
Mungkin ini kata-kata yang di maksud oleh Rania,baru juga dia mau memulai hari dengan harapan tinggi sudah mendapatkan gangguan dari si playboy kelas kakap.
Alek,yang entah angin dari mana yang membawanya untuk pergi ke resto sepagi ini belum lagi tanpa ada partner nya,Fahri si perebut bini orang.
"Mungkinkan kita ditakdirkan untuk berjodoh re?"Kata Alek, dengan antusiasnya.
"Jodoh?,mata mu jodoh".Gertak renata,sembari melengos pergi.
"Tunggu,re jangan tinggalin aku".Teriak Alek,tak terima di tinggal pergi oleh wanita pujaan hatinya.
Di balik pohon rindang itu,tak ada yang tau,tak ada pula yang menyadari akan keberadaan sosok laki-laki berperawakan tinggi,tegap dan memiliki paras wajah rupawan tengah tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya.
"Haha ..Haha...."Laki-laki itu tak bisa menahan tertawa nya begitu melihat interaksi antara kedua pria dan wanita yang saling bertolak belakang.
Yang satu,masih tetap ngotot dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan yang satu tetap pada pendiriannya.Menolak cinta laki-laki secara terang-terangan.
"Entah seberapa kuat diri mu menghadapi fans fanatik mu,Renata?". Laki-laki itu,mendadak menekuk wajahnya kala mengingat penderitaan dari wanita pujaan hatinya.
Dengan stelan formal, menunjukkan kharisma dan kewibawaannya pria itu berjalan dengan angkuhnya seakan menunjukkan pada semua orang bahwa dia adalah pria yang berkuasa dan memiliki jabatan menterang.
Pria itu,yang sudah ada sejak pagi buta bahkan suara Kokok ayam pun belum berbunyi,dia juga sama tak sabaran nya dengan Renata ingin cepat-cepat sampai ke resto nya.
Yah,dia adalah Deon Wilson.Semalam dia telah meneguhkan dan meyakinkan dirinya akan keputusannya dalam menjatuhkan pilihannya.Renata Kusuma Atmaja, wanita pilihan nya yang selama ini dia nantikan.
Selangkah demi selangkah,dia tapaki dengan perasaan bertalu-talu,tak menentu.Dulu perasaan ini hadir ketika dia sedang berada dekat dengan Alifa,kini perasaan ini hadir di saat dirinya hendak ingin mengungkapkan perasaannya.
Tak sedikit karyawan yang menatap kagum pada big boss mereka,kharisma dan wajah rupawan nya begitu menghipnotis mata kaum hawa.
Diantaranya bahkan menatap tanpa berkedip, seakan tak ingin melewatkan satu kesempatan pun untuk mengagumi wajah rupawan yang terpahat begitu sempurna nya di wajah Deon.
Sadar,akan ketampanan nya yang berhasil memikat perhatian di sekitarnya, bahkan karyawan perempuan yang sudah datang di pagi hari tak lupa mengabadikan momen langka ini dalam ponsel pintar masing-masing.
Tapi,ekor mata Deon tak menemukan keberadaan renata diantara karyawan wanitanya yang menatap dirinya hingga mengikuti arah langkah kakinya,entah kemana dirinya berada yang jelas dia cukup bersyukur karena wanitanya tak mengetahui dirinya yang mendapatkan tatapan penuh damba.
"Kalian kesini mau kerja atau hanya berdiri bengong?"Hardik Deon.
Yang menatap Deon,kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing setelah kena tegur dari big bos mereka,mencari jalan aman daripada mereka harus di berhentikan secara tidak hormat.
"Sok ganteng sekali".Ucap seorang wanita dengan lantang dan keras.
Deon, menghentikan langkah kakinya seiring dengan pendengaran nya yang menangkap suara wanita yang meremehkan dirinya.
Deon,berbalik badan ingin mengetahui pemilik suara wanita yang seakan tak peduli dengan pesonanya.