
Renata dan Noel sudah seperti artis papan atas saja,dimana mereka sudah menjadi buah bibir di kalangan pekerja resto.Renata yang sejatinya pendiam,tak pernah sedikitpun dekat dengan pria manapun tetiba sekarang kedapatan datang bareng bersama dengan seorang pria.
Perihal Alek dan Fahri, mereka berdua lah yang berusaha dekat dengan renata bukan Renata yang sengaja mendekati mereka bahkan tak pernah terucap kata cinta darinya.Fahri dan Alek saja,yang menasbihkan diri mencintai pramusaji pendiam mereka, primadona karena kecantikan dan sikap nya.
Riuh terdengar bergosip tentang Renata yang kali ini bukan masalah pelakor seperti yang sudah terjadi tidak pula membahas klarifikasi dari Alifa,menyanggah pernyataannya tentang renata.
Gosip itu telah menyebar,mendahului kabar baik mengenai bantahan,tuduhan dan fitnah untu Renata.Gosip itu telah berubah dengan kedatangan renata bersama dengan seorang pria,tak lain dan tak bukan Noel Arga Winata.Karyawan baru namun culun.
"Apa hubungannya Renata dengan Noel?".
"Apa dia sengaja jalan berdua,datang kesini untuk membantah video yang sudah terlanjur viral?".
"Tapi, dengar-dengar renata itu bukan pelakor,tapi renata yang lainnya ".
Rekan kerja renata,sibuk bergosip tentang dirinya.Kemarin sibuk menggosipkan dia sebagai pelakor sekarang dia kena fitnah lagi seakan tak ada habisnya untuk di bicarakan, membahas tentang renata seperti menarik di bahas.
Bertepatan dengan riuh rendah rekan kerjanya asyik bergosip tentang dirinya seperti ibu-ibu yang menawar barang di pasar, seperti suara lebah bergemuruh dan seperti ibu-ibu mengantri minyak gratis.Renata kebetulan lewat di hadapan mereka.Sontsk saja perhatikan mereka tertuju pada diri renata.
Dia yang mendapatkan tatapan penasaran,dia pula yang berjalan begitu santai nya seperti tidak terjadi apa-apa padahal dia sendiri dengan jelas mendengar ucapan mereka tentang dirinya.
"Berbicaralah sesuka hati kalian bila perlu sampai kalian puas,nanti juga Kalian sendiri yang malu".Gumam Renata, tersenyum sinis.
"Kenyataan mereka tak punya urat malu".Kata seorang pria, berdiri tak jauh dari Renata.
"Tapi, kenyataan kan?,kalau punya urat malu gak mungkin berani membicarakan kamu?".
Tatapan tajam dia layangkan untuk karyawan baru yang sombong dan main nyelonong aja.Renata tak terima karyawan baru itu terus mengusik hidupnya bahkan berani menimpali ucapan nya, padahal sudah jelas dia berusaha untuk memelankan ucapan nya agar tak terdengar oleh karyawan culun bon songong.
Bagaimana lah Noel alias Deon tidak bersikap songong jika dia dengan seenaknya main mencampuri urusan dirinya,lihat lah pula Deon yang berdiri dengan angkuhnya seperti tak ada takutnya dia.
Jika karyawan baru umumnya akan bersikap hormat pada seniornya,ada rasa takut dan segan tapi tidak dengan Noel.Sikapnya seperti orang yang punya resto saja.
"Bisa tidak kamu tidak ikut campur dengan urusan orang lain?".Sentak renata,geram dengan tingkah laku Noel.
"Tidak bisa".
"Maka,sama kamu juga seperti mereka tak punya urat.Main nyelonong menimpali ucapan orang lain padahal aku tidak membutuhkan pendapat mu"Nasehat Renata sekaligus ancaman.
Bukan Noel namanya,jika dia takut kepada ancaman Renata.Dia malah dengan santainya menyeret tangan Renata di bawah tatapan orang-orang lewat, menguatkan rumor tentang hubungan Renata dengan karyawan baru.
"Bener kan?,kata ku mereka punya hubungan spesial".Kata rekan kerja renata.
Pernyataan Ima di angguki oleh rekan-rekan kerja yang lainnya.Diantara mereka ada yang tersenyum,mendapati Renata memiliki kekasih hati.
"Akhirnya kau punya cowok juga".Kata rekan kerja renata, berteriak histeris.