My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 80



Dalam hati Deon bersorak senang kendati dia merasa jijik dengan pesan notifikasi dari pak Budi.Tadi saja,dia bersikap arogan,mendadak sekarang bersikap lembut seperti seseorang yang takut jabatannya terancam bila tidak bersikap hormat pada atasan.


Sebenarnya Deon menyuruh Bram untuk berputar balik adalah dia hendak melanjutkan misi nya dalam menaklukkan hati wanitanya yang terlampau cuek dan pendiam.Kembali berpura-pura menjadi karyawan rendahan.


Tapi, hampir saja dia sampai di resto mendadak pikiran nya teringat dengan kejadian tadi pagi atas kebodohan dan kecerobohan nya sendiri.Membongkar indentitas sebelum waktunya dan itu pula yang membuat pak Budi murka terhadapnya,apalagi dia di tuduh sebagai penyelundup,penyusup yang menyamar sebagai karyawan rendahan.


"Berhenti".Teriak Deon begitu lantang dan nyaring terdengar.


Bram,secara spontan menginjak rem secara mendadak hal itu membuat tubuh Deon terjengkang ke depan karena tak memakai sealtbelt dan kepalanya terbentur kursi depannya.


"Aw".Pekik Deon.Dia menatap tajam pada Bram."Kalau mau ngerem jangan mendadak".Sentak Deon,tak sadar dengan kesalahannya sendiri.


Bram menoleh ke belakang."Sorry, sendiri nya aja berteriak dadakan seperti tahu bulat,di goreng dadakan,lima ratusan..Tahu bulat.."Kelakar Bram,mencoba mencairkan suasana.


Bukannya merasa terhibur,justru itu telah memancing kemarahan Deon terhadap tingkah laku Bram.Seenaknya main berlelucon di saat dirinya terbentur.


"Lucu yah?".


"Gak,kan saya gak sedang ngelawak apalagi stand up comedy".Kilah Bram,membela dirinya sendiri.


Semakin geram saja Deon terhadap Bram.Dia buka pintu mobil dan keluar dari dalam dengan membanting pintu mobil dengan sekuat tenaga, seakan melampiaskan kemarahan dan kekesalan nya.


Sedang Bram,dia mengedikan bahu nya tak merasa bersalah.Baginya dia hanya berusaha berkelakar di saat keheningan melanda dan agar dia tak tersulut emosi untuk kesekian kalinya.


Dalam hati pula,Bram tertawa cekikikan karena sudah berhasil membuat tuannya kesal akan tingkah lakunya yang sengaja dia lakukan untuk memancing emosi tuannya.


"Bagaimana rasanya?,enak kan?, makanya jangan suka buat orang lain kesal dengan perintah mu dengan seenaknya saja".Gumam Bram,sembari tertawa.


Deon,masih menenangkan diri.Ini seperti senjata makan tuan, dirinya yang suka memerintah seenaknya dan membuat orang lain kesal sekarang seperti berbalik keadaan.Dimana dirinya yang sekarang merasa kesal.


Dia tarik napas, keluarkan,tarik lagi, keluar kan lagi terus saja begitu hingga emosinya mereda sendiri kalau saja dia tidak ingat akan kepintaran Bram dan keluwesan Bram dalam bekerja sudah sedari awal dia menendang jauh-jauh pantat Bram.


"Apa sesakit dan sesulit ini,aku memperjuangkan cinta mu.Renata?".Gumam Deon, menyandarkan tubuhnya pada badan mobil.


Dia keluarkan cerutu kesayangan nya dalam saku celananya beserta dengan korek apinya.Dia tempelkan cerutu itu pada bibirnya dan menyalakan ujung cerutu dengan korek api.Kepulan asap rokok sudah mulai keluar bersamaan dengan isapan cerutu.Semakin di isap,semakin tenang pikiran nya dan perasaan nya menjadi lega tak seperti tadi.


"Ngerokok sendirian aja".Celetuk Bram,sembari keluar dari sarangnya.


Deon menoleh kearah datang nya Bram.Seperti biasa,bocah tengil itu selalu mengganggu keasyikannya,sudah menjadi hal lumrah bagi diri Deon yang entah bodoh atau terlalu sayang mengeluarkan uang banyak hanya untuk menganti Bram sebagai bawahannya.


"Bocah tengil,tak tau diri".Gerutu Deon,membuang cerutunya dan menginjak nya.