
Deon dan Bram, keduanya sama-sama berdiri kala mereka meneriakkan nama rival mereka masing-masing seperti akan ada peperangan diantara keduanya.
Kedua cowok ganteng,atasan dan bawahan sama-sama melemparkan tatapan tajam mereka.Tak mau kalah,apalagi sampai menunjukkan kelemahan mereka di hadapan lawannya.
"Deon Wilson".Teriak Bram, menunjuk-nunjuk kearah Deon.
Di teriakkan namanya oleh rival nya,yang sekarang sudah resmi menjadi mantan bawahan.Deon,malah dengan santainya berdiri tanpa ekspresi.
Bagaimana tidak,dia sudah mencurigai Bram jauh sebelum dia di rekrut menjadi bawahannya.Saudara sepupu Samantha ini,memang tak asing di mata Deon yang setajam mata elang dan Indra penciumannya setajam anjing pelacak.Dia bahkan sudah seperti peramal.Meramalkan nasibnya sendiri.
"Wah,saudara sepupu atau anak kembar yang sengaja di pisahkan".Sindir Deon, mengungkap fakta asal bunyi saja.
Bram,hendak melayangkan bogem mentah tepat kearah wajah Deon sebagai balasan karena dirinya mendapatkan lemparan berkas tepat di wajahnya,tapi rencana tak terealisasi karena Deon dengan sigap mundur menghindar dari serangan Bram.
"Jangan coba-coba bermain-main dengan ku".Peringat Deon, melayangkan tatapan tajamnya.
"Hah".Bram, memundurkan kursinya hingga mengeluarkan bunyi berderit."Kau siapa?,hanya seorang pria bajingan dan pengecut yang mengorbankan wanita yang di cintai nya hanya demi sebuah harta yang tak ada nilainya".Sengaja Bram, memprovokasi Deon agar terpancing emosi.
Deon,bukan anak kemari sore yang baru belajar tentang bisnis apalagi anak yang baru lahir.Dia sudah lama malang-melintang di dunia bisnis tentu dia sudah berpengalaman dan sudah memakan asam garam kehidupan nya di dunia bisnis.
Provokasi Bram,tak mempan baginya yang notabenenya selalu membaca pikiran lawan.
Brak
Perdebatan diantara dua rival bisnis ini terhenti oleh suara pintu yang di buka paksa.Bram,menoleh kearah sumber keributan.Disana sudah ada dua pria tinggi tegap dengan kaca mata bertengger di matanya.
"Anda memanggil ku,tuan?".
"Ikut dengan ku".Kedua pria berbadan kekar itu, ternyata mereka tak suka berbasa-basi dengan lawannya.Hanya dengan kedipan mata atau dengan jari telunjuk saja cukup bagi mereka untuk mengeksekusi sasarannya.
"Bawa dia ke luar ruangan ini,aku akan menunggu kalian di basecamp ruang bawah tanah".Perintah Deon pada kedua pria berbadan tegap.
Anggukan kepala, sebagai jawaban atas perintah Deon.Bram,sudah berada di dalam genggaman kedua pria suruhan Deon.
"Kalian mau membawa aku kemana?,apa kalian tidak tau siapa aku?".Bram tentu tidak diam saja,dia memberontak sepanjang jalan apalagi tangannya di cekal oleh kedua pria dengan sorot mata tajam,badan kekar dan tegap.
Tentu,Bram tak berkutik di buatnya.Sekuat dan semampu apapun dia.Dia tak akan mungkin bisa melawan kedua pria berbadan kekar ini sebab dia bukanlah tandingan nya.
Bram,terus memberontak.Hal itu pula yang mengundang penasaran dari seluruh pelanggan dan karyawan.Dalam hitungan menit saja,segerombol orang-orang datang menghampiri sumber suara.
"Apa yang terjadi?".
Suara pertanyaan penuh penasaran terdengar nyaring bak segerombol lebah.Mereka saling bertanya,dan hanya di jawab dengan kedikkan bahu.Sama tak tau nya.
Yang lebih membuat penasaran adalah orang itu sampai di cekal sesekali di berikan bogem mentah oleh kedua orang berbadan tegap.
Renata,yang ikut menyaksikan pun sama hal nya penasaran.Pikirannya kalut dan hatinya mencemaskan keberadaan Deon.
Yah Deon,sebab orang itu di seret paksa dari ruangan manager.Setaunya Deon juga ada di dalam.
"Apa mungkin dia adalah penyusup?".