
Rasa perih dan luka hati,tak mampu lagi membendung air mata yang sudah berada di ujung mata,siap tumpah bak awan yang tak lagi bisa menampung air yang mengembun ke udara, menciptakan air hujan yang tak lagi tertampung.
Semakin di tahan,malah semakin sakit yang di rasakan oleh renata.Dia seret paksa kakinya menuju wastafel resto dengan air mata yang sedari tadi terus berjatuhan.Tak sadar,dia menabrak tubuh seorang karyawan yang hendak mengambil piring kotor.
Brak
Karena tak hati-hati, renata menabrak tubuh seorang pria yang merupakan karyawan baru di bagian office boy.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, bahkan mengucapkan kata permohonan maafnya pun tidak,renata berjalan sambil terisak menangis.
"Renata".Panggil pria itu.
Mana peduli Renata dengan teriakan dari karyawan baru.Toh,dia masih baru bukan anak senior yang berlaku seenaknya saja seperti resto itu milik nya sendiri.
Renata,semakin berlari,memaksa kakinya untuk kuat berlari sebelum air matanya benar-benar tumpah, berserakan pada tempat yang tak seharusnya.
Brak
Dia banting pintu kamar mandi dengan sekuat tenaga,tak jadi menangis di wastafel terlalu banyak orang disana.
Renata, menangis tersedu-sedu.Tak kuat menahan beban yang begitu terasa berat di pundaknya yang rapuh dan pada raganya yang lemah.
"Hiks..Hiks..hiks..Ayah bunda".Hati renata terasa sakit kala dia ternyata tak mampu menahan beban di hatinya.
Noel Arga Winata,dia yang melihat tidak ada yang beres dalam diri wanitanya.Dia menyusul renata,hanya sampai pintu saja.Dapat dia dengar,suara tangisan renata yang memilukan di balik pintu dengan daun telinga sengaja dia tempelkan pada pintu kamar mandi.
"Sebenarnya,apa yang sudah terjadi pada mu.Renata?".Gumam noel.
Fitnah di media sosial itu ternyata terlalu berat untuk diri renata yang sejatinya dari dulu dia tidak pernah merasakan kebahagiaan.
Dunianya seketika hancur kala orang tuanya pergi meninggalkan nya dengan beban hidup yang tak mudah dia lalui.
"Ayah.. Bunda.."Teriak renata,memanggil nama orang tuanya."Bawa aku bersama kalian". Katanya lagi sembari menengadahkan tangannya ke udara.
Noel,yang mendengar nya saja sampai menitikkan air mata, mendengar suara rintihan hati Renata yang tertutup oleh tangisan yang memilukan.
Tanpa sadar dia, mengepalkan tangannya.Geram dengan mantan kekasihnya.
"Aisha alifa".Gertak Noel."Tak kan ku biarkan kau hidup bahagia setelah kau menghancurkan hidup wanita ku".Sentak Noel, berapi-api.
Ingin rasanya dia ikut masuk ke dalam, menenangkan hati renata yang terlanjur tersakiti terhantam ombak badai yang mengerikan.
Noel hendak mengetuk pintu,barang mendapatkan sedikit jawaban dari renata tapi dia urungkan.Belum,belum saatnya dia membongkar jati dirinya.
"Sabar,Deon".Gumam Deon."Ini belum saatnya dia mengetahui indentitas mu.Sabar".Berulang kali Deon memperingatkan dirinya sendiri,berulang kali dia berperang dengan pikirannya sendiri.
Lama dia berdiri mematung,di ambang pintu.Bimbang rasanya dia memilih pergi atau tetap berada disana sampai renata tak lagi terisak, mengeluarkan air matanya.
"Anak baru ".Sentak seorang pria,menyentuh pundaknya.
Alangkah terkejutnya Deon dengan sentakan seorang pria di sertai dengan tepukan di bahunya.
"Pak Budi".