My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 145



Meski kesusahan bagi Amara untuk menyeimbangkan langkah kaki tuannya,tapi dia tak boleh menyerah begitu saja jika dirinya memang masih menginginkan bekerja dengan Deon.


Kecepatan, kepintaran, kecerdikan,seksi,anggun,menarik dan yang paling penting dia cekatan dalam mengerjakan perintah Deon adalah kriteria dia tetap bekerja di perusahaan raksasa dan si CEO tampan yang menggoda imannya.


"Untung dia tampan,kalau tidak ogah deh aku kerja bareng sama manusia kutub".Gerutu Amarta,mengomeli perilaku Deon yang seperti biasa bertindak sesuka hatinya.


Ting


Deon, menekan tombol angka 5 pada tabung besi untuk mengantarkannya menuju ruang yang di tuju.Lantai 5,berada disana lah ruangan meeting itu berada dan hanya dengan menggunakan ini saja Deon bisa cepat menuju ruangan yang di tuju.


"Tunggu".Teriak Amarta.


Deon,tetap melangkahkan masuk kendati suara teriakan Amarta begitu keras dan melengking tinggi di malam sunyi dan sepi ini.


Amarta yang tadi tertinggal jauh, melepas sepatu high heels nya agar lebih mudah berlari,mengejar tuannya yang sudah berada di tabung besi dengan menatap dirinya tanpa ekspresi.


'Dasar manusia kulkas,apa tidak bisa dia tersenyum sedikit'Omel Amarta,dalam hati.


Jujur saja, mendapatkan tatapan seperti membuat Amarta jatuh cinta tapi bos nya ternyata tak tertarik pada dirinya padahal dia cantik,seksi,pintar,menarik dan tentunya tak kalah jago berdebat seperti Aisha alifa.


"Kau,jalan seperti siput saja".Hardik Deon, begitu Amarta sudah masuk ke dalam.


Amarta hanya menyengir kuda sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Maaf pak bos".Sesal Amarta.


Deon, mengeluarkan MacBook pintarnya yang sedari tadi berada di genggamannya setelah di sodorkan oleh Amarta.Dia terlihat fokus dengan jari-jemarinya menggeser slide MacBook dengan lihai nya,tak terganggu dan terusik oleh keberadaan Amarta yang sedari tadi terus menatap dirinya.


Yah,wajah Deon yang blasteran begitu menggelitik hatinya,dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada bos nya sendiri.


Tapi,rumor tentang kisah asmara Deon membuat dirinya harus mundur beberapa langkah bahkan bila perlu jangan pernah berharap.Rumor tentang kisah asmaranya dengan seorang wanita biasa dan dia tengah mencari keberadaan wanitanya yang sampai saat ini belum di temukan.


Karena satu wanita itu pula membuat Deon tertutup dan dingin.Angkuh terhadap wanita manapun apalagi dirinya.Jelas,dia selalu membentengi diri sendiri dari yang namanya jatuh cinta terhadap karyawan nya sendiri.


Ting


Pintu lift terbuka dengan sempurna,Deon dengan langkah cepat dirinya keluar dari tabung besi yang pengap menurut nya tanpa menoleh kearah Amarta yang sedang melamun.Berandai-andai bila suatu saat nanti Deon mau melirik pada kecantikan dirinya.Dan dia mampu menggeser nama wanita yang sedang di cari oleh tuannya.


"Sedikit lagi,Amarta".Gumam Amarta, tersenyum manis.


Ting


Lamunan demi lamunan Amarta harus terhenti kala pintu lift hampir tertutup dengan sempurna,nyaris dia akan kehilangan jejak Deon bila dia terlambat menyadarinya.


Beruntung nya dia karena dia tersadar kembali begitu pintu lift itu hendak tertutup.Amarta panik bukan main, dengan langkah sigap dan dengan sebelah tangan nya dirinya mampu menghentikan pintu lift agar tidak memberi celah untuk dirinya bisa menyusul pria idamannya sekaligus bos nya.


Susah payah Amarta keluar dari lift hanya dengan menggunakan satu tangan nya hingga tangganya sedikit lecet akibat menahan pintu lift agar tidak tertutup dengan sempurna.


"Hampir saja".Gumam Amarta,menyeka keningnya yang tanpa sadar air keringat nya menetes dengan derasnya.