
Renata melepaskan rangkulan Alek di pundaknya.Sudah sedari tadi rasanya dia ingin menghempaskan tangan Alek yang merangkul pundaknya,risih di lihat oleh orang lain apalagi itu adalah Deon,bukan bermaksud takut Deon cemburu tapi karena dia merupakan big boss mereka.Tak etis menurutnya.
"Hai,baby kenapa kau kasar sekali".Protes Alek,tak terima Renata menghempaskan tangan nya di rangkulan pundaknya.
"Baby?,mata mu baby".Hardik Fahri,sembari mendekati mereka yang tak tertinggal terlalu jauh.
Fahri,menatap Renata dengan tatapan memuja seperti biasanya.Wajah ayu nan manisnya,begitu menghipnotis dirinya.Renata seperti memiliki magnet penarik yang mampu merebut poros hidup nya akan diri Renata dengan wajah ayunya.
"Cantik,luar biasa".Gumam Fahri.
Alek,yang tak terima wanita incarannya mendapatkan tatapan penuh damba dari rekan bisnisnya.Dia menarik paksa tangan Renata, menjauhkan dirinya dari pria-pria yang mungkin akan mengalahkan diri nya.
Renata, bukannya tak mau melawan alek.Tapi,dia tidak punya kesempatan untuk melawannya.Pergerakan tangan Alek begitu cepat dan tak dapat di tebak oleh dirinya yang terlampau cuek,lalai dalam mengawasi tangan Alek yang seenaknya berbuat.
"Lepasin,ini sakit tau".Gertak Renata,sembari menghempaskan tangan Alek untuk kedua kalinya.
Kali ini, hempasan tangan Renata tak mempan.Cengkraman tangan Alek di tangannya begitu kuat hingga tangan nya terasa sakit dan perih.
Alek,tak menggubris gertakan renata.Dia memang pria posesif kendati Renata belum sepenuhnya menjadi miliknya.Toh,itu bisa di usahakan nanti.Renata pun,masih menutup diri dari pria lain termasuk dirinya.
Alek,membawa Renata masuk ke dapur bermaksud menyembunyikan dia dari pria yang ingin merebut wanitanya dari sisinya.
Pasrah,Renata lebih memilih pasrah dengan perlakuan Alek selama dia tidak bertindak yang di luar batasannya.
Alek, melepaskan genggaman tangannya di tangan Renata.Dia juga harus bersiap diri sebelum memulai pekerjaannya yang super sibuk di dapur resto dan tentu wanitanya juga harus melakukan hal yang sama.
Tapi,Renata masih berdiam diri dengan tatapan kosongnya.Tak beranjak di tempatnya,meski dia sendiri yang meminta untuk di lepaskan,dia juga yang masih berdiam diri.
"Re".Sahut Alek, menyadarkan diri Renata yang kembali di temukan dalam keadaan melamun."Re".Panggil Alek sekali lagi.
Renata,bergeming.Sentuhan tangan Alek di pundaknya dan panggilan nya yang cukup keras berhasil mengejutkannya dari lamunannya tentang sikap Deon.
"Y-Yah".Saking terkejutnya hingga Renata terbata-bata menyahuti panggilan Alek.
"Jangan melamun terus,cantik". Nasehat Alek,sembari melayangkan senyuman manisnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Renata,bergidik ngeri mendapatkan senyuman dan kedipan mata Alek yang genit dan caper terhadapnya.
"Sok manis".Gumam Renata,sembari berlalu pergi ke lokernya untuk berganti pakaian kerjanya.
Alek,tersenyum begitu lebarnya.Renata,tanpa sadar malah mengikuti dirinya tanpa pemberontakan yang sering dia lakukan terhadapnya.Tapi,kali ini dia pasrah menerima perlakuannya seperti menikmati setiap sentuhan dan belaian tangan nya.
"Renata... Renata,sok jual mahal sekali kau".Gumam Alek,tersenyum begitu manisnya.