My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 135



"Tunggu,mbak".Alifa refleks berdiri,memanggil pramusaji yang mengantarkan menu pesanannya.


Akmal,memegang tangan Alifa mencoba menenangkan istrinya agar tak berteriak mengundang perhatian pelanggan lainnya atau bahkan mengacaukan suasana makan mereka.


"Tenang, sayang.Kamu gak perlu berteriak seperti ini".Ucap lembut Akmal,mengelus lengannya dengan lembut.


Alifa,menoleh kearah Akmal.Tiba-tiba dia menangis sesenggukan,entah apa penyebabnya.


Dia duduk kembali sembari bersandar di bahu suaminya.Menumpahkan beberapa tetes air mata yang turun bak hujan deras membasahi permukaan bumi.


Akmal,mengusap puncak kepala istrinya penuh sayang.Menenangkan hati dan pikiran istrinya.Hormon ibu hamil yang cepat berubah, memaksanya untuk beradaptasi dengan perubahan hormon ibu hamil seperti istrinya.


Dia sengaja membiarkan istrinya menumpahkan setetes demi setetes air mata yang jatuh, membiarkan dia bercerita sendiri tanpa di minta.


"Hiks ....Hiks....Apa dia tidak memaafkan ku,by?".Tanya Alifa,diantara Isak tangis nya.


Akmal menoleh kearah istrinya.Dia ubah posisi duduknya,dia menyangga kepala istrinya agar mereka saling berhadap-hadapan.


"Hey,it's ok".Kata Akmal,mengusap air mata di pipi Alifa."Apa yang membuat mu berpikiran seperti ini?".Tanya Akmal, menatap penuh sendu.


Alifa, bukannya menjawab pertanyaan akmal,dia malah memeluk erat tubuh Akmal."Dia pasti tidak memaafkan ku karena aku sudah memfitnah nya,dia pasti bersikap seperti itu karena dia masih merasakan sakit hati".Susah payah Alifa bercerita tentang alasan dia menangis,susah payah dia menceritakannya diantara Isak tangisnya dan perutnya yang berada begah.


Akmal,semakin mengeratkan pelukan di tubuh istrinya."Jangan berpikir macam-macam".


"Tapi, ucapannya ketus dan menaruh nampan pun dengan kasar".Protes Alifa.


Akmal,diam sejenak.Ada benarnya ucapan istri nya,tapi mungkin juga si pramusaji korban fitnah istrinya tak mengenali wajah istrinya.Toh,sejak tadi pramusaji itu menunduk terus dan berlari secepat mungkin.


Alifa,jelas dia tak bisa menerima penjelasan Akmal.Baginya pramusaji korban fitnah nya masih membencinya terbukti dari sikap dan tutur katanya yang tidak menunjukkan ramah-tamah nya.


Merasa tak ada jawaban dari istri nya karena sedari tadi istrinya diam saja hanya Isak tangis yang sesekali terdengar begitu menyayat hati bagi orang yang mendengarnya.


"Al"Panggil Akmal,sembari menoleh kearah Alifa.


Hening,tak ada jawaban dari Alifa.Suara Isak tangisnya yang sesekali terdengar menyahuti panggilannya dengan napas tersengal-sengal, seperti pengidap penyakit asma.


"Al"Panggil akmal lagu, mencondongkan tubuh Alifa.


Deg


Alangkah terkejutnya Akmal terhadap Alifa sebab mata Alifa boleh saja tertutup tapi dia tetap mengeluarkan air matanya.Begitu memilukan.


Dia membekap kembali tubuh Alifa dalam pelukannya begitu eratnya."Jangan berpikir macam-macam Al,ingat bayi yang ada dalam kandungan mu.Ingat,dia juga merasakan kesedihan yang sama dengan ibu mereka,tolong ingat dia Al".Pinta Akmal, dengan lembutnya sesekali dia menciumi puncak kepala Alifa.


Yah,meski Alifa menutup matanya bukan berarti dia tertidur.Matanya boleh tertutup tapi dia mampu mendengar suara orang-orang di sekitarnya.Dia menutup mata karena terlalu menyesali perbuatannya atas sikap dirinya yang asal berbicara dan pada akhirnya mengorbankan orang yang tak bersalah.


'Aku diam,karena aku merasa bersalah,aku menutup mataku karena aku terlalu sedih dengan sikap dan tutur kata ku yang tak mampu aku jaga'Kata Alifa membatin.


Tanpa mereka sadari,deon memperhatikan interaksi kedua calon orang tua itu dengan tatapan sinis dan jijik.


"Al...Al...Al,jujur aku sulit melupakan mu walau ada gadis yang berhasil memikat hati ku.Kau laksana berlian yang bercahaya diantara kerikil".Kata Deon,memuji mantan bawahannya sekaligus orang yang pernah ada dalam hatinya.


Dia memandang sinis hanya pada akmal saja bukan kepada Alifa.Wanita yang masih berada di hatinya.