
"Shitt". Langkah kaki Deon harus terhenti kala Rania sudah tak lagi terkejar bahkan bayang-bayang nya saja tak nampak.
Frustasi dan putus asa membuat Deon, menghentikan pengejarannya sekarang bukan saatnya dia mencari bocah tengil yang menjanjikan sesuatu tapi dia juga yang mengingkari.
Lelah fisik,hati dan mentalnya dia memutuskan untuk pergi ke ruangannya menegak satu,dua gelas wine demi menjernihkan pikiran nya yang kusut.
"Gak adik,gak kakak semua sama.Wanita memang racun dunia".Umpat Deon,sepanjang perjalanan dia terus mengomel tentang kelakuan kedua kakak beradik yang tak jauh berbeda.
Dia tegak segelas wine berwarna putih,cairan bening yang memabukkan dan membuat si peminumnya melupakan sedikit masalah.Yah, sedikit bukan berarti masalah itu langsung hilang begitu saja apalagi menghindarinya.
Segelas wine tak cukup,dia tuangkan lagi minuman beralkohol ke dalam gelasnya.Menegaknya dalam sekali tegak,meski terasa pahit,tak beraroma tapi berasa.
Dia gelas sudah dia menghabiskan wine dalam sekali tegak,tapi bayang-bayang tentang renata terus menari-nari di kepalanya,tetiba pikirannya mengarah pada Alifa.Yah,Alifa,wanita yang dulu dia cintai namun meninggalkan nya.
"Arghhh".Teriak Deon, mengacak-acak rambutnya frustasi."Persetan dengan cinta,semua sama.Gak Samantha,Alifa dan sekarang Renata.Arghhhh".
Niatnya ingin melupakan masalah tapi masalah itu malah semakin besar,memberondong dirinya, pikiran nya dan mentalnya.Lagi-lagi dia harus di hadapkan pada permasalahan yang pelik hanya karena wanita.
Dia pejamkan mata seiring dia mencoba melupakan masalahnya tentang cintanya yang tak kunjung dia dapatkan,tentang kehidupannya yang tak kunjung menemui kebahagiaan dan tentang wanita.Semua berasal dari wanita,oleh wanita dan untuk wanita seperti candu saja seorang wanita bagi kehidupan Deon.
"Rania". Perlahan Deon membuka matanya,tetiba ide brilian itu muncul diantara pikiran nya yang kusut dan pelik.
Dia bangkit berdiri,demi menjalankan idenya yang melintas kala bayang-bayang tentang wanita melintas dalam pikirannya.
Dia kembali duduk,berkutat dengan iPhone nya, jari-jemarinya menari-nari diatas keyboard mengirimkan beberapa pesan tertuju untuk manager dari bar yang tak lain dan tak bukan merupakan sahabatnya sekaligus mantan asistennya,Mike.
Beberapa pesannya dan pesan balasan terkirim begitu cepatnya,proses negoisasi berjalan sesuai harapan tinggal orang suruhan Deon dan Mike melancarkan aksinya dengan di janjikan mendapatkan bayaran berpuluh-puluh kali lipat jika memang aksinya berhasil.
"Tunggu dan saksikanlah drama yang akan terjadi,Renata".Gumam Deon, tersenyum licik.
.......
Masih di tempat yang sama,Rania bekerja dengan berharap-harap cemas,takut dia akan bertemu dengan si tuan kuasa lagi dan menagih janjinya apalagi dia masih tercatat sebagai karyawan nya belum resmi mengundurkan diri.
Sedari tadi matanya,awas.Waspada bola sewaktu-waktu bog boss nya datang menghampiri dan menyeret paksa dirinya dalam peraturan yang mengikat kaki dan tangan nya.
Tanpa Rania,sadari laki-laki berperawakan tegap tengah mengintai dirinya,membaca dan menelisik dirinya agar aksinya bisa berjalan sesuai harapan.
Sudah sejak tadi pula orang suruhan Mike,mengawasi kinerja Rania mencari celah kesalahan dari si polos Rania,tanpa di curigai apalagi ada firasat buruk tentang dirinya.
Satu kelengahan saja,bisa berakibat fatal dan satu kesalahan saja bisa menjadi celah bagi si penguntit untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari si polos,Rania.
.....
Hi guys, penasaran gak kelanjutannya seperti apa?,terus baca dan update ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara,vote,like,komen dan beri hadiah.. Terimakasih