My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 83



Deon, tersenyum getir di balik layar menyaksikan tamu undangan datang silih berganti diantara mereka ada yang berdecak kagum dengan hidangan yang tersaji,ada pula yang terpana dengan dekorasi ruangan dan saling merangkul satu sama lain diantara tamu undangan seakan mereka berteman akrab padahal mereka sebenarnya adalah penjilat handal.


Yah, penjilat handal layaknya anjing yang menjilati tubuh tuannya hanya demi sebuah tulang yang mereka harapkan sebagai makanan mereka.Begitupun dengan tamu undangan yang secara khusus dan sengaja Deon undang demi memberikan sebuah pelajaran berharga dan tak terlupakan oleh Budi Kusuma Atmaja.


Deon,memang sengaja belum menampakkan diri diantara tamu undangan nya, membiarkan mereka menjalani sandiwaranya bak aktor di serial drama-drama perfilm an Indonesia dengan penuh intrik dan drama yang terlihat memang di sengaja dan tak masuk akal.


Pandangan Deon,tak pernah lepas dari pak Budi yang tengah berbincang dengan manager di cabang resto yang lainnya, terlihat akrab dan terkesan di buat-buat,terlihat penjilatnya.


"Hah,kalau pun ada penjilat yang handal pasti sudah di menangkan oleh seekor anjing".Gumam Deon, tersenyum sinis.


Pak Budi,dia tak bisa menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk menunjukkan eksistensinya dan juga kedudukannya yang seorang manager dari salah satu cabang resto double D juga, dengan bangganya dia menyebutkan tentang prestasi dan juga kontribusi dalam memajukan cabang resto milik Deon Artama,terbaru dia membongkar penyusup yang menyamar sebagai karyawan rendahan dengan melebih-lebihkan cerita dan menjelekkan penyusup di hadapan manager lainnya yang satu meja dengan nya.


"Tadi siang,ada penyusup masuk ke resto yang di pimpin oleh saya dengan menyamar sebagai karyawan rendahan ".Cerita pak Budi, begitu antusiasnya dia bercerita.


Mereka yang mendengarkan juga antusias mendengar tentang kehebatan pak Budi yang sebenarnya adalah orang yang mereka baru kenal.


Pak Budi, seakan membanggakan dirinya dan kehebatan nya dalam membongkar penyusup yang nakal berkat kecerdikan dan ketelitian nya dalam mencurigai musuh.


"Haha .Haha"Deon,yang mendengar cerita pak Budi lewat laptop sampai tertawa terbahak-bahak."Pintar sekali dia bersandiwara,aku jadi tak sabar ingin membungkam mulut busuknya dan menumbangkan kesombongan nya".Kata Deon,tersenyum penuh kelicikan.


Yah,Deon sedang menjalankan permainan yang dia ciptakan sendiri untuk memberikan pelajaran yang berharga untuk lawan-lawannya bahkan bawahan nya yang terkenal sombong dan menyalahkan kewenangan yang mereka berikan.


Deon,memang salah satu pelaku bisnis yang terkenal licik dan seringnya memberikan pelajaran dan gertakan yang brilian dan tak pernah di sangka- sangka oleh lawan bisnisnya saking pintar dan cerdik nya Deon seperti si kancil dalam cerita dongeng si kancil dan buaya.


Asyik, menyaksikan drama dan akting dari para pelaku aktor di dalamnya yang sayangnya kebanyakan diantara mereka bertingkah bak anjing penjilat dan si muka dua.Di depan atasannya dia bersikap baik,namun di belakang dia membicarakan.


"Hebat,luar biasa,pintar,hebat dan amazing". Rasanya Deon,tak percaya dengan drama yang tersaji.


Dia masih betah memantau mereka dari balik layar seperti tontonan gratis dan menghibur yang sebelumnya tidak pernah dia dapatkan di layar drama manapun,di bioskop,di channel YouTube dan di perfilman mana pun.Saking, asyiknya dia tanpa sadar membiarkan anjing-anjing penjilat itu kelaparan hanya demi menunggu sang big bos,si tuan rumah dan si tuan kuasa.


"Pak,sudah dua jam mereka disini.Apa kau tidak mau menemui mereka?".Tanya Bram,memutus kesenangan dan kebahagiaan Deon.