My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 26



Alifa sudah sedikit tenang saat Akmal dengan susah payah menjelaskan sepatah,dua patah kata tentang kesalahpahaman nya terhadap pramusaji yang memiliki nama yang sama dengan adik dari pelakor orang tuanya.


"Namanya mungkin sama, tapi nyatanya".Akmal menjeda ucapannya."Dia berbeda kan?,kamu juga tau sendiri renata Kusuma yang kamu maksud itu masih berada di penjara?".


Penjelasan Akmal meski terbilang masuk akal tapi tidak dengan pikiran Alifa yang sensitif terpengaruh hormon kehamilan.Tentu,tak bisa percaya begitu saja.


Akmal,tak lelah menjelaskan agar tak terjadi fitnah untuk orang yang tak bersalah,dan istrinya tak ikut menjadi penambah dosa untuk orang yang tak tau apapun begitu pun dengan dirinya tak kecipratan dosa dari istrinya.


Rasa lelah itu, akhirnya terbayar dengan senyum gembira Alifa kala menu pesanan nya tersaji di hadapannya.Dia yang sempat mengomel, tenaganya terkuras habis kini rasanya dia ingin menghabiskan makanan yang begitu menggiurkan dan menerbitkan rasa laparnya.


Bukan renata,bukan dia yang mengantarkan pesanan Alifa melainkan seorang wanita seksi dan cantik tapi tidak secantik dan pendiam,renata.


Perkataan Alifa ternyata sudah terlanjur di dengar oleh pengunjung dan merekam kemudian menggunggah nya ke media sosial masing-masing.


Teknologi yang canggih dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan pesatnya.Unggahan itu cepat menyebar dan telah mendapatkan berbagai komentar netizen hanya dengan hitungan menit saja.


Pramusaji pendiam itu telah di fitnah sebagai adik dari pelakor,perusak rumah tangga orang lain bahkan pak Budi yang selalu membela renata kini tak bisa lagi membela nya.


Pernyataan itu yang terlanjur tersebar di media sosial,telah mengecam seorang renata yang notabenenya tak tau menahu tentang permasalahan hidup dari pengunjung yang tidak di kenal nya.


Sebab itulah Renata di panggil,Renata tidak mengantarkan pesanan Alifa.Sebab dia sedang berhadapan dengan manager nya,pak Budi.


"Apa kamu memang benar sebagai adik dari pelakor seperti yang di tuduhkan?".Tanya pak Budi, bertanya pada orang nya terlebih dahulu.


"Tidak.Itu tidak benar".


"Apa kamu,mengenal pengunjung wanita ini?".


"Tidak".


"Mungkin nama kami yang sama".


Pak Budi terdiam.Unggahan video itu hanya sepotong.Mengatakan Renata adalah adik dari pelakor,tapi unggahan tentang pernyataan kesalahpahaman itu tidak di upload.


Pasal inilah yang menjadi bumerang bagi renata dan pengguna media sosial lainnya,menggiring opini yang tidak benar pada khalayak umum.


Bimbang rasanya Budi menentukan pilihan.Toh,dia belum berbicara terus terang pada orang yang menuduh Renata sebagai adik dari pelakor.


"Sudah cukup,kau boleh pergi".Usir Budi.


Renata,berjalan keluar.Rekan kerjanya masih bersikap normal,belum mengetahui bumerang yang di ciptakan oleh si penggugah video tentang tuduhan pengunjung wanita terhadap nya.


Masih terlalu dini untuk mereka yang masih di sibukkan dengan urusan pekerjaan mereka masing-masing belum di perkenankan untuk memainkan ponsel mereka apalagi membuka media sosial mereka.


Barulah,saat mereka pulang.Mereka baru mengetahui,pramusaji yang di kenal sebagai pramusaji pendiam itu ternyata merupakan adik dari pelakor.


"Diam jadi pemalu,bergerak jadi pelakor ".


"Gak nyangka,pendiam dari luar.Dalamnya busuk".


"Pantas, sikapnya tertutup, ternyata dia sedang menyembunyikan bangkai ".


"Sepintar-pintarnya tupai melompat akan terjatuh juga.Sepintar-pintarnya menyimpan bangkai akan tercium juga".


Berbagai komentar negatif dari netizen yang maha benar dengan segala tuduhan tanpa mencari tau kebenarannya mengisi kolom komentar tentang unggahan video pernyataan Renata sebagai adik pelakor.Padahal yang di fitnah dan tertuduh saja,tidak tau menahu.Toh,dia tidak punya ponsel sepintar dan secanggih yang mereka punya.