My Introvert Girl

My Introvert Girl
Part 110



Renata diam di ambang pintu,mengetuk pintu ogah,balik badan pun sudah kepalang tanggung.Alhasil dia hanya berdiam diri saja, tanpa berniat mengetuk pintu apalagi masuk.


"Andai ada pilihan lain,ogah menuruti perintahnya".


"Kenapa?".


Suara berat nan merdu, begitu menggelitik di telinga renata.Dia menoleh kearah belakang,tapi saat dia menoleh wajahnya menabrak wajah seorang pria.


Wajah pria itu tak lain dan tak bukan adalah Deon.Yah,dia sebenarnya belumlah berada di ruangannya sengaja karena dia harus memantau pekerjaan karyawan nya, memperhatikan dan mengawasi kinerja kerja mereka.


Begitu dia hendak kembali ke ruangan nya, sayup-sayup dia mendengar suara langkah kaki yang di hentakkan begitu kerasnya seperti ada keterpaksaan dari si pemiliknya.


Benar saja,karena suara hentakan kaki yang di paksakan itu adalah milik Renata.Jelas dia merasa terpaksa,dia sengaja memelankan langkah kakinya bermaksud mengikuti langkah kaki renata.


"Wanita penurut, ternyata".Puji Deon.


Tapi wanita itu malah hanya berdiam diri mematung diam di tempat.Mrngetuk pintu tidak, mengucapkan salam pun tidak.Hanya diam saja.


Kata pujian yang tertuju untuk Renata,seakan menghilang begitu saja.Dia benar-benar sudah tak respect lagi pada Renata.


Samar-samar dia mendengar keluhan Renata,hal ini memancing kemarahan pada diri deon.


"Kenapa?".Tanyanya tepat di dekat telinga renata.


Spontan Renata menoleh, sial nya jarak wajahnya dan wajah dia terlalu dekat hingga bertabrakan.


Renata berbalik badan,tapi sekali lagi nasibnya hati ini memang sial.Badannya malah bertabrakan dengan badannya,sudah terjatuh tertimpa tangga pula.


"Aw".Renata mengaduh kesakitan,dua kali dia terperangkap pada orang yang sama dan dalam waktu yang bersamaan.


"Sengaja kamu menabrak wajah dan tubuh kamu ".Tuduh Deon.


Renata,menjauh dari hadapan Deon.Tak Sudi dirinya di tuduh sengaja,padahal dari tadi deon lah yang terlalu dekat dengan dirinya,tapi dirinya pula yang di tuduh.


Deon tersenyum manis, melangkah maju menghampiri Renata lebih dekat."Jangan membalikkan fakta".


"Anda yang membalikkan fakta".


"Oh yah,mana buktinya?".


"Buktinya anda daritadi terus nemplok sama badan saya".


Perdebatan diantara kedua insan yang berbeda generasi dan saling membenci di hati mereka masing-masing mewarnai awal hari mereka.


Renata yang tak mau kalah,apalagi Deon yang notabenenya terkenal jago berdebat sama seperti mantan asistennya,Aisha alifa.


"Masuk".Gertak Deon,sembari menyeret paksa tangan Renata.


Tak ada kesempatan bagi renata untuk mendebat apalagi memberontak.Tenaga Deon,terlalu besar untuk dirinya yang terbilang lemah.


Walau Deon mendengar rintihan kesakitan Renata,tapi dia tidak memperdulikan nya.Rasa kasihan dan cintanya telah sirna di makan oleh api kebencian sama besarnya dengan api kebencian Renata.


Renata,di dudukkan di kursi yang menghadap langsung dengan kursi Deon dengan kasar,saking kasarnya hingga Renata berteriak kesakitan.


"Apa tidak bisa memperlakukan wanita dengan cara yang baik?".


"Baik yang seperti apa yang kau maksud?,sedang sikap mu saja tak menghargai orang lain bahkan kau tega mempermalukan orang lain".Gertak Deon,menatap penuh kemarahan.


Renata,tak percaya dengan laki-laki yang ada di hadapannya,entah dia iblis atau setan yang pasti dia tidak melihat ada sisi kemanusiaan dari diri pria di hadapannya.


Bagaimana tidak,sedang laki-laki ini menatap lurus padanya dan dalam tatapan nya terdapat api yang menyala begitu besarnya.


Renata bangkit berdiri sembari menggeplak meja."Sikap mana yang kau maksud tak sopan?".