My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 52



Sekuriti penjaga yang terdiri dari dua orang pria itu saling pandang,meminta pendapat satu sama lain lewat tatapan mata mereka.


"Diam kalian berarti iya".Kata Deon,menarik kesimpulan.


"Bo_".


Belum sempat sekuriti penjaga menyelesaikan kalimatnya,Deon main nyelonong masuk saja di ikuti oleh supir pribadi merangkap asisten pribadi.


"Perasaan aku belum mengizinkan dia masuk".


"Ah,kamu kayak yang gak tau aja sikap tuan Artama". Kata sekuriti yang satunya, menatap kepergian Deon dengan tatapan sinis.


Siapa juga yang tidak tau menahu tentang sikap anak tunggal dari tuan Artama yang sayangnya nama belakang itu telah di gantikan oleh nama keluarga ibunya,Wilson.


Seperti yang di dengungkan oleh nyonya mereka, tentang sikap Deon yang sok berkuasa dengan segala kekuasaan nya dan juga kekuatan uang nya, mereka bisa menilai sendiri di detik ini dengan berhadapan langsung dengan orang nya.


Suara derap langkah kaki begitu terdengar di keheningan malam yang sunyi dan sepi.Sesepi hati Deon yang harus dengan sabar menantikan sebuah jawaban dan hubungan yang pasti dengan wanita pujaan hatinya.


Suara pantofel itu begitu terdengar seiring langkah kaki Deon yang mengayun begitu cepatnya,memburu waktu dan tujuan.Esok lusa berita itu harus benar-benar terhapus di media sosial manapun,demi kesenangan dan kebahagiaan wanitanya yang terlanjur hancur,di hancurkan oleh keadaan dan dirinya.


Yah,termasuk dirinya lah hidup seorang renata Kusuma hancur di tangan pria yang mengaku mencintai nya tapi menghancurkan nya secara perlahan-lahan.Sayang,sang terdakwa tak menyadarinya.Seperti lempar batu, sembunyi tangan saja deon.


Aisha alifa sudah daritadi menunggu kedatangan Deon bersama suami tercinta, Muhammad Akmal Al-Hussein.Melalui izin darinya pula,Alifa rela bergadang menunggu mantan atasannya sekaligus mantan kekasihnya yang dulu pernah ada rasa tapi tak sempat merajut asa yang terpendam,terhalang oleh tujuan masing-masing.


Alifa,tak hanya duduk berdiam diri saja di temani sang suami tapi dia juga di buat sibuk dengan permintaan Deon yang ingin mengadakan konferensi pers dadakan untuk meluruskan pernyataan dia yang menuduh seorang pramusaji tanpa tau akibatnya.


"Aku sudah disini".Suara berat nan lantang Deon telah membuat Akmal menghentikan sejenak pekerjaan nya.Orang yang di tunggu-tunggu akhirnya bisa datang, sesuai kesepakatan.


"Akhirnya kau datang juga".


"Pasti".Sahut Deon,tak Sudi bersitatap dengan Akmal."Sudah kau atur semua yang aku pinta".Tamu tak punya adab sekali Deon,sudah bertamu di tengah malam, banyak permintaan nya pula.


"Sesuai yang kamu minta,tuan kuasa".Kali ini Alifa angkat bicara, setelah dia berdiam diri, menyaksikan interaksi suami dan mantan kekasihnya.


"Kau memang bisa di andalkan, seperti biasa".Puji Deon,sembari menoleh pada Alifa.Dia tatap sejenak wajah blasteran china-indo itu sebelum dia melengos pergi.


"Kebiasaan".Komentar Alifa.


Akmal, mengandeng tangan istrinya."Hapal betul dengan sikap mantan_".


"Semua orang juga tau sikap nya seperti apa".Sahut Alifa,menyambar ucapan Akmal.Mengalihkan pemikiran Akmal.


Akmal tersenyum sembari mencolek hidung Alifa."Istri ku memang pintar mengalihkan perhatian orang lain".


"Istri siapa dulu?".


"Istrinya Akmal".Puji Akmal,sembari tertawa bersama dengan istri nya.


Sedang Deon yang mendengar gurauan sepasang suami istri yang tengah menantikan calon buah hati mereka,tersenyum kecut."Tertawa lah sebelum tertawa itu di larang.'DILARANG TERTAWA'".