
Deon,yang merasakan nyeri tepat di dadanya.Dia berjalan sedikit tersengal, rasanya dia tak kuat berjalan barang sejengkal pun.Kemarin lusa, perutnya mendapatkan bogem mentah,hari ini malah lebih parah.
Motor sport nya menimpa tubuhnya tepat saat dirinya telentang, karena terjatuh akibat tarikan tangan Renata yang begitu kuat dan kasar.
"AW".Deon,berjalan tertatih-tatih masih merasakan nyeri di bagian perutnya.
Selangkah demi selangkah dia berusaha untuk sampai ke ruangan,mengobati lukanya dengan kompresan es batu mungkin akan meredakan sakit di perutnya.
"Pak".Sarah, menghampiri Deon yang berjalan tertatih-tatih.Menahan rasa sakitnya.
Deon,menoleh kearah sumber suara.Suaranya yang lembut memancing rasa penasarannya.Berharap pemilik suara itu adalah milik renata.
"Pak,biar aku bantu".Tawar Sarah,sembari memegangi lengan Deon.
Deon,kalah cepat dengan pergerakan Sarah.Baru juga dia mengetahui pemilik suara lembut itu bukan milik Renata.Sarah sudah menghampirinya sambil memegangi lengannya.Menolak pun,sudah terlambat baginya.
Dalam hati Sarah tersenyum penuh kemenangan.Deon,yang merupakan big boss nya,berwajah rupawan dengan pahatan yang sempurna di wajahnya dan yang pasti Deon kaya melintir.Sampai tujuh turunan pun hartanya tak akan habis.
Sarah, menyampirkan tangan Deon di bahunya.Membantunya berjalan menuju ruangannya.
"Pelan-pelan pak,gak usah di paksa kalau bapak merasa sakit".
"Bukan sakit di fisik,tapi sakit di hati".Kata Deon,membatin.
Yah,bukan fisiknya yang terluka melainkan hatinya.Luka fisik baginya sudah biasa,tapi luka hati itu yang luar biasa tak bisa dia tahan sejak bertahun-tahun apalagi dia belum bisa mendapatkan cinta dan hati Renata yang masih terselubung penuh misteri.
Sarah,menuntun Deon berjalan dengan hati-hati sesekali dia berceloteh,apa saja yang ingin dia bicarakan tanpa di minta oleh Deon.
Diam mendengarkan sembari mengikuti langkah kaki Sarah,Deon walau sebenarnya merasa risih tapi dia tak punya pilihan lain.Andai pun ada,pasti dia akan memilih Renata untuk menuntunnya berjalan sebab nya dia seperti itu pun karena ulah Renata.
Tak sedikit Padang mata yang menatap kearah Deon dan saran.keduanyq terlihat mesra bak sepasang kekasih,dimana wanitanya terlihat sabar menuntun prianya yang sedang merasa kesakitan.
Dengan teganya pula dia menjelek-jelekkan renata pada Deon yang berada dalam rangkulan tangannya.Tapi,Deon tak menggubris ocehan Sarah yang menjelekkan Renata padanya.
Brak
Deon menabrak tubuh seseorang yang tidak dia lihat sebelumnya karena dia berjalan pun harus di papah oleh Sarah, dengan terpaksa.
"Maaf".
Sarah, melepaskan tangan Deon yang tersampir di bahunya,dia menghampiri seseorang yang telah menabrak tubuh Deon tanpa memperdulikan Deon yang bahkan dia merasakan perih di bagian perutnya.
"Heh,kalau jalan pake mata".
"Maaf, dimana-mana jalan pake kaki".Timpal orang itu.
Sarah,menjambak rambut orang itu dengan kuat hingga kepala orang itu sampai terjengkang ke depan.
"Dengar, baik-baik Renata si munafik".
Deg
Deon,menoleh pada orang yang telah menabrak tubuh nya bahkan sampai Sarah menjambak orang itu.Ternyata orang yang di maksud adalah Renata Kusuma,wanita yang ada dalam hatinya selama 3 tahun terakhir ini.
Deon terkejut bukan main,mendapati Renata yang di Jambak begitu kuatnya tanpa memberontak hanya ringgisan kesakitan tanpa suara . Keadaan Renata amat memilukan di tangan Sarah yang kasar.
"Hentikan".Teriak Deon,berusaha berjalan dalam keadaan sakitnya.
Deon, melepaskan tangan Sarah dari rambut Renata yang hampir berantakan akibat tarikan tangan Sarah yang kuat.