My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 63



Renata yang sudah tau akan tabiat Fahri dan Alek yang selalu memaksa diri nya untuk memilih diantara Alek dan Fahri untuk menemani dia pulang,belum lagi ada si culun karyawan baru yang dengan sombongnya main paksa,menyeret dirinya pergi.Tentu,hal ini menjadi kekhawatiran dan juga pertimbangan renata.


Dewa amor sepertinya sedang memihak dirinya,dimana sang paman menawarinya tumpangan gratis untuk keponakan perempuannya, mengantarkan dia pulang daripada keponakan cantiknya menjadi mangsa predator ganas.


Renata, dengan senang hati menyetujui ajakan paman nya.Sekarang dia sedang berada di dalam mobil,duduk di samping pamannya yang mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sopir pribadi.


Di balik kaca hitam, dapat Renata lihat kedua predator itu tengah berdebat sengit,entah apa yang mereka bicarakan.Tapi,menurut Renata itu tak jauh tentang dirinya sendiri.


"Bodoh sekali mereka mau menunggu pramusaji pendiam".Ledek renata.


Pak Budi, mencondongkan tubuhnya ikut melihat ke luar.Ternyata benar,ada dua predator yang sedang asyik berdebat.


"Kalau pramusaji nya cantik kayak kamu,paman juga rela mengantri seperti mereka".Celetuk pak Budi,mempertegas ucapan pertama nya.


Yah,tak di pungkiri oleh dia.Renata,memang keponakan perempuan dengan paras cantik.Namun, kecantikannya tertutup oleh luka hati dan kekosongan hati tak terbatas.


Aura kecantikan nya seakan meredup di karena kan kekosongan hati yang begitu lebar dan tak terisi selama 3 tahun terakhir ini.


Renata menoleh pada pak Budi."Kalau cowoknya seperti paman,jelas akan aku pilih Pama ku ini".Goda Renata,bergelayut manja pada lengan Paman nya bak anak kecil.


Pak Budi,tak menampik tangan Renata yang bergelayut manja di lengannya, menyandarkan kepalanya diatas bahunya.Membiarkan dia melepaskan beban masalahnya.Mungkin itu akan mengobati rasa rindu Renata pada ayah kandungnya.


Ayahnya yang tak lain dan tak bukan adalah kakak kandungnya,Renata sudah seperti anaknya sendiri.Dia limpahkan kasih sayang dan perhatian yang lagi-lagi selalu mendapatkan penolakan dari diri renata dengan dalih ingin belajar mandiri.


"Bersandar lah sesuka dan semau mu,anggap paman ini adalah ayah mu sendiri".Ucap pak Budi,membelai lembut puncak kepala renata.


"Terimakasih".Sahut renata.


Sedang,di luar sana tanpa dia ketahui.Fahri dan Alek masih setia menunggu Renata keluar,duduk di jok motor mereka masing-masing.Menunggu pramusaji pendiam mereka bak menunggu Dewi turun dari kahyangan.


"Lama sekali dia keluar?".Keluh Alek,sembari melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Mungkin dia kagak mau di anter sama playboy cap kapak kayak loe".Ledek Fahri,menyahuti keluhan Alek.


Alek mendelik sebal, lagi-lagi Fahri yang ikut campur seakan tak membiarkan nya hidup bebas apalagi bisa berhasil menaklukkan hati pramusaji pendiam.


"Bisa diam gak?".Sentak Alek,tersulut emosi.


"Kagak bisa".


"Kenapa juga,gak kasih kabar bini orang?".Kata Alek,sembari menyindir.


"Males gue,dah kena azab nih gue.Mending menaklukkan hati si pramusaji pendiam,itu lebih menantang daripada merebut bini orang ".


"Udah tau menantang, kenapa masih berusaha di taklukkan?".


Bukan Alek yang angkat bicara, melainkan suara pria yang tak asing bagi mereka.Suara berat itu seakan marah pada mereka yang memperebutkan pramusaji pendiam mereka bak barang taruhan.


"Heh anak baru,kalau gak tau apa-apa jangan sok imut campur'.Gertak Fahri,maju selangkah ke depan."Jangan pernah ikut campur,anak baru".