
Deon,yang sudah berada di ruangan nya tengah duduk termenung sembari menyilangkan tangan di dagunya seperti takut kepalanya lepas dari tempatnya.
Deon,yang telah kehilangan umpan mangsanya yang berhasil meloloskan diri dengan begitu mudahnya,tentu itu menganggu pikiran nya.
Yah,Rania yang menjadi umpan untuk menangkap Renata dalam pelukannya kini telah lepas dari sangkar besi yang di ciptakan oleh dirinya.Rasa cemas dan khawatir menghantui pikiran nya,takut wanitanya mengetahui rahasianya dan seluruh Tanur gelap tentang kehidupannya terbongkar oleh umpannya sendiri.
Deon, seperti senjata makan tuan.Dia yang berbuat,dia pula yang kena batunya.Padahal dia sudah sangat hati-hati dan mempersiapkan segalanya hanya untuk mendapatkan cintanya.Perjuangannya kali ini haruslah menemui jalan keberhasilan apapun dan bagaimanapun caranya.
Sudah sedari tadi pula Deon tidak bersemangat untuk sekedar memanaskan layar laptopnya yang tertutup sempurna tak tersentuh oleh tangan dingin Deon.
"Arghhh".Teriak kalap Deon,sembari mengacak-acak rambutnya."Renata, kenapa kau sangat sulit untuk di dapatkan?".Teriak Deon,sembari berdiri bangkit dari kursinya.
Dia, edarkan pandangan ke segala penjuru arah seakan ingin melampiaskan segala kekesalan dan kekalutan hatinya yang di Landa kegelisahan atas kecerobohannya sendiri.
Tatapan mata deon yang melotot tajam ke segala penjuru arah,tak peduli mereka juga menatap tajam balik kearah walau itu perasaannya sendiri, imitasinya atas segala kegelisahan hatinya.
Tut...Tut...Tut..
Dering telpon berbunyi begitu nyaringnya terdengar di ruangan Deon yang sepi dan dingin.Sedingin tangannya dan sesepi hati nya.
"Siapa lagi ini?".Gertak Deon,sembari mengambil handphone nya yang tergeletak bebas di depan matanya.
"Hello,bos target sudah saya temukan keberadaan nya tinggal menunggu eksekusi".Kata anak buah Berbicara tanpa basa-basi.
Deon yang tadinya cemberut, dengan tatapan tajamnya yang dia arahkan pada benda mati kini tersenyum tipis.
"Di rumah sewaannya, sekarang dia tengah melamun seperti orang linglung.Apa perintah anda untuk kami?".
"Terus pantau pergerakannya, jangan dulu melakukan apapun di luar perintah ku.Tunggu sampai aku memerintahkan mu"Jawab deon".
Tut...
Deon,menutup panggilan secara sepihak.Toh,tak ada yang perlu di bicarakan baginya sudah menemukan keberadaan Rania saja sudah cukup baginya.
Deon,duduk kembali diatas singasana nya.Senyum mengembang yang tadi tidak pernah dia lakukan sebelum kabar baik itu datang menghampiri dirinya.Laptop yang sedari tadi masih tertutup,kini terbuka dengan sempurna dengan sinar layar yang terus berkedip,jari-jemari Deon menari-nari diatasnya begitu lincah dan lihainya.
Deon,kembali melakukan aktivitas nya seperti sedia kala.Menerima laporan daring dan melakukan meeting daring,tak beranjak di tempatnya walau sejengkal.
Berbeda dengan Renata,yang masih di sibukkan dengan pikirannya terhadap sikap Deon.Sedari tadi dia tak fokus bekerja,akibat pikiran nya terus fokus memikirkan Deon dan juga Rania.
Yah,Rania.Dia yang tiba-tiba datang,tanpa bercerita panjang lebar mengenai kehilangan dirinya yang tiba-tiba dan tanpa kabar apalagi jejak.
Pikirannya sibuk mengaitkan sikap Deon dan kepulangan Rania yang masih menjadi misteri dengan tabir hitam yang memayungi kisah Rania dan teka-teki di balik sikap Deon yang aneh.
"Apa yang sebenarnya terjadi?,apa hubungannya?,apa mungkin...?"Pikiran Renata, tiba-tiba berhenti kala dia sendiri memikirkan hal yang negatif antara rania dan Deon."Apa ada hubungannya antara sikap Deon dan kepergian Rania yang masih menjadi misteri?".
...****************...
Bagaimana menurut kalian?,apa sepemikiran dengan Renata?, temukan jawabannya dengan terus mengikuti karya saya.Jangan lupa berikan komen,like,vote dan hadiah.