhatikan dan mengkaji berkas yang masuk melalui email nya.Tak hanya satu tapi beberapa berkas terkirim melalui email nya,dalam hati Renata merasa kasihan pada diri Deon yang di sibukkan dan juga di pusingkan oleh pekerjaannya.


Tapi,sisi hati yang lainnya dia bersorak senang.Ada kesempatan dirinya membalas dendam perlahan saja tak perlu langsung membuat dia jera.


Perlahan Renata, menjulurkan telunjuk tangan nya bermaksud mengklik tombol reset agar berkas itu terhapus seluruh dari berkas yang ada.


"Mau apa kau?".Tanya Deon,sembari menepis tangan Renata.


"Sial kenapa pula dia sadar,padahal dia tadi tengah melamun".Ucap Renata membatin.


"Hehe..Iseng".Kilah Renata,menyengir kuda.


Deon,menarik paksa tangan Renata begitu kuatnya hingga wajah Renata bertabrakan lagi dengan wajah Deon.Renata berusaha menghindar,tapi Deon tak membiarkan nya.


Mata bertemu mata,jarak wajah mereka yang dekat tanpa jarak kembali terjadi bahkan sekarang mereka saling adu tatap dengan jarak dekat dan lama seakan tak ingin lepas sedikitpun.


"Lepaskan".Gertak Renata,sembari mendongakkan wajah.


"Sure".Sahut Deon, memundurkan wajah nya dari wajah Renata.