
Deon terus menatap Renata, mengabaikan kedua karyawan lainnya yang berada di samping kanan dan kirinya.Renata di apit oleh kedua pria yang kalah jauh tampan darinya dan juga berbeda generasi.
Tak ada perubahan mimik wajah dalam diri Renata.Dia tetap sama,Renata yang dia kenal dengan tatapan tanpa ekspresi apalagi berbicara,irit sekali dia berbicara.Renata nya belum lah menunjukkan gelagat aneh dalam dirinya.
'Apa si tengil itu belum bertemu dengan Renata?,ah pasti belum kalau pun iya dia pasti sudah bercerita panjang pada kakaknya ini'.Kata Deon membatin.
Kedua pria yang tadi berdebat, mengkhawatirkan masalah pekerjaan mereka saling tatap satu sama lain.Bog boss nya di dapati tengah berjalan mondar-mandir sekarang dia nampak melamun dengan pandangan terus menatap kearah Renata.
Kedua pria itu mundur beberapa langkah,agar sedikit menjauh dari diri renata yang tak terusik dengan tatapan big boss mereka yang mengarah padanya.
"Kamu lihat?,big boss kita terus menatap kearah renata".Tanya si pria penuh selidik.
"Aku melihatnya,lalu apa masalah nya?".Jawab temannya tanpa menaruh curiga.
"Apa mungkin?..."
"Apanya yang mungkin?".Timpal seseorang yang ada di belakang mereka.
Pria itu berbalik badan,demi melihat pria yang sudah menyahuti ucapan nya.Ternyata dia adalah si cowok ganteng idaman kaum hawa dan tetap menjadi idola mereka.Siapa lagi kalau bukan Alek,chef ternama dengan wajah tampan nya dan keahlian memasaknya yang tiada Tara,di samping nya selalu ada Fahri yang selalu ada dimana pun dan kapan pun Alek berada.
"Eh chef Alek dan chef Fahri".Kata pria itu,salah tingkah.
"Aku sempat mendengar pertanyaan mu kepada teman mu.So,apa nya yang mungkin?".Tanya Alek, begitu penasaran.
"Di tanya malah diam".Hardik Alek.
Alek,lebih memilih melanjutkan perjalanannya daripada terus bertanya tapi tak ada jawaban.Di saat itu pula,dia mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya sendiri.Dimana,Renata dan big boss mereka tengah saling pandang, seperti memuja satu sama lain.
"Re".Teriak Alek,begitu kerasnya sembari melangkah mendekati Renata di susul oleh fahri yang setia selalu ada bersama dengan Alek.
Merasa ada yang memanggil,Renata menoleh kearah sumber suara yang sudah tak asing lagi baginya.
"Alek".Sahut Renata.
Tanpa permisi,Alek merangkul pundak Renata seperti ingin menunjukkan pada big boss nya bahwa Renata adalah miliknya dan tetap akan menjadi miliknya.
"Masuk yuk".Ajak Alek,sembari melayangkan senyuman manisnya.
Renata,hendak menjawab ucapan Alek.Tapi,Alek sudah menyeret paksa dirinya agar mengikuti langkah kakinya di bawah tatapan tajam Deon fan tentunya di ikuti oleh Fahri yang berjalan di belakangnya.
Sebelum Fahri ikut menyusul Alek dan Renata masuk ke dalam,Fahri tak lupa memberikan ancaman pada pria yang telah menggoda wanita incaran mereka.Tak peduli bahwa pria itu adalah big boss mereka.
Fahri, mengarahkan dua telunjuk tangan nya pada kedua matanya,dan juga pada kedua mata Deon.Bermaksud bahwa dirinya memantau setiap pergerakan Deon dalam usahanya mendekati renata.
Deon,nampak menghela napasnya secara kasar sembari tersenyum sinis.Meremehkan kedua karyawan nya yang mengintimidasi dirinya.