
Malam ini,Deon benar-benar di buat sibuk dengan kasus renata yang terlanjur tersebar.Bukan Alifa yang menyebarkan video itu, melainkan salah satu pengunjung di sebuah resto ternama.Tapi, pernyataan itu memang di buat oleh Alifa.
"Ada unggahan video lainnya yang tidak semua di unggah".Kata seorang pria.
"Aku gak mau tau cepat cari keseluruhan video itu dan cari tau siapa pengunggah nya".Perintah Deon."Satu lagi,kalian hapus semua unggahan video itu sebersih-bersihnya sampai ke halaman dark web".Perintah Deon lagi di balik layar.
Walau dia tidak bisa hadir dan memantau secara keseluruhan.Tapi lagi,dia menggunakan kekuatan uang nya untuk mengendalikan segala sesuatunya sesuai dengan keinginannya.
"Kau berhutang maaf pada kekasih ku,Alifa".Gertak deon,pede sekali dia mengakui Renata sebagai kekasihnya.
Orang yang mendapatkan perintah langsung dari Deon,bekerja dengan cepat dan hati-hati sekali karena tuan nya telah menjanjikan bonus bernilai fantastis kepada mereka yang sudah bekerja dengan susah payah untuk membersihkan nama wanita yang mereka yakini sebagai kekasih dari CEO utama Double D group.
Video unggahan itu memang sudah di hapus dari media sosial manapun,dark web pun tak lagi bisa di lacak hanya untuk mendapatkan sebuah unggahan video yang di sebarkan oleh orang yang tak bertanggungjawab,yang isinya hanya fitnah belaka.
Netizen dengan kekuatan jari-jemarinya,tanpa mencari tau apalagi bertanya tentang keberadaannya.Telah membanjiri kolom komentar dengan komentar pedasnya.
Tak ayal,itu membuat Rania menangis.Sumpah serapah,kata cacian dan ujaran kebencian tertuju pada renata.Begitupun dengan deon,dia sama geram dan kesalnya seperti Rania.
Dia yang tau persis duduk perkaranya,apalagi dia juga mengetahui orang yang di fitnah adalah wanita yang di carinya,mau tak mau dia harus turun tangan sendiri.
Deon,yang terbayang akan sosok renata yang cantik dan kulit putihnya seputih susu tapi tertutup mendung awan hitam pekat.Aura kecantikannya seakan tertutup oleh luka di hatinya.
Saat itu pula tim IT suruhan Deon menghubungi dirinya yang terbuai oleh wajah cantik renata, dengan pipi tirusnya.
Kring...Kring..Kring
Dia ambil ponselnya yang dia letakkan diatas meja.Memencet tombol terima.
"Hello".
"Ada masalah lain di luar penyebaran video.Unggahan video itu memang sudah terhapus tapi berita nya sudah terlanjur tersebar".Jelas tim IT suruhan deon.
Deon,memijat pelipisnya.Ini pula yang menjadi beban pikiran deon, melakukan konferensi pers untuk membantah tuduhan dan fitnah yang tertuju pada Renata.Bukan hal yang sulit bagi Deon,tapi yang menjadi sulit adalah bagaimana renata mau di wawancarai sedang dia belum melakukan pendekatan.
"Sial".Umpat deon.Satu hal ini lah yang menghambat rencananya.
"Hello".Panggil tim IT
Deon,yang pikirannya sudah kacau.Secara sepihak dia menutup panggilan nya,tak ingin menambah daftar beban pikirannya.
Satu masalah selesai, ternyata masih ada masalah lain yang datang menghampiri deon.Dia harus bisa gerak cepat,bila perlu malam ini juga dia harus bisa menyelesaikan masalah wanitanya tak peduli itu akan merogoh kocek yang tak sedikit.
Melalui nasehat tim IT yang kembali dia hubungi dan beberapa orang jurnalis.Keputusan dan acara dadakan berhasil diadakan di tengah malam buta.
Renata tak di tampilkan secara keseluruhan hanya menggunakan masker dengan alasan privasi nya tak ingin di ganggu padahal wanita itu bukanlah renata yang sebenarnya.Dia wanita suruhan deon,yang bertugas untuk menceritakan kronologis yang sebenar-benarnya.
"Semoga, sesuai harapan".Harap Deon, begitu acara konferensi pers nya telah berakhir.