My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 22



Tanpa keduanya sadari,di balik jendela yang membatasi dapur dan deretan meja pengunjung,Fahri bersama dengan rekan kerja lainnya tengah tertawa terbahak-bahak.


Bagaimana lah tidak,jika Alek yang notabenenya seorang raja gombal sekaligus playboy kelas kakap tengah berusaha menjinakkan merpati yang notabene pendiem dan cuek.


Renata Kusuma,sudah menjadi rahasia umum jika pribadi nya yang pendiam telah menumbuhkan rasa penasaran Alek yang hanya dengan kata-kata manis saja,mampu menaklukkan wanita incaran nya.


"Lek,lek masih usaha aja tuh anak.Di bilangin mesti ada umpan buat menjebak merpati pendiam".Omel Fahri.


Rekan kerja Fahri, mengangguk setuju.Pasalnya Renata amat menjaga masalah pribadinya dari orang lain,termasuk dengan masalah asmara nya yang tak mudah di taklukkan.


Di balik sikap pendiam renata,memang tidak ada yang mengetahuinya.Sengaja,Renata tak pernah bercerita perihal masalah pribadi dan diam adalah cara dia melindungi masalah pribadinya agar tak menjadi konsumsi publik.Apalagi,ada alasan khusus di balik nya.


Renata,dia bukannya tidak tau dengan gosip miring di luar sana tentang dirinya.Toh,buat apa mempermasalahkan nya jika itu membuat diri nya menjadi sakit hati.


Renata,menoleh pada jendela yang terlihat ujung kepala mereka yang naik-turun seperti sedang tertawa.


"Gak usah malu-malu,masuk aja?".Teriak renata.Sengaja,menyuruh mereka masuk,tau betul apa yang mereka ingin lihat.


"Bagaimana ini,dia tau kita tengah mengintip dia rupanya".Tanya sarah,panik.


Yang di tanya,malah nyelonong main pergi aja tanpa memberikan solusi.Dia,juga sama paniknya seperti Sarah hanya lebih tenang.


"Gila loe yah,loe yang ngajak kita-kita mergokin mereka,loe juga yang kabur".


"Suruh siapa,ngikutin gue".Teriak Fahri dengan santainya main pergi aja.


"Dasar kutu kupret,lari dari tanggungjawab loe".Gertak Sarah.


Senyum seringai,licik Renata berikan untuk mereka yang menurutnya penakut,lari dari tanggungjawab sama halnya dengan Alek.Hanya bermodalkan kata-kata manis dan rayuan gombal mampu menjerat mangsanya .


"Di kira,aku sama seperti mereka ".Gumam renata.


Sedang,Alek sedari tadi terus menebar senyuman menggodanya.Berharap renata akan terpikat melalui senyuman menggodanya.


Bukannya terpikat,Renata malah merasa jijik dengan usaha Alek yang di rasanya seperti anak ABG, padahal umurnya sudah mau kepala tiga.


"Mau kemana?".Teriak Alek,kala melihat renata pergi.


Renata, mengibaskan tangannya ke udara.Tak ingin menanggapi pertanyaan Alek.Toh,jam kerjanya mau di mulai tak perlu menjelaskan lebih detailnya pada pria gombal seperti Alek.


Renata, melakukan pekerjaan seperti biasanya.Mengantarksn makanan sesuai dengan pesanan dan juga meja yang memesan,tak pernah lupa walau sekecil apapun itu.


Satu,yang mengurangi nilai keteladanan nya.Yaitu,sikap pendiam nya yang masih dia lakukan meski banyak komplain.


Seulas senyuman dia berikan sebagai jawaban,tak ada ramah tamah atau sekedar berbasa-basi.Kalau di tempat lain,mungkin renata akan di pecat karena sikap nya.Tapi,nasib baik masih berpihak padanya.Si pramusaji pendiam.


"Mbak,apa sikap mbak seperti ini?, pendiam".


Pertanyaan itu pernah terlontar oleh salah satu pengunjung yang tak biasa mendapati pramusaji pendiam seperti renata.Renata hanya memberikan ulasan senyuman manisnya sebagai jawaban,tidak menjawab dengan perkataan,tidak pula mendebat.


Sikap nya, mendapatkan pro dan kontra.Tapi, banyak nya yang kontra karena merasa tak cocok seorang pramusaji diam saja,tak banyak bicara sebagai keramahtamahan mereka.