
Yang di tatap dan di panggil dengan penuh ketakutan malah asyik memperhatikan rekaman cctv yang di perlihatkan langsung oleh Rendi.
Memang apa yang di jelaskan oleh Rendi dan apa yang di lihat nya,memang benar adanya seperti itu.Tapi,bukan itu saja yang dia lihat dari rekaman cctv itu melainkan gerak-gerik rania,raut wajahnya dan juga arah lari Rania.
"Tunjukkan aku bukti rekaman cctv taman dan pintu luar".Perintah Deon.
Mengikuti perintah tuannya adalah cara terbaik untuk menghindari amukannya.Dengan sigap pula dia memberikan bukti rekaman cctv yang di minta.
Di mulai dari taman basecamp yang luas dengan beberapa kendaraan roda empat terparkir disana.
"Berhenti".Teriak Deon.
Rendi, menghentikan gerakan tangannya yang memberikan rekaman cctv sesuai keinginan tuannya.
"Ada apa pak bos?".Tanya Rendi,tak mengerti dengan tuannya yang tiba-tiba menyuruhnya menghentikan rekaman cctv yang sedang berputar.
Deon,tak menjawab pertanyaan anak buahnya.Dia tengah mengamati Rania yang sedang berusaha kabur dengan potongan kain yang menjadi jembatannya.Disana terlihat dimana Rania tengah kesulitan untuk turun dari atas balkon hingga tanah,sulit bagi dirinya menyeimbangkan berat badannya dengan kain yang di ikatkan di ujung balkon.Salah melangkah atau salah tindakan saja sudah berakibat fatal untuk dirinya.
Dengan hati-hati Rania,terus turun ke bawah dengan pandangan tak henti-hentinya menatap keatas dan ke bawah.Kejadiannya begitu dramatis dan tegang, seperti di film-film action lainnya.
Rania,terus bergelantung diantara kain-kain yang dia ikatkan satu persatu hingga panjangnya menjuntai ke bawah tanah.Kejadia ini luput dari pengawasan penjaga basecamp.Itu yang menjadi perhatian Deon terhadap aksi heroik Rania.
Darisana pula dapat Deon lihat kemana dan menggunakan apa Rania bisa kabur dari basecamp super mewah dan luas.Sebuah mobil dak terbuka terparkir disana,mungkin dia yang bertugas mengantarkan barang-barang pesanannya.
Rania, berjalan dengan mengendap-endap.Mengamati situasi dan kondisi,dia tau basecamp milik Deon di lengkapi oleh cctv baik yang tersembunyi maupun yang ada secara terang-terangan.
Dia tak peduli,masa bodoh dengan cctv yang menurutnya hanya pajangan dan penjagaan tak lebih dari seorang pemalas yang hanya duduk diam sambil ngopi,tanpa memperhatikan dengan betul rekaman cctv.
Yang dia perhatikan dan menjadi pusat perhatiannya adalah penjagaan di basecamp Deon sudah seperti penjagaan untuk acara kenegaraan saja super ketat dengan di lengkapi oleh penjaga dari satuan terbaik dan di latih Deng baik pula.
Rania,jelas merasa mawas diri.Dirinya yang hanya seorang perempuan,tak bisa dia bayangkan harus berhadapan dengan pria kekar berotot seperti binaragawan.
Deon,tak pernah lepas dari rekaman cctv yang memperlihatkan detik-detik Rania bisa meloloskan diri dari basecamp nya yang super ketat.Disana terlihat dimana Rania tengah celingak-celinguk kesana-kemari memperhatikan situasi dan kondisi terkini, setelah di rasa aman barulah dia lobak ke mobil pick up dengan dak terbuka yang membawa barang pesanan Deon.
Satu,dua loncatan saja Rania sudah berada dalam mobil pick up yang terparkir dengan terpal sebagai penutup tubuhnya.
Puk..Puk...Puk..
Deon, bertepuk tangan, memberikan applaus untuk keberanian Rania yang seperti di film action.Sedari tadi Deon,terus mengamati seperti penonton yang tegang atas aksi Rania,si wanita polos penuh dengan keberanian.