My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 163



Deon yang berusaha merebut hati Renata,dia tentu tak menyia-nyiakan kesempatan dan peluang di saat tanpa sengaja ekor matanya menangkap sesosok wanita yang selama ini selalu menari-nari di dalam pikirannya dan berusaha masuk ke dalam hatinya.


Wanitanya,tengah duduk selonjoran di bawah pohon rindang sembari menikmati semilir angin yang berhembus menyapa tubuhnya yang tiba-tiba panas dan gersang,di terpa kemarahan dan juga kebencian yang teramat besar.


Dengan keberanian dan tingkat kepercayaan dirinya,Deon menghampiri wanitanya tanpa memperdulikan penolakan yang mungkin akan dia dapatkan dari wanita nya.


Tapi,penolakan dan sikap dingin serta pendiam nya, seakan menghilang di bawa oleh angin yang berhembus dan matanya di busi oleh keindahan tanaman yang Begitu indah dari rancangannya sendiri.


Deon,memilih berdiri di hadapan Renata bermaksud meminta izin.Sikap Renata memang tak bisa di tebak, terbukti dengan dirinya tidak menolak kehadiran dirinya bahkan sampai dia duduk di sampingnya pun Renata tak menolak.


Kesempatan baginya terbuka lebar untuk mendapatkan hati Renata yang di bentengi oleh sikap pendiam.Kata demi kata,dia berusaha menarik perhatian Renata.


Usahanya berhasil,tapi memang tak cukup sampai disitu perlu perjuangan dan pengorbanan.Hingga dia menjelaskan di balik konsep tanaman buatan yang dia rancang sendiri.


"Sengaja aku merancangnya,untuk orang yang ingin menyendiri dan merenung.Mengingatkan ku akan suasana pedesaan dan_". Penjelasan terhenti,di saat wajah Alifa begitu jelas berada dalam bayangan nya.


Aisha alifa,wanita yang pernah hadir dalam hidupnya.Sekeras dan sekuat apapun dia melupakan, wanita itu masih ada di dalam hatinya.


"Lah kok malah ngelamun".Suara wanita di sampingnya menyadarkan dirinya dari lamunan tentang wanita yang dulu pernah ada.


Deon,menoleh kearah Renata.Deon nampak terkejut dengan tepukan tangan Renata di bahunya, seakan memaksanya untuk kembali ke dunia nyata bukan khayalan apalagi dunia masa lalu.


"Apa?".Deon,membeo.


"Kau,melamun Deon Wilson?".Tanya Renata, penasaran.


Deon, menatap kearah depan sembari menutup-buka matanya dan mengibas-kibaskan tangannya di depan matanya,memaksa dirinya untuk tetap fokus.


Renata, memperhatikan Deon dari dekat.Dapat dia lihat,Deon dengan wajah rupawan nya tiba-tiba seperti orang lugu.


"Kenapa dia sebenarnya".Gumam Renata,tak mengerti dengan sikap Deon yang menjadi misteri.


"Hai".Suara teriakan dari dua pria yang tak lagi asing bagi Renata, menyadarkan diri renata.


"Alek,Fahri?".Renata tak bisa mempercayai kedua pria ganteng ini selalu menganggu dirinya,dimana pun dan kapan pun berada termasuk di tanaman ini.


"Jangan terkejut.. Jangan terkejut,kami bukan penagih hutan apalagi rentenir.Kami disini ingin ikut bersama kalian menikmati suasana pedesaan".Jelas Alek,sembari ikut duduk di samping kanan Renata di ikuti oleh Fahri yang duduk di samping Alek.


Renata, sampai membelalakkan mata nya dan juga membuka lebar-lebar mulutnya seakan tak mempercayai apa yang dia lihat.


Kedua pria peganggu hidupnya tanpa merasa bersalah malah ikut menimbrung.Menganggu suasana romantis dirinya dan juga Deon.Jika memang,benar begitu adanya.


Sedang Deon, terlihat memijat-mijat keningnya.Dia yang baru tersadar dari lamunannya dan bersiap untuk merebut hati Renata,malah di kejutkan oleh kedua predator pemangsa wanita.


"CK,menganggu saja dasar hama...Hama".Keluh Deon, dengan suara pelan.